Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Sayang, aku bangga padamu


__ADS_3

Episode 72 : Sayang, aku bangga padamu.


***


Saat Lorry mendengar jika Rani adalah istri sah Gama membuat Lorry sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi, berarti dia memang telah salah mencari masalah besar sekarang.


Roni yang sudah mendapatkan perintah dari atasannya ini segera membawa Lorry dan mengurus segalanya, tentu saja Lorry langsung dipecat hari itu juga.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Saat pertengkaran tadi Rani sudah hampir melupakan debaran yang membuatnya risau sejak tadi, akan tetapi saat suaminya ini membela dirinya di hadapan wanita tadi, detak jantung nya semakin tidak karuan.


"Apa yang terjadi, kenapa disaat seperti ini jantung ku berdegup cepat sekali!"


Rani yang merasa dirinya semakin aneh saja sudah gugup saat Gama sudah menggenggam tangannya dan menuntun nya ke ruangan pribadinya.


Sisi Gama yang mengerikan itu seolah tidak pernah ada, kesan pertama dari kengerian lelaki ini seolah hanya sebuah imajinasi yang tidak pernah terjadi jika melihat seberapa besar lelaki ini berubah.


Saat Gama menggenggam tangan nya, rasanya berbeda jika dibandingkan dengan genggaman tangan suaminya pertama saat dulu.


Genggam yang sekarang begitu erat dan hangat, seolah memberikan harapan yang tidak pernah dipikirkan oleh Rani sebelumnya.


Gama mendudukkan Rani di kursi sofa yang ada di ruangan pribadinya, dengan diam dan wajahnya yang dimana ekspresi nya tidak bisa dibaca oleh Rani, Gama mengoleskan salep ke memar Rani.


Membenarkan rambutnya juga tetapi semuanya ia lakukan sembari terdiam, tidak tahu apa yang ada di pikirannya.


"Apakah diam nya ini adalah bentuk kemarahan?"


"Sebenarnya kenapa dia diam saja sejak tadi?"


"Membuat ku takut dan khawatir! lelaki ini sangat tidak bisa ditebak!"


Rani sudah was was, dia menerima perlakuan Gama dengan pasrah dan tidak melawan, dia mencoba melihat apa yang sebenarnya dipikirkan oleh Gama, apakah dia marah karena Rani bertengkar hebat di kantornya dan akan memecatnya?


"Srek!"


Kedua tangan kokoh Gama mengusap rambut Rani, matanya yang tajam berubah menjadi lembut seketika.


"Aku bangga padamu ...."

__ADS_1


Ucap Gama membuat Rani hanya bisa mengedipkan mata berulang kali karena tidak mengerti mengapa lelaki ini tiba-tiba bangga dengannya.


"Kenapa bangga? aku kan baru saja bertengkar ..." balas Rani dengan reaksi wajah kebingungan nya.


"Tentu saja aku bangga karena kau bertengkar lah, aku bangga ternyata kau tidak mudah di tindas oleh orang lain! dengar ya kau tidak boleh tunduk kepada siapapun kecuali aku! jika ada orang yang menghina mu dan mencoba menjatuhkan mu, kau bisa menggunakan aku sebagai tameng!"


Dengan percaya diri dan arogan Gama mengatakan itu membuat Rani tersenyum kaku.


"Hehe, tetap saja ada pengecualian, harus tunduk pada kau kan yang mulia arogan! ck!" gumam Rani hanya bisa mengangguk dan tersenyum kaku.


Tetapi entah kenapa hatinya sudah perlahan melembut, ketakutan yang selama ini dirasakan oleh Rani berubah menjadi rasa aman dan nyaman.


Ucapan Gama terdengar seperti ucapan lelaki yang ingin melindungi pasangannya, seolah Gama ingin menjadi sebuah payung untuk melindungi Rani dari segala yang ingin mengganggu nya.


"Apakah aku akan terluka jika merima kenaikan nya seperti ini? disaat seperti ini hatiku begitu senang, apakah aku egois karena semakin hari aku semakin membutuhkan perhatian lelaki ini!"


Rani mungkin tidak sadar, tetapi setiap waktu Gama membuat Rani kepikiran dan tidak bisa melupakan nya, membuat Rani seolah bergantung.


Tetapi Rani tahu jika Gama memiliki dua sisi kepribadian, satu sisi lembut hangat dan yang satu lagi sisi mengerikan yang tidak ingin dilihat oleh Rani lagi.


