
Episode 120 : Kelinci imut.
***
Sesaat setelah Deffan Yu murka dan menghempaskan ponselnya sampai berserakan, Deffan meminta ijin kepada Leonardo karena ada masalah baru yang sedang ia hadapi.
Deffan segera memerintahkan supir pribadinya untuk menyiapkan kendaraan untuknya agar segera pergi ke kantor polisi.
Kali ini Marian sungguh sudah keterlaluan dan membuat masalah yang akan sulit di padamkan.
"Ada apa Ayah?"
John Yu sedikit mengejar ayahnya yang langsung beranjak pergi, dengan wajah yang murka dan kesal.
"Ibumu membuat masalah, kenapa harus di saat seperti ini sih!" geram Deffan hanya menanggapi singkat lalu langkahnya sudah melangkah dengan tegas dan berlalu dengan cepat.
"Ibu? bukankah ibu tadi sakit dan pergi ke rumah sakit?" gumam John Yu sedikit kebingungan.
Karena begitu penasaran, John mengikuti ayahnya, dia ingin tahu sebenarnya masalah apa yang sedang terjadi sekarang.
***
Disaat yang sama, Rani yang benar-benar memberikan kedamaian di hati Gama malah sekarang tertidur di bahu Gama.
Sepertinya pekerjaan baru sebagai detektif dadakan membuat nya lelah seharian, juga bagaimana ia sejak tadi mencari Gama untuk memamerkan kemampuan nya, membuat Rani mengantuk dan bersandar di bahu suaminya.
__ADS_1
Gama sedikit tersenyum, melihat betapa lucu istrinya saat tidur.
Matanya kemudian melihat kearah layar, pesan ibunya yang sejak tadi masih berputar, "Ibu ... ini istriku, sebentar lagi kami akan memiliki anak, aku tahu kesalahan ku tidak akan pernah bisa termaafkan, akan tetapi sekali saja aku ingin egois, aku tetap ingin bahagia,"
"Kenangan tentang mu membuat aku begitu menderita dan mendendam, maafkan aku, tetapi aku hanya ingin mengingat kenangan indah saja bersamamu,"
"Aku akan melakukan hal terakhir sebagai ucapan perpisahan ku, akan ku pastikan Marian dan Ayah mendapatkan balasannya, setelah itu aku ingin melupakan kepahitan dan penyesalan ku, aku ingin hidup dan bahagia bersamanya,"
Gama berbicara pelan, dia mematikan rekaman itu, lalu ia menggendong istrinya dalam gendongan nya.
Kenangan tentang ibu harusnya membahagiakan, tetapi tidak bagi Gama, kenangan tentang ibu baginya benar-benar melukainya dan menorehkan penyesalan paling dalam baginya.
Susah baginya untuk tetap melangkah maju dan hidup bahagia jika penderitaan ibunya tetap melekat di hatinya.
Tetapi Gama tahu, sekarang kehidupannya bukan lagi hanya tentang dia akan tetapi juga tentang istrinya dan anak nya yang belum lahir, jadi mungkin sudah saatnya memaafkan diri sendiri dan menyelesaikan masalah yang datang dari kenangan masa lalunya.
***
Dia sudah memasuki mobil dimana Roni sudah menunggu atasannya ini sejak tadi.
Saat mobil sudah melaju, Roni sedikit melihat atasannya dari kaca mobil, seperti ingin menyampaikan sesuatu.
Gama yang menyadari itu langsung bertanya tentunya, "Ada apa Ron? apa ada masalah seharian ini?" tanya Gama masih memeluk erat istrinya, memastikan istrinya tidak akan terkena angin malam dan masuk angin karena melakukan perjalanan di tengah malam.
"Ummm ..." dengan sedikit gugup dan juga seolah tidak percaya sebenarnya, Roni akhirnya mengatakan apa yang membuat nya sedikit gugup sekali tadi.
__ADS_1
"Sebenarnya ini bukan masalah Pak, alam tetapi ini tentang istri anda, bawan saya tadi memberikan laporan dan video mengenai apa yang istri anda lakukan satu harian ini," balas Roni benar-benar berterus terang.
Mata Gama sedikit memicing, lalu ia menjadi penasaran, apa yang dilakukan istrinya seharian ini yang membuat Roni sampai seperti itu.
"Memangnya istriku melalukan apa?" tanya Gama sudah benar-benar penasaran.
"Umm, jadi begini, istri anda baru saja memenjarakan ibu tiri anda," seru Roni dengan tegas namun membuat Gama sedikit kebingungan karena tidak percaya.
"Ha?"
"Istriku memenjarakan siapa?" Gama memperjelas ucapan Roni yang seolah tidak bisa ia percayai.
"Sudah kuduga ini diluar dugaan, aku saja hampir tidak percaya, tetapi ini benar-benar nyata, Nyonya Rani benar-benar buka wanita sembarangan, sepertinya dia telah beradaptasi hidup di sisi monster seperti Pak Gama," Roni masih sempat bergumam, karena memang aksi Rani hari ini seolah tidak nyata karena terasa seperti kisah heroik.
"Iya Pak, istri anda memenjarakan Ibu tiri anda , Marian," seru Roni lagi memperjelas ucapannya sekali lagi.
Mata Gama sedikit melebar, lalu ia melihat kearah wajah istrinya yang terlelap, begitu lucu dan imut, seperti kelinci yang lemah dan butuh perlindungan.
Siapa sangka wanita imutnya benar-benar bisa melakukan hal luar biasa seperti itu.
"Pffttt!"
Gama tertawa sedikit lalu ia semakin mengeratkan pelukannya.
"Wanitaku memang sangat hebat, tanpa aku harus melakukan banyak hal dia langsung mempermudah jalanku, dengan begini akan lebih mudah menjerat wanita rubah itu," sahut Gama benar-benar bangga sekali.
__ADS_1
Dia akan meminta laporan lengkap dari Bi Mendi saat pulang nanti, dia ingin mendengar cerita terlengkap nya.
***