Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Perubahan sikap.


__ADS_3

Episode 83 : Perubahan sikap.


***


Pagi akhirnya menyingsing, seperti pagi sebelum nya Gama akan selalu mengganggu dan menempel pada Rani.


"Cium aku,"


"Peluk aku,"


"Usap rambut ku,"


Dan masih banyak hal lain, jika di pikirkan lagi ternyata Gama sangat manja, dia suka menempel dan melakukan kontak fisik dengan istrinya ini.


Mereka sedang berada di mobil dimana hari ini Rani juga harus ke perusahaan Ardhan, jadi selama 2 kali seminggu Rani akan melakukan kunjungan ke perusahaan Ardhan.


"Sayang, ingat memberikan aku pesan dan langsung mengangkat panggilan dariku ya, lewat satu detik saja aku akan menghukum mu!" ketus Gama yang tadi masih senyam senyum dan menempel romantis pada istrinya langsung berubah kesal dan masam karena harus membiarkan istrinya berada di perusahaan Ardhan.


"Iya, aku akan mengingatnya, semoga hari mu menyenangkan," seru Rani yang mulai terbiasa dengan sikap suaminya.


Dia menjadi terbiasa dengan perubahan sikap super cepat, sikap dingin dan arogan, hangat dan manja, semuanya ada dalam diri Gama.


Setelah itu Gama pergi ke kantor nya, di kantor karena kesal tak melihat istrinya di meja yang ada di dekatnya dia malah membuat semua karyawan nya dalam masalah besar.


"Laporan macam apa ini? PERBAIKI!"


"Apa yang kau kerjakan satu bulan terakhir ini, tidak becus! jika kau tidak melakukan pembaharuan dua hari lagi aku akan memecat mu!"


"Keluar dan lakukan negosiasi yang lebih baik!"


Semua karyawan nya yang melakukan report hari ini kena getahnya, Gama menjadi super emosian hanya karena melepaskan istrinya berada di perusahaan orang lain walau hanya sebentar.


***


Disaat yang sama,


Di perusahaan Ardhan,


Rani sudah masuk kedalam ruangan dimana perusahaan Reiner menyediakan sebuah ruangan untuknya dan rekannya, disana dia duduk di mejanya dan mulai membuka tas yang tidak ia buka sejak kemarin.


Tetapi di dalam tas itu, dia melihat ada sesuatu yang aneh, dia melihat sebuah dompet berada disana, dan itu bukan dompetnya.

__ADS_1


"Dompet siapa ini? apakah ini dompet Gama?" tanya Rani menyadari jika bentuk dompet Gama tidak seperti ini.


Lalu untuk memastikan pemilik dompet itu, Rani membukanya agar bisa ia kembalikan ke pemilik.


Tetapi hanya ada satu foto disana, sebuah foto usang yang menampilkan dua orang anak kecil, satunya anak laki-laki yang umurnya sekitar 3 tahun lebih tua dan satunya lagi adalah anak perempuan.


"Foto siapa ini?" gumam nya merasa aneh dan merasa familiar dengan foto di yang ia pegang.


Tetapi dia tidak ingin mencari tahu lebih dalam, dia akan melaporkan ke Pak satpam saja untuk mencarikan pemilik dompet ini.


Rani segera bergegas ke luar ruangan menggenggam dompet itu, dan tak sengaja bertemu dengan Ardhan Reiner di sana.


"Halo Pak Ardhan, apakah anda sudah sembuh?" Rani terkejut melihat Ardhan dan disaat yang sama juga bahagia karena Ardhan bisa sembuh dengan cepat.


"Iya Rani ...." belum sempat Ardhan menyelesaikan ucapannya, matanya langsung tertuju ke sebuah dompet yang ada di genggaman tangan Rani.


Ardhan langsung menarik dan mencengkeram tangan Rani kuat sekali, seperti kehilangan akal dan kendali.


