Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Semuanya sudah terlambat


__ADS_3

***


Di kediaman John.


***


Dia sangat sedih hari ini, hatinya hancur. Dia merasa telah mengkhianati orang yang paling dia cintai, dia menidurkan diri di Kasurnya dan membayangkan wajah Rani yang di bandara tadi.


Tok ... Tok ... Tok


"Tuan John, ini ada undangan, dikirim oleh saudara mu Gama," ucap seorang pelayanan sembari memberikan sebuah undangan padanya. "Hah? undangan? apa dia sudah tidak waras?" balas John heran, tumben dia memberikan undangan padanya.


Alangkah terkejutnya John, dibacanya sekali lagi sembari mendekatkan undangan itu ke matanya.


"ini aku yang salah lihat atau gimana?" decak Gama kesal, dan tangannya sudah bergetar.


"Tidak mungkin! aaaaaa! tidak!" teriak Gama dan berlari menuju mobil ingin langsung ke rumah Rani. Bagaiman tidak, di undangan itu tertulis undangan pernikahan antara Gama Yu × Rani Mahendra.


Dengan tangan yang bergetar, emosi yang meluap. Di tancapnya gas ke level maksimum. Ingin rasanya ia cepat sampai di rumah Rani. Meminta penjelasan dari undangan yang di tangannya.


Sekitar 35 menit sampailah John di rumah Rani ....

__ADS_1


"Rani!" teriak John di depan pintu rumah. Hal itu sontak membuat keluarga Rani terkejut. Segera Sheryl ke pintu rumah dan membukanya.


"Ada apa ya? kamu siapa? kenapa berteriak di rumah orang?" tanya Sheryl sedikit kesal. Menurutnya anak muda yang dihadapannya ini sungguh tidak sopan.


Sedangkan Rani, langsung berlari kebawah menjumpai asal teriakan tadi, dia tahu itu suara John.


"Ibu, biarkan Rani berbicara sebentar dengan dia. Dia teman Rani," ucap Rani pada ibunya agar mengijinkannya berbicara dengan John sebentar.


Segera John menarik tangan Rani dengan kasar dan menuntunnya ke arah parkiran mobil.


"Jelaskan apa ini?" tanya John dengan ekspresi yang sangat marah.


Hal itu malah menyulut emosi Rani yang sudah ia tahan sedari tadi.


"Dan ternyata kau bersenang-senang dengan tunangan mu di luar negeri. Apalagi yang kau tuntut dariku? kesetiaan? kau yang menghancurkan nya! bajingan!" teriak Rani sambil menangis sejadi-jadinya di hadapan John.


"Kau tahu besok aku menikah dengan Gama, keluargaku berhutang padanya. Saat kau tidak ada ayahku harus di operasi dan membutuhkan biaya yang sangat banyak. Adikku harus membayar uang kuliahnya dan saat itu Gama menolong keluarga ku, dan sudah sepantasnya lah aku membalas budi," tegas Rani sembari meninggalkan John.


Mendengar penjelasan Rani, sontak John sudah mengerti akar permasalahannya, mereka di jebak oleh Gama abang tirinya.


Dia tahu betul sifat Gama, dia akan melakukan hal licik dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan tujuannya. Sifat Gama sangatlah mirip dengan sifat ayah mereka.

__ADS_1


Segera ia menahan tangan Rani dan memeluk Rani dengan sangat erat.


"Tidak bisa kah kau menungguku? aku sangat mencintaimu! wanita yang menjadi tunangan ku hanyalah wanita yang dijodohkan ayahku untuk memperkuat bisnis," ucap John sambil meneteskan air matanya.


"Sudah terlambat John, aku sudah tidak bisa kembali padamu, besok aku sudah resmi menjadi milik orang lain," balas Rani melepas pelukan John.


Sebelum Rani pergi, "Apakah kau tahu jika Gama adalah abang tiriku yang selama ini aku ceritakan padamu?" teriak John pada Rani yang hendak pergi itu.


Mendengar itu membuat Rani terkejut, tapi nasi sudah menjadi bubur. Semua sudah terlambat.


"Waktu memang tidak memihak kita John," gumam Rani tetap melanjutkan langkahnya.


"Aku tidak akan melepaskan mu, bahkan saat kau sudah menikah dengan bajingan itupun, aku tetap akan menunggumu!" teriak John, sungguh pilu teriakannya.


Hampir tergerak hati Rani mendengar teriakan itu, tapi di urungkan niatnya, karena memang pernikahan besok tidak dapat dibatalkan, karena ini merupakan keinginan orang tuanya juga.


Sambil menangis sesenggukan Rani berlari ke kamarnya, dia berlari agar ibu dan adik-adiknya yang lain tidak menanyai dirinya. Semalaman Rani menangis dia sudah tidak peduli dengan penampilannya besok.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2