Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Rasa sakit John Yu.


__ADS_3

Episode 122 : Rasa sakit John Yu.


***


Di kantor polisi,


Deffan Yu berbicara langsung dengan kepala kepolisian yang ada disitu, agar segera melepaskan istrinya sekarang juga.


"Maaf Pak Deffan Yu, akan tetapi itu sangat sulit dilakukan, karena berita ini sudah menyebar di media sosial, jika Nyonya Marian dikeluarkan sekarang juga maka akan menghancurkan reputasi kepolisian dan Bapak sendiri,"


Kepala kepolisian itu segera memberikan jawabannya kepada Deffan Yu.


Deffan Yu menghela nafasnya panjang, apa yang dikatakan kepala polisi ini memang benar, kekuatan netizen tidak boleh di remehkan, jadi mungkin memang dia harus membiarkan Marian menginap di penjara malam ini.


Esok hari dia akan melakukan konferensi pers untuk membuat keributan yang sedang ada di media sosial menjadi tenang.


Bagaimana tidak, Rani adalah rakyat biasa, dia tahu jika sesuatu sudah viral maka keluarga seberkuasa Deffan Yu pun akan sulit mengeluarkan Marian dari penjara.


Setidaknya hanya satu malam saja, Rani ingin Marian mendekam di penjara.


Rani tentu tahu jika uang dan kekuasaan benar-benar mengalahkan segalanya, bahkan keadilan, jadi dia melakukan cara paling ampuh yaitu dengan membuat kasus Marian viral di media sosial.


Tentu saja admin yang membuat itu viral adalah salah satu anggota Rani, yaitu pelayan yang ada di rumah Gama.


***


Disisi lain, John Yu sedang marah sekali, kepada dirinya, Ibunya, ayahnya dan keadaan nya.


Hatinya yang belum terima dengan kenyataan jika Rani tidak akan mungkin kembali kepadanya membawanya mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh sekarang.


"Aaaaa!"


Dia berteriak sekuat tenaga nya.


Untuk malam ini saja, dia ingin berteriak dan melepaskan rasa sakit hatinya.

__ADS_1


Dia masih ingat cinta pada pandangan pertama yang ia rasakan kepada Rani saat SMA dulu, janji mereka yang ingin menikah dan hidup bersama.


Semuanya sudah hancur berantakan, apalagi dengan kejadian yang baru saja terjadi, ibunya sendiri sudah hendak menculik wanita yang sangat ia inginkan.


Bagaimana setelah ini John Yu bisa melihat Rani dan memintanya kembali?


Hatinya sangat sesak, dia kebingungan dan tak tahu lagi harus melakukan apa.


Dia menghentikan mobilnya, dia sebuah danau buatan tengah kota, disana ada dermaga, dia berlari dan berteriak sekencang-kencangnya.


Dunia ini begitu kejam, hatinya sangat terluka tetapi seorang pun seolah tak peduli.


Dunia sungguh tidak adil, dia benar-benar mencintai Rani, tetapi kenapa wanita yang ia inginkan itu harus menjadi milik orang lain, apalagi saudara tirinya sendiri.


"Kenapa semuanya begitu tidak adil? aku membenci semuanya! aku ingin melarikan diri!" geram John Yu benar-benar melepaskan perasaan nya.


Dia tidak tahu lagi harus melakukan apa, dia benar-benar tersesat, apa yang dilakukan ibunya benar-benar tidak bisa dimaafkan.


Setelah ini, John Yu sungguh tidak tahu lagi harus bagaimana mengangkat wajahnya saat bertemu dengan Rani.


"Iya semuanya memang tidak adil!"


Tiba-tiba ada suara seorang wanita yang mengejutkan John Yu, karena terlalu tenggelam dalam perasaan nya John Yu sampai tidak sadar jika ada satu wanita yang sedang menangis tersedu-sedu duduk di sudut jembatan.


Sepertinya dia sedang mabuk karena ada botol minuman di tangannya.


John yang sedikit terusik langsung mengubah ekspresi nya, dia Langsung diam dan hendak pergi berlalu, seperti dia salah tempat untuk mengutarakan kepedihan hatinya.


"Tak ... Tak ... Tak!"


John Yu langsung melangkah hendak pergi.


Tetapi wanita itu langsung meraih kaki John, dia masih duduk dan merangkak.


"Jangan pergi, kenapa cintaku tidak pernah berhasil? aku bahkan mengejarnya sampai kesini akan tetapi ternyata dia sudah menikah, istrinya cantik sekali lagi, huaaaaa!"

__ADS_1


Wanita itu menangis tersedu-sedu, sepertinya dia baru saja merasakan cinta bertepuk sebelah tangan.


John yang semakin risih langsung menyingkirkan wanita itu.


"Ck! wanita aneh!" ketus John Yu dengan matanya yang tajam, tetapi wanita itu langsung terkejut.


Wanita itu menangis lagi, "Huaaa, kenapa kau mirip dengannya? kenapa kau mirip dengan lelaki yang aku suka? apakah ini nyata?" wanita itu bangkit lalu menjinjit menyentuh wajah John.


"Lepaskan aku wanita aneh! aku tidak mirip siapapun!" geram John sekarang moodnya sudah berubah kesal.


John merasa sial sekali, bahkan untuk menumpahkan kekesalan dan kesedihan pun, keadaan tak membiarkan, selalu saja ada yang mengganggu.


Wanita itu tetap menangis, eye liner yang mencair hitam membasahi matanya membuat tampilannya begitu berantakan.


Dia bahkan tidak mau melepaskan John Yu walau John sudah mendorongnya.


Malahan sekarang, tanpa ia sadari karena John mirip dengan lelaki yang ia taksir sejak ia kuliah dulu, di tidak sengaja mengecup bibir John membuat John syok dan terkejut.


Bahkan dia sampai mendorong wanita itu sampai terjatuh, sepertinya wanita mabuk itu juga telah tertidur berbaring diatas jembatan.


John yang mengusap-usap bibirnya harus menghela nafasnya panjang, dia kesal sekali tetapi dia tidak ingin menghabiskan waktu lebih lama dengan wanita ini.


Jadi dia pergi begitu saja.


"Sialan!" geram nya melangkah dengan lantang.


Sampai saat ia melangkah menjauh, ada beberapa pelayan berlari kearah jembatan itu.


"Nona Larissa? kenapa anda bisa tertidur disini?" seru para pelayan itu berlari kearah Larissa Palma.


Ya, wanita yang sedang patah hati adalah Larissa Palma, yang rela berkerja di sebuah perusahaan dan menjadi karyawan demi mengejar cintanya akan tetapi ternyata semuanya sudah terlambat.


Lelaki yang ia taksir bahkan tidak ingat jika dia adalah juniornya di kampus dahulu, dan sekarang lelaki yang ia taksir itu sudah menikah dengan wanita cantik, dia bahkan rela datang kesini dan pura-pura belajar di perusahaan Gama Yu hanya demi mengejar Gama.


Tetapi ternyata semuanya sudah terlambat.

__ADS_1


***


__ADS_2