Terpaksa Menikahi Tuan Kejam

Terpaksa Menikahi Tuan Kejam
Rani manja sekali


__ADS_3

Episode 106 : Rani manja sekali.


***


Gama dan Rani akhirnya kembali ke kediaman mereka, sedangkan Sheryl kembali ke rumahnya, dia masih harus mengurus suami dan anak-anaknya.


Tetapi Sheryl sudah bahagia sekali, akhirnya dia bisa tenang setelah melihat betapa Gama mencintai dan memanjakan putrinya yang selalu ia khawatirkan itu.


Setelah beberapa saat dalam perjalanan,


Akhirnya Gama dan Rani sampai di kediaman mereka, Gama tetap menggendong istrinya karena Rani benar-benar berubah menjadi manja sekali dan ingin selalu ada di dekat Gama.


"Sayang, anakmu dan istrimu ini sedang lapar, kami ingin makan," Rani berbicara manja sekali, dia memegangi perutnya yang masih rata.


Dia melihat kearah Gama yang sedang membereskan beberapa barang pribadi istrinya yang dibawa dari rumah sakit.


"Brak!"


Barang yang dipegang oleh Gama terjatuh setelah Rani memanggil nya dengan sebutan sayang.


"Glek!"


Dia menelan salivanya dalam dalam dan melihat kearah Rani sekarang yang sedang terlihat sangat menggemaskan.


Gama memejamkan matanya sejenak dan mengatur pernafasan nya.


Dan tanpa menunggu lagi, dia langsung pergi kearah balkon membuat Rani keheranan.


Gama tidak tahan saat Rani memanggil nya dengan sebutan sayang dengan sukarela, benar-benar menggoyahkan imannya.


"Tring ... Tring ... Tring!"

__ADS_1


Gama langsung menghubungi sahabatnya, Ares. Sungguh dia benar-benar sudah tidak tahan lagi, dari seluruh wanita hanya Rani yang selalu membuat nya tidak bisa menahan dirinya sendiri.


"Halo? ada apa? baru juga tadi kita bertemu, kau sudah kangen saja," goda Ares menggoda Gama atas kemesraan Gama dan istrinya pagi tadi.


"Ck, berhenti bercanda! apakah memang melakukan itu sungguh tidak boleh sama sekali, aku bisa gila sebentar lagi jika menahan ini terlalu lama!" geram Gama sedang mengepal tangannya, wajahnya memerah dan dia sudah tidak akan puas lagi jika hanya harus melakukan pelepasan di kamar mandi.


"Haahhh!" Ares sudah yakin jika Gama pasti akan sering menanyakan ini dalam proses kesembuhan istrinya.


"Tidak bisa, kau mau membuat tulang punggung nya tidak sembuh selamanya, tunggu beberapa minggu lagi baru kau bisa melakukan nya!"


Seru Ares dengan jawaban yang sama, entah sudah berapa kali Gama menanyakan hal ini, seolah dia memang benar-benar tidak bisa menahannya lagi.


Setelah melakukan panggilan itu, Gama melihat kearah langit, dia menelan salivanya dan sedang mencoba menahan dirinya.


"Tahan Gama! tahan! demi kesehatan istrimu, kau harus mementingkan istrimu!" ketus Gama sekarang masuk lagi ke dalam kamar.


Hanya saat dia membuka pintu kamar dia melihat istrinya sedang mengikuti langkahnya menggunakan tatapannya yang menggemaskan itu.


"Sayang, aku dan bayimu lapar, berikan kami makanan!" Rani tetap mengatakan hal yang sama.


Dia ingin segera makan, tetapi entah kenapa sejak tadi gelagat suaminya ini terlihat seperti dia sedang menahan sesuatu, apalagi wajahnya yang merah itu.


"Sebentar ya sayang, aku akan meminta kepada Bi Mendi agar dia membuatkan mu makanan," balas Gama hendak berlalu tanpa menatap istrinya.


Dia tahu jika dia bertemu pandang dengan mata istrinya maka dia tidak akan lagi bisa menahan dirinya.


"Kata siapa aku mau masakan orang lain, aku ingin masakan mu, aku dan anakmu ingin memakan masakan yang dimasak olehmu!"


Dengan suara yang menggemaskan dan sedikit manja, suara itu terdengar menggoda sekali di telinga Gama.


Entah apa pun sebenarnya yang keluar dari mulut Rani sekarang, semuanya terdengar sangat menggoda.

__ADS_1


"Wanita ini benar-benar pandai menggodaku, memang melakukan itu tidak bisa tetapi aku tetap bisa melakukan itu kan? ha ha ha, kau memang jenius Gama!" geram Gama sekarang sudah menekan pintu dengan sangat kuat karena menahan hasratnya.


Saat ini dia sudah berbalik arah, menatap istrinya dengan tatapan yang sangat nakal dan menggebu-gebu.


"Sayang, apakah kau lupa siapa aku? hmmm?" bisiknya sembari melangkah penuh aura dan wibawa ke arah Rani yang sedang terbaring dan bersandar di ujung kasur.


Rani langsung terkejut saat melihat ekspresi suaminya ini, sepertinya dia telah kelewatan manja sampai sampai membuat Gama berubah seperti ini.


Gama sudah sampai diatas ranjang, dia naik keatas ranjang dan meraih wajah istrinya dengan sangat lembut.


"Aku memiliki gairah yang sangat besar untuk mu, dan saat kau menggodaku tiada henti seperti ini, aku tidak akan bisa menahan nya lagi," bisik Gama meraih tangan istrinya.


Menyesap jemari mungil nya sembari menatap intens kearah mata istrinya.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Rasanya Jantung Rani hampir mau melompat dari dalam, tatapan suaminya ini sangat tajam dan dalam seolah bisa menusuk jiwa.


Apalagi sekarang dia sedang melakukan hal hal nakal.


"Ki ... kita belum bisa melakukan itu, ingat kata dokter?" seru Rani mencoba menyelamatkan dirinya dari kegilaan tiada akhir Gama, suaminya.


"Hehe, tenang saja, tidak akan sampai kesitu ..." Gama terkekeh menyeringai, dia semakin mendekat dan sekarang membisik sembari menyesal daun telinga istrinya lembut sekali.


Sampai sampai buku kuduk Rani merinding semua.


"Kau hanya harus membantuku dengan tangan mu sayang, ini adalah hukuman untuk istri nakal yang selalu menggoda suaminya," bisik Gama dengan suara yang nakal dan sangat menggoda.


Sembari mengarahkan tangan Rani kearah miliknya yang sudah mengeras, Gama mulai menyesap bibir istrinya dengan lembut sekali.


Benar-benar Gama memiliki 1001 cara untuk melakukan hal nakal dengan istrinya.

__ADS_1


***


__ADS_2