
Episode 35 : Hanyalah boneka mainan
***
Di dalam ruangan pribadi Gama Yu,
Gama dengan cepat segera duduk di kursi kebesarannya membuka komputer yang memang ia design untuk ia sendiri, dan tangannya segera mengotak atik beberapa pekerjaan yang memang harus ia selesaikan sekarang juga.
Rani yang merasa hidupnya bagaikan rollercoaster itu hanya bisa menunggu Gama menyelesaikan pekerjaannya, Rani tidak diberikan pilihan untuk menolak, bukan saja karena kengerian lelaki ini akan tetapi juga karena hidup ayahnya dan masa depan adik adiknya semuanya ada di tangan Gama Yu.
Setelah Rani tahu rencana dan akal busuk Gama dibelakang pernikahan mereka, Rani sudah tahu jika dia tidak sekedar hanyalah boneka mainan, dan salah satu pion Gama Yu untuk mencapai tujuan utamanya.
__ADS_1
Rani sedang melihat ke luar kaca gedung tinggi perusahaan suaminya, matanya melayang melihat lampu lampu gedung kota yang megah, malam memang sudah menyapa dan pemandangan kota metropolitan itu begitu megah saat malam tiba.
Matanya yang kosong dan ekspresi wajahnya yang pilu, mulutnya terdiam akan tetapi raut wajahnya seolah memperlihatkan derita hatinya, dan bagaimana penderitaannya yang terpaksa menikahi lelaki yang tidak ia cintai, bukan itu saja bahkan dia tidak bisa membantah dan hanya menjadi boneka mainan semata, hanya sebuah pion untuk melancarkan rencana Gama.
Saat Gama telah selesai mengotak atik keyboard komputernya, dia akhirnya selesai mengerjakan pekerjaan nya, dia segera tertuju kepada Rani yang menatap ke luar kaca ruangan dimana matanya begitu dalam dan pilu.
Wajah Gama yang tegas dan matanya yang menyelidik menatap kearah Rani, dia segera melangkah dan mendekat, dia menarik tangan Rani dan menghadapkan tubuhnya agar mendekap kearahnya, dia menatap wajah Rani dari dekat dan melihat matanya.
Mata yang bulat namun dialihkan darinya, Gama menyeringai, lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Rani, “Sayang, jika kau memikirkan untuk bisa pergi dariku dan melarikan dariku, maka kau salah besar tidak ada yang bisa melarikan diri dariku, jika saat ini yang kau pikirkan hanya untuk pergi maka aku akan menangkap mu dan mengikatmu, karena kau telah menjadi milikku sekarang,” bisik nya dekat sekali.
Lalu setelah itu tangannya menarik wajah Rani dan segera ia mencium bibir lembut yang sejak tadi menggugah gairahnya, dia memainkan lidahnya dan menggigit tipis bibir merah itu, dia akan menyeringai setiap kali Rani tersendat dan mencoba memundurkan dirinya, seperti dia ingin menangkapnya lagi dan menghabisinya lagi.
__ADS_1
Ciuman panas dan menuntut itu dilancarkan lagi oleh Gama, seperti kecanduan dengan bibir cantik yang lembut, setiap kali bibirnya menyentuh bibir istrinya maka darahnya seperti mendidih dan dia ingin yang lain.
Background menakjubkan dimana pemandangan lampu gedung gedung tinggi dan kerlap kerlip ibu kota membuat suasana menjadi semakin menakjubkan, semangat dan nafas Gama mengikuti irama ciuman panasnya, nafasnya menjadi memburu.
Bibirnya turun ke area leher istrinya dan dia menggigitnya tipis sampai memerah, suara kecil Rani saat ia melakukan itu akan semakin menaikkan gairah lelaki dewasa yang ada didalam dirinya, dia menggigit dan menyesap bagian leher Rani dan memberikan tanda bekas disana.
Serangkaian penolakan dan dorongan dari tangan dan tubuh Rani tidak membuat Gama mundur malah semakin agresif.
“Ah, Tu … Tuan tolong hentikan,” seru Rani sudah kelelahan dan dia tidak bisa mengimbangi ciuman nakal dan gigitan tipis suaminya ini, tangannya hendak mendorong dan menekan pundak Gama agar ia mendengarkan, tetapi tangan mungilnya langsung di tangkap oleh Gama dan sekarang jemari mungil itu ia sesap dan matanya menatap tajam kearah Rani dari jarak yang begitu dekat.
“Sayang, belum saatnya berteriak dan mencakar pundak ku, kau bisa berteriak sepuas mu dan mencakar ku saat kau ada di bawahku, saat kasur kita basah oleh keringat kita kau boleh mengeluarkan suara menggoda mu dan saat itu aku pastikan penyatuan kita akan membuat mu menggila dan ketagihan,” Gama menyesap jemari mungil Rani sepeti menyesap permen, dia menggoda Rani dengan senyuman nakal dan mata tajamnya.
__ADS_1
***