"DARI MANA KAU DAPAT DOMPET INI!" teriaknya membuat Rani terkejut dan ketakutan.


Kemarahan lelaki ini hampir sama seperti Gama, kemarahan yang membuat batin sakit dan mulut takut berbicara.


"Hah ... Hah!"


Nafas Ardhan terengah-engah, wajahnya memerah saat melihat orang lain memegang dompet nya.


Sadar dia sudah kelewatan, Ardhan langsung melepaskan tangannya yang tadi mencengkeram tangan Rani, dia mengambil dompet itu.


"Ma ... maafkan saya Rani, baru saja saya kehilangan kendali, jika kau tidak keberatan mau kah kau mendengarkan apa arti dompet ini bagiku? agar kau tidak salah paham,"


Suaranya kembali tenang namun bergetar, kelihatan sedang menahan emosinya dan tidak ingin membuat Rani ketakutan.


Rani hendak menolak akan tetapi dia juga penasaran siapa anak kecil yang ada di dompet itu, kenapa terasah familiar sekali baginya.


"Baik Pak," balas Rani menghela nafasnya panjang untuk menenangkan dirinya, lalu ia mengikuti Ardhan untuk menjelaskan kesalahpahaman yang baru saja terjadi.


***


Di ruangan pribadi Ardhan,


Ardhan yang sudah tenang sudah mengantongi dompet itu, sepertinya saat pingsan kemarin dompetnya tidak sengaja terjatuh dan malah jatuh ke tas Rani.

__ADS_1


"Dompet ini sangat berharga, ini selalu ada di kantung ku, bukan dompetnya saja yang berharap tetapi foto di dalamnya," ucap Ardhan memulai pembicaraan nya.


"Apakah kau susah melihat fotonya?" tanya Ardhan lagi memastikan Rani.


"Umm, ma ... maafkan saya Pak, bukannya lancang akan tetapi saya memang melihat foto didalam untuk mencari tahu pemilik dompet itu, saya sungguh meminta maaf Pak,"


Rani langsung merasa bersalah karena telah membuka privasi milik Ardhan.


Ardhan kemudian tersenyum melihat sikap panik Rani yang hanya bisa meminta maaf.


"Tidak apa Rani, kau tidak salah, aku lah yang salah karena kehilangan kendali diriku,"


"Anak laki-laki yang ada di foto itu adalah aku, dan anak perempuan itu adalah perempuan yang mengikat janji denganku, dia sangat berharga bahkan lebih berharga dari hidupku, tetapi takdir dan hidup sangat kejam, anak perempuan selucu dan seberani dia meninggal diusia dini karena aku,"


Ucapan Ardhan ini entah kenapa membuat Rani terpaku, matanya yang sayu dan tatapannya yang kosong, sejak tadi tangannya tidak bisa berhenti bergetar, entah apa yang ia rasakan sekarang.


***


Disaat yang sama,


Undangan sebuah pesta lelang masuk ke email pribadi para pengusaha elit dimana lelang ini diadakan oleh seorang pengusaha yang sudah meneruskan perusahaan ke keturunan nya dan beralih profesi menjadi seorang pelukis.


Dia melelang lukisan nya dengan harga fantastis untuk di donasikan, Gama melihat email itu, awalnya dia tidak tertarik tetapi ia ingat pasti ayahnya juga ibu tirinya akan datang.


Gama kembali menyeringai, dia menatap tajam ke layar komputer canggih nya, dia akan memberikan sedikit kejutan saat malam itu.


"Tapi mengajak istriku pasti akan sangat menyenangkan, aku bisa melihat nya dalam balutan gaun indah, dia pasti cantik sekali!" Gama berbicara sendiri, melihat undangan tetapi di pandangannya hanyalah istrinya menggunakan gaun indah nan mewah khusus di rancang untuk istrinya.


***


Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.


Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.


Makasih ya semuanya, lope you.


***


Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho


Kalian bisa DM dan tanya2 disana

__ADS_1


__ADS_2