
Episode 39 : Malam panas
***
“Jangan hanya mengangguk, kau harus menjawab ku dengan kata kata,” bisik Gama lagi sembari bibirnya sudah meraih buah dadanya dan bermain gemas disana, membuat Rani semakin panik dan darahnya seperti sedang mendidih.
“Ba … baik Tu … Tuan,” nafas yang tergesa gesa dan bahasa tubuh yang meringkuk dan malu sekali, wajahnya yang memerah bagaikan tomat matang tidak berani melihat gigitan tipis Gama dan bagaimana Gama bermain main dengan buah dadanya seolah itu adalah kepunyaannya.
“Heh Tuan! Kau tetap memanggilku dengan sebutan itu! ah, terserah lah sudah cukup berbincang bincang nya, berteriak lah jika kau mau berteriak karena malam ini kau akan merima hukuman karena berani melirik lelaki lain!” geram Gama tersenyum sangat nakal, dia kemudian melancarkan aksi nakalnya.
Membuat tubuh Rani merespon dengan berlebihan, hubungan percintaan mereka ini terasa aneh dan berbeda dari saat mereka melakukannya pertama kali, sentuhan lelaki ini juga perlahan membuat tubuh Rani seperti lupa diri, dan rasanya sudah tidak sakit lagi.
Gama dengan segera membuka pakaian nya dan membuat dirinya polos seperti Rani, wajahnya dan gairah lelaki yang sedang ia tahan itu membawanya seperti kehilangan akal.
__ADS_1
Dia memasukkan miliknya kedalam milik Rani sampai membuat Rani memejamkan matanya, Gama benar-benar ahli dalam ranjang.
Kecepatan pinggul dan ritme yang ia berikan kepada Rani, ia atur sedemikian rupa agar Rani kehilangan akal nya dan menunjukkan ekspresi nakal dan kenikmatan di wajahnya.
"Ah!"
"Aku pasti sudah gila! apa ini! apakah ini memang rasanya seperti ini?"
"Aku malu, suaraku tidak bisa berhenti menggeram!"
"Aku tidak pernah bercanda dengan ucapan ku sayang, ketika aku bilang ingin membuat mu merasa keenakan dan lupa diri maka akan aku lakukan sampai kau lemas!" bisik Gama begitu percaya diri.
"**!*, kau enak sekali, mungkin karena ini aku tertarik kepadamu!" geram Gama dengan suaranya Yang semakin berat dan naik diikuti dengan ritme gerakan yang semakin cepat, melambat dan cepat lagi.
__ADS_1
Rani yang merasakan getaran hebat yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, hanya bisa pasrah dan berteriak sepelan mungkin.
Gama bercinta semalaman, mengontrol permainan nakalnya dengan sangat baik, suara suara tipis dan teriakan kecil menarik perhatian dan gairah Gama lebih lagi, jika dia telah melakukan pelepasannya maka dia akan melakukannya lagi seolah dia tidak lelah sama sekali.
Setelah sekitar tiga jam melakukan penyatuan, Gama memutuskan untuk mengakhirinya saja karena tubuh Rani sepertinya tidak bisa menerima tenaganya lebih lama lagi.
Gama langsung berbaring di atas tubuhnya polos istrinya, dia menghela nafasnya dalam dan dia mengistirahatkan tubuhnya sebentar, dia mengecup dahi Rani dan menyeringai melihat wajah Rani yang sepertinya malu sekali karena menunjukkan wajah memalukan saat mereka berhubungan.
"Sayang, aku akan mandi di ruangan kerja ku, mandilah di kamar mandi ini," bisik Gama segera mengambil boxer yang terjatuh di bawah kasur dan melangkah puas menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
***
Malu banget aku nulis ini, wkwkwk akhirnya aku mulai belajar menulis adegan dewasa, semoga kalian semua sudah dewasa ya, maafkan aku jika penggambaran nya kurang bagus juga 🥺
__ADS_1
Jangan lupa dukung aku ya, di like dan komen biar popularitas nya naik dan di promo sama sistem, dukung author agar betah di sini hehe.
makasih semuanya, lope you sekebon dah semuanya 🥰😘