
***
Episode 109 : Malam bergairah (Bag I)
Warning : Dibawah ini akan ada adegan dewasa, jika tidak suka adegan dewasa tinggal skip aja ya dan tolong jangan bilang kenapa banyak adegan dewasa nya, adegan dewasa ini perlu dibuat untuk menunjukkan keintiman mereka.
Khusus yang umurnya belum dewasa tolong dilewatkan episode ini juga.
Terimakasih
Author Joy
***
Di kamar pribadi Gama Yu dan Rani,
Saat melihat istrinya sudah bersembunyi dalam gundukan selimut membuat Gama menyeringai nakal, dia terkekeh melihat bagaimana istrinya masih malu malu, padahal dia sudah melihat semua lekuk tubuh istrinya.
"Sayang, apa kau kita selimut ini bisa melindungi mu dariku? ho ho, kau salah," bisik Gama sudah memegang ujung selimut.
Lalu tanpa aba-aba, hanya sekali hentakan pertahanan Rani telah terbuka semuanya.
Dan ....
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantung Gama berdetak terlalu cepat, dia tidak pernah menduga jika istrinya akan terlihat semakin cantik dan menggoda, tidak bisa ia jelaskan dengan kata-kata lagi.
Semua lekuk tubuh istrinya terpampang nyata dan menggoda sekali, rasanya kepuasan tidak bisa menggambarkan betapa terpesonanya ia melihat istrinya ini.
"Sayang ...." Gama Yu hendak mendekat dan memberikan pujian sebanyak yang ia bisa, akan tetapi Rani yang sudah terlanjur malu tak bisa menyembunyikan rasa geli dan malunya.
"Ah, jangan bicara padaku, dasar mesum! aku malu ..." Rani hanya bisa menutup wajahnya sejak suaminya sudah menyingkirkan pertahanan terakhir nya.
__ADS_1
Tubuhnya yang sudah terlihat begitu menggoda pasti sudah dipandangi suaminya sekarang ini.
"Hehe," Gama Yu memang akan semakin suka dan tertantang jika saja istrinya bersikap begitu menggemaskan seperti ini.
Seolah hendak menjinakkan landak, sekarang sudah tidak akan ada lagi yang bisa menahannya.
"Sayang, kau cantik sekali, kenapa harus malu? aku akan suami mu, tubuhmu ini sudah menjadi milikku, dan hanya aku ..." bisiknya menarik tangan istrinya, agar Rani dalam posisi duduk menghadap kearahnya.
Rani masih menutupi wajahnya dengan salah satu tangan karena bagaimanapun dia tetap saja malu, mau dibilang apapun semua hak ini tetaplah baru baginya dan dia terlalu malu dan tidak terbiasa.
Gama secara perlahan menarik tangan istrinya, dia mendekatkan wajahnya dan tersenyum menatap istrinya.
"Wajahmu merah sekali, kau pasti memikirkan hal mesum kan?" goda Gama membuat Rani jadi kesal.
Dia langsung menatap tajam kearah suaminya dan memukul lengan nya.
"Kau yang meminta ku memakai ini, kenapa selalu aku jadi korbannya? mana ada aku memikirkan hal mesum!" ketus Rani dengan wajahnya yang cemberut namun malah semakin menggemaskan di hadapan Gama.
"Glek!"
Sudah berminggu-minggu dia menahan gairahnya, seorang Gama Yu yang biasa tidak akan bisa tidur sebelum melakukan pelepasan benar-benar menahan dirinya demi sang istri.
"Srek!"
Diraihnya pergelangan tangan istrinya, dia dorong nya lagi sampai terjerembab ke atas kasur, dia genggam kedua pergelangan tangan Rani hanya menggunakan satu tangan, di tarik nya keatas kepala Rani, agar Rani tidak bisa lagi menutupi tubuhnya, dan dia akan puas melihat nya.
Matanya segera menjelajah ke seluruh tubuh istrinya, buah dada, pinggang yang ramping dan seluruh tubuh istrinya terlihat menerawang di balik kain tipis yang sengaja ia belikan untuk malam panas ini.
"Sayang, kau memang penggoda ulung, kau sengaja memakai pakaian menerawang seperti ini untuk menggoda aku, tenang saja aku akan memuaskan mu," bisik Gama Yu menyeringai, dia mulai mengecup dahi istrinya, turun ke pipi lalu berakhir di bibir istrinya yang lembut itu.
Lagi-lagi sifat Gama yang tidak bisa di lepaskan, dia selalu saja merasa digoda oleh istrinya ini, padahal gairahnya saja yang tidak bisa ia tahan setiap kali melihat istrinya.
"Ah, aku bahkan tidak bisa membalas ucapan mu, karena aku terlalu terbiasa menjadi pihak yang dirugikan! kau mesum!" ketus Rani sedikit mengambil nafas dari ciuman panas yang sedang dilancarkan oleh suaminya ini.
__ADS_1
"Hehe, mesum gini kan suami mu juga sayang, sudah cukup basa-basi nya, mari kita lakukan menu utama yang tertunda beberapa minggu ini," bisik Gama mulai menuntut, ciumannya mulai turun ke area leher.
Disana dia meninggalkan banyak jejak kepemilikan, dia suka sekali meninggalkan bekas kepemilikan di tubuh istrinya.
Seolah itu bukti jika dia benar-benar memiliki istrinya ini.
"Ah ...." Rani yang tadinya malu sudah mulai merasakan kepalanya pusing dan tubuhnya panas, Gama Yu terlalu hebat dalam hal ini, sampai sampai rasa malu Rani tadi telah hilang dengan rasa yang aneh.
Tangan Gama sudah mulai melepaskan genggaman tangannya dari pergelangan tangan Rani, dia tahu jika istrinya ini telah menikmati sentuhan dan esapan nya.
Gama menyeringai puas jika Rani telah mengeluarkan suara nakal yang membuat gairahnya semakin membara.
Gama duduk sebentar, dia melepaskan piyamanya dan batangnya langsung menyembul keluar seperti dia sudah tidak sabar melakukan nya.
Dia kemudian turun lagi, menahan tubuhnya dengan kedua tangan agar berat tubuhnya tidak membebani istrinya.
Nafasnya semakin panas dan terasa di kulit Rani, membuat Rani juga merasa panas, tubuh mereka memang sangat cocok satu sama lain.
"Hanya kau yang bisa membuat ku gila seperti ini, kepuasan yang tidak pernah aku rasakan, hanya kau yang bisa memberikan aku rasa itu! kau memang wanita yang hanya diciptakan untukku!" bisiknya mulai memberikan rangs*ng*n di tubuh istrinya agar istrinya siap melakukan ke menu utama hubungan kesukaan nya ini.
***
Gama Yu
Notes : Jangan tanya kenapa visualnya cuma ini, soalnya cuma dia yang kutahu cowok paling ganteng, gada yang lain :(
Pemeran cewek nya belum tau aku, bisa kasih saran guys 🥺
Btw adegan ranjang ga jadi di skip, soalnya kalian ternyata pada suka adegan ranjang. wkwkwk
Soalnya ini novel rating dewasa ya kan, kalau ga mau ada adegan ranjang baca novel genre religi aja. 🤍
__ADS_1
Terimakasih semuanya sudah dukung, sayang kalian banyak-banyak 🤍