
Episode 80 : Ardhan Reiner dan Rani.
***
di kantor Gama,
"Suamiku!"
"Suamiku!"
"Suamiku!"
Entah sudah berapa kali kata suamiku berputar di kepalanya dan membuat senyuman diwajahnya menyeringai bahagia sekali.
Sejak istrinya memanggil dirinya suamiku langsung membuat Gama luluh dan merona sekarang ini.
"Pak ..."
"Pak ..."
Sejak tadi Assiten Gama, Roni sudah memanggil Gama sejak tadi, tetapi Gama terlihat senyam senyum melihat layar komputer nya.
"PAK!"
Roni akhirnya memanggil atasannya dengan Nada suara yang sedikit meninggi.
Gama segera sadar dan bersikap normal lagi.
"Ehem, ada apa?"
"Masalah proyek baru kita yang ditangani oleh Larissa, sepertinya dia butuh bantuan langsung dari Bapak, saya sudah menilai kinerja nya, dia memang pandai dalam statistik tetapi dalam penerjunan ke lapangan dia masih sangat amatir,"
Roni sedang melaporkan mengenai Larissa yang sekarang sudah menangani proyek baru yang ada di luar negeri itu.
Gama berpikir sejenak, dia melihat Larissa memang memiliki kemapuan tersembunyi, banyak hal yang bisa di gali dari wanita bangsawan itu.
"Dia memang pintar, jarang kita menemukan karyawan seperti itu, suruh dia kesini, dia akan belajar langsung dariku selama beberapa bulan agar dia bisa mempraktekkan nya disana!"
Gama sudah tidak mau pergi ke luar negeri dan meninggalkan istrinya, jadi lebih baik Larissa saja yang datang kesini.
Saat Gama dan Roni sedang membicarakan mengenai bisnis dan proyek baru yang banyak mereka lakukan seseorang mengetuk pintu ruangan Gama.
Wajah Gama langsung masam saat mendapati ada orang yang dengan berani mengetuk pintunya saat dia dan assisten nya sedang berdiskusi.
Orang yang mengetuk pintu itu akhirnya masuk ke ruangan pribadi Gama, dan wajah Gama semakin terlihat marah sekali
__ADS_1
Bagaimana tidak, orang yang menganggu itu adalah Christy.
Disaat yang sama,
Di perusahaan Ardhan Reiner,
Rani sudah datang perusahaan Ardhan Reiner bersamaan dengan rekan kerja yang lain, Gama tentu tidak membiarkan Rani sendirian.
Hal itu membuat Ardhan memicingkan matanya, "Dasar si Gama itu, benar-benar licik!" seru Ardhan masih tetap tersenyum menyambut Rani dan salah satu rekan Rani yang lain.
Ardhan segera memanggil assiten nya untuk memberikan tour ke rekan Rani dan untuk Rani sendiri, Ardhan ingin berdiskusi langsung.
"Kenapa rekan saya harus bersama assiten anda Pak?" tanya Rani sedikit bingung, kenapa harus dibedakan.
"Rekan mu akan terjun ke lapangan, dan kita akan mendiskusikan skema disini," balas Ardhan benar-benar pintar mencari alasan.
Rani merasa alasan itu masuk akal, jadi dia menerima nya begitu saja.
***
Ardhan kemudian menjelaskan beberapa hal kepada Rani, mengenai proyek yang sebenarnya sudah disepakati, tugas Rani hanyalah sebagai pengawas apakah proyek itu benar dikerjakan atau tidak.
Rani mendengarkan dengan seksama, matanya yang bulat dan berbinar sungguh memancarkan mata yang sungguh ingin belajar dan melakukan yang terbaik yang ia bisa.
Setelah beberapa saat membicarakan masalah proyek mereka, Ardhan mengajak Rani makan bersama di sebuah restoran di dekat perusahaan.
"Rani, ayo makan bersama di restoran dekat perusahaan ku, aku akan membelikan mu makanan enak," seru Ardhan mengajak Rani sesantai mungkin agar tidak membebani Rani.
Rani yang mendengar itu tentu saja langsung menolak.
