
"Cinta tak mengenal warna kulit tapi cinta mengenal warna duit."
Tuan putri menoleh ke arah suara tersebut dia melihat badan seorang tersebut. Dari postur badannya tuan putri yakin bahwa itu seseorang laki-laki. Tuan putri melihat ke arah wajah seseorang laki-laki tersebut tetapi tuan putri tidak dapat melihat wajah seseorang laki-laki tersebut. Wajah seseorang laki-laki tersebut memantulkan cahaya seperti matahari sehingga tuan putri tidak bisa melihat ke arah Wajah nya.
Akhirnya tuan putri menundukan kepalanya melihat ke arah tanah ternyata tanah tersebut di tutupi oleh rumput-rumputan.
"Tuan putri." Seorang laki-laki tersebut berjalan menghampiri tuan putri yang sedang berdiri sambil tertunduk.
Tuan putri merasa familiar saat mendengarkan suara seseorang laki-laki tersebut yang memanggil dia dengan sebutan tuan putri.
"Tuan putri ada yang ingin aku sampaikan kepada tuan putri, jadi tolong dengarkan perkataan aku dengan baik. Aku mohon kepada tuan putri untuk menjaga raja dan ratu. Mungkin setelah ini akan terjadi perebutan kekuasaan di istana, aku harap tuan putri tidak usah ikut campur dengan perebutan kekuasaan yang terjadi di istana. Aku cuma ingin tuan putri, raja dan ratu hidup bahagia walaupun tanpa kekuasaan," kata seorang laki-laki tersebut.
Tuan putri yang mendengar semua perkataan seseorang laki-laki tersebut.
"Kamu siapa?" Tuan putri yang merasa begitu penasaran akhirnya bertanya ama seseorang laki-laki tersebut.
"Coba tuan putri dengarkan baik-baik suara aku."
"Suara kamu seperti familiar di telinga aku." Tuan putri yang berusaha untuk mengingat suara yang di dengarkannya berasal dari siapa.
"Aku ini orang yang ingin tuan putri temui, sebentar lagi kita akan bertemu. Bagaimana pun keadaan aku saat bertemu dengan tuan putri, aku berharap tuan putri tidak menangis saat bertemu dengan aku."
"Pangeran pertama." Tuan putri mulai mengangkat wajahnya, tetapi saat mengangkat wajahnya badan seseorang pria yang berdiri di hadapannya sudah tidak ada lagi."
"Pangeran pertama jangan tinggal aku." Tuan putri yang berteriak memanggil nama tuan putri.
__ADS_1
Lia yang tadi sudah tertidur sambil duduk dengan pahanya di jadikan alas kepala untuk tuan putri. Lia yang mendengar suara teriakan dari tuan putri lalu dia membuka kedua matanya, dia melihat ke arah wajah tuan putri yang sedang tertidur. Lia melihat ke arah mulut tuan putri yang sedang menyebutkan nama pangeran pertama.
Lia merasa yakin bahwa tuan putri sedang bermimpi lalu dia yakin bahwa tuan putri sedang bermimpi bertemu dengan pangeran pertama makanya dari tadi nama pangeran pertama yang selalu di sebutkan oleh tuan putri.
Lia merasa yakin bahwa tuan putri dan pangeran pertama memiliki kontak batin kuat sehingga tuan putri bisa memimpikan pangeran pertama. Lia berdoa agar besok pangeran pertama di temukan dalam keadaan sehat awalafiat.
Keesokan Harinya.......
Di Hutan
Pangeran kedua sudah bangun dari tadi pagi. Tetapi pangeran kedua belum beranjak dari atas rumput yang ada di hutan tersebut. Pangeran kedua merasa malas untuk bangun tidur. Pangeran kedua yang masih merasa bingung untuk mencari keberadaan pangeran pertama yang sampai saat ini mereka belum di temukan. Pangeran kedua merasa sulit untuk bisa menemukan pangeran pratama, pangeran pratama menghilang begitu saja seperti ditelan bumi. Bahkan jejak pangeran pertama sama sekali tidak di temukan di dalam hutan tersebut.
