Time Travel Lia

Time Travel Lia
Ole ~ Ole


__ADS_3

"Dirangkul oleh luka, di kuatkan oleh rasa dan tertawa untuk pura - pura."


Lia dan Lena yang melihat berbagai macam jajanan khas Padang di sana. Lia yang ingin membeli beberapa jajanan khas Padang untuk di berikan kepada Abi dan keluarga Lia.


"Lu mau beli ole - ole ya?" tanya Lena.


"Udah tahu pakai nanya lagi Lu," jawab Lia.


"Lu mau beli jajan apa?" tanya Lena.


"Kalau yang ini apa namanya?" Lia mengambil sebungkus jajan lalu menunjukkan ke arah Lena.


"Itu kerupuk Sanjay." Lena melihat sebungkus Sanjay yang di pegang Lia.


"Ini terbuat dari apa?" tanya Lia.


"Ubi kayu," jawan Lena.


"Kayak ini rasanya pedas ya?" tanya Lia.


"Iya pedas," jawab Lena.


"Apa rasanya pedas banget?" tanya Lia.


"Gak pedas banget ada sedikit rasa manis," jawab Lena.


"Masak sih? warnanya merah gini kok." Lia yang ragu ama perkataan Lena.

__ADS_1


"Kalau lu gak minta aja testi ama pedagangnya," kata Lena.


"Ide bagus tuh," kata Lia.


Lia meminta testi ama pedagangnya lalu pedang memberikan satu buah keripik Sanjay untuk di cicipi Lia. Lia mengambil keripik Sanjay lalu memasukan ke dalam mulutnya. Lia memakan keripik Sanjay tersebut.


"Gimana rasanya?" tanya Lena.


"Enak, pedas tapi ada manisnya. Pokonya matul deh," kata Lia.


"Terus lu jadi mau beli nih Sanjay?" tanya Lena.


"Jadi doang buat ole - ole," jawab Lia.


"Terus lu mau beli apa lagi?" tanya Lena.


"Angka 8." Lena yang melihat ke arah yang Lia tunjuk.


"Oo...jadi nama angka 8, mirip sih kayak angka 8 soalnya kue bulat - bulat terus dempet gitu.


"Apa lu udah pernah makan angka 8?" tanya Lena.


"Belum, itu keras gak?" tanya Lia.


"Masih keras kayu dan batu lagi," jawab Lena.


"Gue tanya serius malah bercanda lu jawab." Lia yang terlihat kesal ama Lena.

__ADS_1


"Hehehe, kalau untuk nenek ompong itu mah itu keras tapi kalau untuk kayak kita gak keras kok," kata Lena.


Lia dan Lena membeli berberapa bungkus Sanjay dan angka 8 sebagai ole - ole dari Sumbar. Lia dan Lena berjalan sambil membawa satu kantong plastik besar yang berisi ole - ole.


Saat berjalan Lia dan Lena berjalan melewati warung sate Padang. Lia dan Lena mencium aroma sate Padang. Lia yang mendengar perut Lena berbunyi.


Kruuk.......Kruuk


"Apa lu mau makan sate Padang?"Lia yang berhenti berjalan.


"Ya maulah, tapi lu yang bayar ya?" Lena yang berhenti berjalan melihat ke arah Lia.


"Gue yang traktir, Ayo kita masuk!" Lia menegang tangan Lena masuk ke dalam warung sate Padang.


"Iya." Lena dan Lia berjalan masuk kedalam warung sate Padang.


Lia dan Lena mencari bangku kosong di sana lalu Lena melihat bangku kosong yang berada di depan seorang cowok. Lena menarik tangan Lia untuk kearah bangku tersebut.


"Apa kita boleh duduk disini?" tanya Lena.


"Boleh duduk aja." Si cowok yang masih sibuk melihat ke arah ponselnya.


Lia dan Lena duduk bangku yang berada di hadapan si cowok tersebut. Penjual sate Padang membawakan satu porsi sate Padang lalu meletakan di meja dekat si cowok tersebut.


Lena memesan dua porsi sate Padang dan dua gelas teh hangat. Sambil menunggu pesanan Lia dan Lena mengobrol. Si cowok yang mendengar suara Lia lalu menangkat wajahnya melihat ke arah Lia.


Lia yang tidak menyadari bahwa dia sedang di lihat oleh si cowok tersebut. Karena Lia yang sedang mengobrol sambil melihat ke arah Lena.

__ADS_1


...~ Bersambung~...


__ADS_2