
" Terima kasih telah memilih Aku, dari sekian banyak yang lebih layak."
Setelah selesai mengosok gigi Ry keluar dari kamar mandi. Ry duduk di kursi yang berhadapan dengan Lia.
" Mbak nih udah boleh makankan?" Ry yang melihat ke arah nasgor yang berada dalam piring, nasgor yang menggugah selera Ry.
" Boleh, tapi sebelum makan jangan lupa baca doa dulu," kata Lia.
Lia dan Ry membaca doa sebelum makan terlebih dahulu, setelah itu Ry mulai menyuapi nasgor mengunakan sendok ke dalam mulut Ry.
" Wow nasgor buatan mbak itu enak banget." Ry yang merasakan nasgor buatan Lia yang begitu enak.
" Lu muji pasti ada maunya kan?" Menatap ke arah Ry.
" Hehehe, tahu aja sih mbak." Ry yang tertawa cengegesan.
" Emang lu mau apa?"
" Ry mau tiap hari mbak buatin nasgor kayak gini ama Ry.
" Idih ogah," kata Lia.
Setelah selesai sarapan Lia menyuruh Ry untuk membersihkan semuanya. Ry pun mengerjakannya semua yang Lia suruh. Sementara Lia duduk di sofa ruangan tamu sambil asik chattan ama temannya.
Setelah selesai chattan ama temannya Lia memasukan ponsel ke dalam roknya. Lia mengambil sapu lalu menyapu ruangan tamu. Setelah ruangan tamu bersih lalu Lia menyapu teras rumah.
__ADS_1
Lia mendengar suara motor, lalu Lia melihat motor tersebut berhenti di depan rumahnya. Ke dua orang tersebut turun dari motor lalu melepaskan helem dari kepalanya.
Lia meletakan sapu lalu berjalan menghampiri ke dua orang tersebut.
" Assalamualaikum," kata mama dan papa.
" Walaikumsalam mama dan papa." Lia yang menyalim punggung tangan mama dan papa secara bergantian.
" Adek mana mbak?" tanya papa.
" Ada di dalam papa," jawab Lia.
" Kalau gitu papa masuk dulu." Papa yang berjalan masuk ke dalam rumah.
" Mbak udah sarapan?" mama yang melihat ke arah Lia.
" Mbak masak apa?" tanya mama.
" Nasgor, mama dan papa udah sarapan?" tanya Lia.
" Udah, mama masuk dulu ya mbak." Mama berjalan masuk ke dalam rumah.
Papa yang berada di depan pintu kamar Lia dan Ry. Papa yang memanggil Ry tetapi tidak ada jawaban akhirnya. Papa membuka pintu kamar.
Ceklek......Ceklek
__ADS_1
Papa berjalan masuk ke dalam kamar tapi tidak melihat Ry di dalam kamar. Ry yang sudah selesai membersihkan dapur berjalan ke arah kamar. Sesampainya Ry di depan pintu kamar yang sudah terbuka.
Ry melihat papa yang berada di dalam kamar. Ry berlari ke arah papa.
" Papa Ry kangen." Ry yang memeluk badan papa.
" Papa juga kangen ama adek." Papa yang membalas pelukan Ry.
" Papa kapan nyampai?" tanya Ry.
" Baru 5 menit yang lalu." Papa yang melepaskan pelukan Ry.
" Mama dimana papa?" tanya Ry.
" Di luar sama mbak, adek apa kabar?"tanya papa.
" Alhamdulillah Ry sehat seperti yang papa lihat." Papa gak tahu aja selama mama dan papa pulkam Ry di siksa ama Lia batin Ry.
" Bagus deh kalau gitu, kalian berdua akur kan selama papa tinggal?"tanya papa.
Ry yang sedang berpikir untuk mengadu ama papa tentang Lia yang bersikap seenak jidatnya ama Ry. Ry yang sudah membuka mulutnya untuk berbicara tidak jadi berbicar setelah Lia datang.
" Kita berdua akur papa." Lia yang tersenyum sambil melirik ke arah Ry dengan tatapan tajam.
" Apa itu betul adek?" papa yang melihat ke arah Ry.
__ADS_1
" Betul papa masak mbak bohong." Lia yang berjalan menghampiri Ry dan papa di dalam kamar.
...~ Bersambung~...