"Maaf Pak, tetapi suami ku akan datang menjemput ku untuk makan siang bersama," balas Rani tersenyum hormat dan menolak dengan sopan tentunya.
"Suami mu? Gama?" Tanya Ardhan memastikan lagi.
"Iya pak," balas Rani menunduk dan hendak pergi berlalu.
Ardhan terkejut mendengar itu, belum pernah ia mengetahui jika Gama mau dan rela menjemput wanita hanya untuk sekedar makan bersama.
Ardhan melihat pundak Rani yang semakin menjauh darinya.
"Caranya berjalan dan caranya berbicara sungguh sama denganmu, apakah aku sudah gila? bisa-bisanya aku mencoba mendekati wanita yang sudah punya suami hanya karena dia memiliki kemiripan dengan mu," ketusnya mengusap kasar rambutnya.
Hatinya perih membayangkan masa lalunya lagi, semenjak pertemuan terakhir nya dengan Rani, semakin sering bayangan masa lalunya terbayang di pikirannya, semakin sering dia mengingat wajah yang tidak pernah hilang dari ingatannya.
Senyumannya dan mata yang berbinar dan bulat itu benar-benar sama dengan Rani,
__ADS_1
Dia melihat Rani tetapi wajahnya selalu menjadi samar dan sama dengan anak perempuan yang ingin ia lindungi dahulu.
Saat dia melihat Rani semakin menjauh hatinya menjadi semakin sakit dan sesak, dia mengejar dengan langkahnya yang berat sampai akhirnya secara tiba-tiba di terjatuh karena semuanya menjadi bayang-bayang tak jelas.
Dia pingsan hanya karena melihat Rani melangkah semakin jauh darinya.
Semua luka yang ia tahan sendiri seolah menyeruak ke permukaan, seperti api yang menghanguskan segalanya, dia mengingat semua kenangan menyedihkan itu seperti baru saja terjadi.
Aneh memang, tetapi kenangan itu semakin jelas terlihat olehnya membuat nya jatuh tak berdaya.
Ardhan Reiner yang memang terkenal dengan hidupnya yang misterius, entah apa yang terjadi dalam hidupnya.
***
Sebelum Gama hendak menjemput istrinya makan siang bersama,
Christy sudah datang dengan mata yang bengkak akibat menangis karena tidak mau menikah dengan John.
Saat melihat Christy datang ke ruangan atasannya, Roni mengerti dan langsung keluar dari ruangan atasannya ini.
"Gama, aku akan di nikahkan dengan John, tolong bantu aku membatalkan pernikahan kami, kau sudah berjanji akan menghancurkan John jika aku membantu mu, tetapi kau tidak bilang aku harus sampai menikah dengannya!"
Christy menangis tersedu-sedu, berlari dan memohon kepada Gama.
Gama yang masih marah besar kepada Christy yang telah menjebak istrinya saat lalu ingin menghempaskan dan melempar Christy tetapi masih ia tahan karena akan menimbulkan masalah nantinya.
"Christy! apakah kau masih memiliki muka untuk bertemu denganku? apakah kau ingin mati dengan cepat? ha?" wajah yang penuh keseriusan dan mata yang menghakimi, Christy dibuat takut akan tetapi dia tidak peduli, dia akan melakukan apa saja demi Gama membantunya.
"Gama, tolong aku, aku bersalah tetapi tolong jangan buang aku, aku akan menjadi mainan yang baik untuk mu, aku tidak akan menginginkan hal lebih darimu, tapi tolong jangan biarkan John sampai menikah denganku, ku mohon!"
Christy naik ke pelukan Gama, dia memeluk lelaki ini erat sekali mencoba membuat Gama luluh, tetapi malah membuat Gama risih.
***
Novel ini akan update setiap hari yaa, jadi mohon di tunggu, berikan komentar membangunnya biar aku makin bagus dalam menulis.
Btw aku tahu banyak kekurangan dalam novel ini, jika kalian menemukan ada salah ketik, tinggalkan komentar saja ya, biar ;langsung aku perbaiki hehe.
Makasih ya semuanya, lope you.
***
Jangan lupa follow ig author : @nitanaiibaho
Kalian bisa DM dan tanya2 disana
__ADS_1