
"Jangan berpikir untuk jadi sempurna, tapi berpikirlah jadi yang berguna."
Seorang cowok tersebut sudah berada di hadapan mahasiswa yang berkumpul.
"Ada apa ini?" tanya seorang cowok tersebut.
"Lu tahu siapa yang bawa koper gue ke sini?" Lia berjalan lalu memegang kopernya.
"Gue yang bawa koper lu kesini," jawab si cowok tersebut.
Lia yang berjalan menarik kopernya sambil melewati si cowok tersebut. Si cowok tersebut melihat ke arah Lia yang berjalan melewatinya.
"Eh tunggu dulu." Si cowok memegang koper Lia, si cowok tersebut menahan Lia agar tidak bisa pergi.
"Lepaskan tangan lu dari koper gue." Lia yang melihat tajam ke arah cowok itu.
"Gue gak mau, sebelum lu kasih tahu nama lu ke gue. Si cowok yang sengaja menahan koper Lia agar tidak bergerak .
"Napa lu mau tahu gue?" tanya Lia.
"Karena gue pengen kenalan ama lu," jawab si cowok.
"Setelah gue kasih nama gue, lu lepasin tangan lu dari koper gue. Gimana?" tanya Lia.
"Okey." Si cowok tersebut tersenyum melihat ke arah Lia.
"Lu ingat baik - baik, nama gue Lia. Sekarang cepatan lu lepasin tangan lu dari koper gue," kata Lia.
__ADS_1
"Iya nih gue lepasin, nama gue Yogi." Yogi melepaskan tangannya dari koper Lia, Yogi mengulurkan tangannya ke arah Lia.
"Gue gak mau tahu nama Lu." Lia yang berjalan meninggalkan mahasiswa yang berkumpul tersebut.
"Tunggu gue." Lena yang ikut berjalan buru - buru menghampiri Lia.
Lia dan Lena sudah berada di lobby hotel, mereka meminta kunci kamar ama resepsionis hotel. Resepsionis hotel memberikan kunci kamar mereka. Kamar mereka berada di lantai 3 nomor kamar 198.
Lia dan Lena berjalan ke arah lift, sesampai di depan lift mereka menunggu lift terbuka. Setelah pintu lift terbuka Lia dan Lena masuk ke dalam lift Lia menekan nomor 3. Lift bergerak ke atas menuju lantai 3.
Sesampai di lantai 3 pintu lift terbuka, Lia dab Lena berjalan ke luar dari lift. Lia dan Lena berjalan sambil melihat nomor kamar yang berada di depan pintu. Akhirnya Lia dan Lena sudah berada di depan pintu kamar 198. Lia tempelkan kartu tersebut pada pintu. Setelah itu Lia membuka pintu.
Cekle.....Cekle
Lia berjalan masuk terlebih dahulu baru di susul ama Lena. Lena berada di belakang menutup pintu setelah itu Lena berjalan. Lia yang melihat ke sekeliling kamar hotel. Di dalam kamar hotel terdapat satu tempat tidur yang besar.
"Lu enak banget langsung rebahan." Lena yang duduk di pinggir tempat tidur.
"Iya doang." Lia yang tersenyum melihat ke arah Lena.
Drrrtt.....Drrrtt
"Itu ponsel siapa yang bunyi?" Lena membuka tas lalu melihat ponsel.
"Gue." Lia mengeluarkan ponsel dari saku bajunya. Lia melihat panggilan telpon dari Abi lalu Lia mengangkat panggil telpon Lia.
π"Assalamualaikum cinta," kata Abi.
__ADS_1
π"Walaikumsalam sayang," kata Lia.
π"Cinta udah nyampai mana?" tanya Abi.
π"Aku baru aja sampai kamar hotel," jawab Lia.
π"Cinta sekamar ama siapa?" tanya Abi.
π"Lena," jawab Lia.
π"Gimana perjalanan cinta tadi?" tanya Abi.
π"Alhamdulillah lancar, sayang lagi ngapain?" tanya Lia.
π"Aku lagi duduk," jawab Abi.
π"Duduk dimana?" tanya Lia
π"Di depan meja kasir cinta," jawab Abi.
π"Sayang lagi bantu bunda di rumah makan ya?" tanya Lia.
π"Iya, cinta udah dulu ya nih ada yang mau bayar,I Love You. Abi yang mematikan panggilan telpon.
Setelah Abi mematikan telponnya Lia meletakan ponselnya disamping. Sedangkan Lena berdiri dari pinggir tempat tidur. Lena berjalan ke arah sofa. Lena duduk di sofa lalu menghubungi nomor mamanya. Lena memberitahu tahu keluarga kalau dia sudah sampai di hotel.
Lia lalu turun dari tempat tidur lalu Lia membuka kopernya. Lia berjalan ke arah jendela yang ada di hotel lalu Lia membuka gorden yang di jendela tersebut. Sehingga cahaya matahari masuk ke dalam kamar tersebut. Lia melihat pemandangan yang ada di sana.
__ADS_1
...~Bersambung~...