Seorang prajurit berjalan menghampiri pangeran kedua. Seorang prajurit tersebut sudah berdiri di samping pangeran kedua yang masih berbaring di atas rumput.
"Selamat pagi pangeran kedua." Seseorang prajurit tersebut tersenyum ke arah pangeran kedua.
"Pangeran kedua sudah bangun, bagaimana kalau sekarang kita pergi mandi?" tanya seseorang prajurit.
"Kita mau mandi di mana?" tanya pangeran kedua.
"Sungai, bagaimana menurut pangeran kedua?" tanya prajurit tersebut.
"Aku setuju lebih baik kita segera mandi ke sungai tersebut." Pangeran kedua yang berdiri dari tempat duduknya.
"Baiklah langeran kedua aku akan memberitahukan semua prajurit untuk bersiap-siap, kita akan berangkat ke sungai." Si prajurit tersebut berjalan meninggal pangeran kedua yang sedang berdiri sendirian di situ.
__ADS_1
Semua prajurit dan pangeran kedua sudah berkumpul di dekat kuda. Mereka melihat ke kuda yang sudah selesai makan. Setelah selesai makan kuda tersebut di berikan air untuk minum kepada seorang prajurit.
Pangeran kedua dan semua prajurit sudah naik ke atas kuda, mereka menunggangi kudanya ke arah jalan menuju sungai Rokan. Pangeran kedua menunggangi kudanya terlebih dahulu. Baru di susul oleh semua prajurit yang menuggangi kuda yang berada di belakang pangeran kedua.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya pangeran kedua dan semua prajurit sudah sampai sungai Rokan. Mereka berhenti menunggangi kuda, lalu mereka turun dari kuda tersebut.
Pangeran kedua berjalan terlebih dahulu ke arah sungai tersebut. Sedangkan beberapa prajurit berjaga-jaga sambil memantau keadaan lingkungan di sekitar sungai. Mereka ingin memastikan bahwa tidak akan ada seorangpun yang berani menganggu pangeran kedua.
Mereka juga tidak ingin terjadi sesuatu kepada pangeran pratama. Sehingga mereka harus selalu mengawasi pergerakan pangeran kedua, walaupun mereka tahu bahwa pangeran kedua memiliki ilmu bela diri. Ilmu bela diri pangeran kedua sudah bisa untuk melindungi dirinya sendiri dan juga orang lain.
Pangeran kedua yang sudah berdiri di dekat sungai lalu dia ke arah sungai tersebut yang terlihat begitu indah.
Pangeran kedua melihat air sungai yang terlihat begitu jernih sehingga membuat dia ingin segera masuk ke dalam air sungai tersebut. Dia membuka pakaian dan celana panjang yang terbuat dari kain. Pangeran kedua hanya memakai celana pendek sepaha.
Pangeran kedua yang sudah berada di pinggir sungai.
Byur......Byur
Pangeran kedua lalu melompat dari pinggir sungai. Dia masuk kedalam sungai Rokan tersebut, dia berada di tengah sungai yang airnya begitu jernih tetapi arus air sungai Rokan tersebut begitu deras. Sehingga menyebabkan badan ikut terkena arus.
Dia segera berenang ke arah tepian sungai Rokan sebelum badannya terkena arus sungai Rokan. Dia sudah berada di tepian sungai Rokan, seluruh badan sudah basah dengan air sungai tersebut. Dia berdiri di tepian sungai tersebut, dia mengosok-gosok seluruh anggota badannya agar daki-daki yang ada di tubuhnya menghilang.
Seorang prajurit yang lagi berkeliling-keliling sungai Rokan untuk melihat situasi yang ada di sungai Rokan tersebut. Seorang prajurit tersebut melihat ke arah sungai Rokan, dari kejauhan dia seperti melihat ada badan manusia yang mengapung di dalam sungai tersebut.
__ADS_1
Seorang prajurit tersebut bergegas berlari ke arah ke arah sungai tersebut. Sesampainya dia di pinggir sungai, dia lalu melompat ke dalam sungai. Dia berenang ke arah badan manusia yang mengapung di dalam sungai tersebut.
...~ Bersambung ~...