Setelah itu, karena Rani senang mendengar ucapan lelaki ini, mereka berdua makan siang di dalam ruangan kerja Gama.


Beberapa saat setelah mereka makan,


***


"Tok ... Tok ... Tok!"


Assiten Gama, Roni sudah mengetuk pintu karena sebentar lagi akan meeting bersama perusahaan Reiner.


"Pak, sebentar lagi akan dimulai meeting nya," seru Roni memberitahu atasannya mengenai meeting proyek baru antara Gama dan Ardhan Reiner.


"Baiklah, aku akan segera kesana," balas Gama yang wajahnya sedang terlihat bahagia sekali, dia senang menghabiskan waktu bersama dengan istrinya seharian seperti ini.


"Sayang, kau tunggu aku disini sampai aku selesai meeting ya, setelah itu kita pulang bersama," ucap Gama sembari mengusap rambut Rani lembut sekali.


Roni yang melihat perlakuan atasannya ini sudah bosan terkejut setiap hari, yang Roni sadari hanyalah satu, semenjak kehadiran Rani dalam kehidupan Gama, Gama memperlihatkan perubahan yang baik dalam kehidupan Gama.


Rani yang tidak bisa menolak tersenyum dan mengangguk tentunya.

__ADS_1


Setelah itu Gama pergi ke ruangan meeting untuk memulai meeting penting antara dirinya dan perusahaan Reiner.


***


.Saat Gama sudah melangkah keluar ruangan, Rani menatap pintu ruangan yang tertutup, senyumannya kemudian menghilang.


Rani sedang bingung dengan dirinya sendiri, kenapa dia semakin membutuhkan pengakuan dan dukungan lelaki yang seharusnya ia benci.


Bagaimana pun lelaki yang menjadi suaminya itu sudah melakukan banyak hal mengerikan kepadanya, akan tetapi pesona lelaki itu terlalu menyilaukan Rani.


"Benarkah aku bisa bertahan? semakin aku merasa aneh semakin hatiku takut dengan apa yang akan terjadi di kemudian hari,"


Rani melihat pemandangan kota yang megah dari lantai tinggi dimana ruangan suaminya berada.


Matanya melihat jauh, tidak bisa ia bayangkan jika akhirnya dia menikah dengan lelaki yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan, hanya satu kekhawatiran Rani sekarang, John yang tidak akan bisa lepas dari perasaan nya itu, dia ingin John mendapatkan wanita baik-baik bukan wanita seperti Christy.


Keraguan hati yang sekarang berubah menjadi ketakutan, Rani sudah pasrah dengan apa yang akan terjadi selanjutnya, yang jelas dia harus tetap bertahan demi keluarganya.


***


Di ruangan meeting,


Gama memasuki ruangan dimana Ardan. Reiner sudah ada disana terlebih dahulu, mereka berdua saling berjabat tangan akan tetapi tatapan mereka saling bersaing.


Dalam meeting itu akhirnya Ardhan memberikan persyaratan dalam proyek yang akan ia setujui.


"Saya melihat nilai bisnis yang menguntungkan jika kami menerima kerjasama ini, akan tetapi saya memiliki syarat,"


Ardhan langsung to the point akan tujuan nya.


Gama yang sudah senang langkah pembalasan dendam nya sudah dekat langsung bersemangat tentunya.


Kerjasama ini akan semakin membuat perusahaan ayahnya terpuruk dan nantinya akan menghancurkan keangkuhan ayahnya itu.


"Lalu apakah syaratnya itu Tuan Ardhan?" seru Gama dengan wibawanya yang tidak akan bisa lepas dari dirinya itu.


Ardhan kemudian tersenyum, matanya yang licik menatap kearah Gama yang juga menatapnya seolah sedang menilai apa yang hendak diminta oleh Ardhan Reiner.


"Aku ingin perwakilan yang menangani proyek ini di perusahaan saya adalah Rani, saya yakin dia mampu, alasan kenapa saya ingin Rani menjadi perwakilan karena saya sudah mengenalnya jadi pasti komunikasi akan lebih baik kedepannya,"

__ADS_1


Ardhan Reiner menyeringai, kelihatan dia tidak menyerah atas Rani, walau sudah tahu Rani sudah menjadi istri sah Gama Yu.


__ADS_2