Time Travel Lia

Time Travel Lia
Lia Mana Ry?


__ADS_3

"Aku bahagia bisa mengenal kamu, tapi dia lebih bahagia karena memiliki kamu."


Abi mengendarai motornya ke arah jalan menuju kampung mama Lia. Abi melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Dia ingin segera sampai ke rumah nenek Fatimah.


Abi yang mengendarai motor dengan perasaan yang tidak karuan. Saat mengendarai motor Abi selalu berdoa di dalam hatinya semoga apa yang dia takutkan tidak terjadi.


Sore Harinya......


Kami sudah berkumpul di pinggir sungai untuk menunggu mak Ulong dan teman-temannya. Kami berharap mak Ulong membawa berita bahwa Lia telah di temukan.


Mak Ulong dan teman-temannya menepikan perahunya ke arah pinggir sungai. Mak Ulong turun terlebih dahulu dari kapal lalu di ikut oleh teman-temannya.


"Ulong bagaimana apa Lia sudah di temukan?" Mama yang melihat mak Ulong sudah turun dari perahu lalu berlari ke arah mak Ulong.


"Maaf Eli." Mak Ulong mengelengkan kepalanya, mak Ulong menunduk wajahnya karena tidak sanggup melihat wajah Eli yang sedih.


"Kami semua sudah berusaha mencari keberadaan Lia tetapi kami tidak menemukannya." Seorang lelaki yang merupakan teman mak Ulong berbicara.


"Kalian semua memang tidak bisa di andalkan, kalau begitu lebih baik aku sendiri yang mencarinya." Mama yang berjalan ke arah perahu.


"Mama jangan pergi." Papa melihat mama berjalan ke arah perahu lalu papa buru-buru berlari kearah mama, papa memegang tangan mama.


"Papa lepaskan tangan mama, mama mau cari Lia." Mama yang berusaha melepaskan tangan papa dari tangannya.

__ADS_1


"Papa gak akan lepas tangan mama, sebaiknya kita pulang ke rumah nenek hari udah sore mama." Papa yang mengajak mama untuk pulang ke rumah nenek.


"Mama gak mau pulang papa, mama cari Lia sampai ketemu," kata mama.


"Eli sebaiknya kita pulang ini udah sore. Kamu mau cari Lia kemana?"tanya mak Ulong.


"Aku mau cari Lia di tengah sungai, aku yakin Lia ada di sana," kata mama.


"Eli kamu sudah mencari di tengah sungai bahkan sampai ke ujung sungai tetapi tidak menemukan Lia." Mak Ulong yang badannya kelelahan dari pagi sampai sore menyusuri setiap sudut sungai untuk mencari keberadaan Lia.


"Mama ini udah sore, jadi bagaimana kalau besok kita lanjutkan lagi pencarian Lia?"Papa yang membujuk mama.


"Gak mau, pokoknya mama mau sekarang kita cari Lia sampai ketemu," kata mama.


"Mama hanya ingin menemukan Lia, adeknya kamu apa kamu gak ngerti perasaan mama." Mama melihat ke arah Fina.


Papa, Mak Ulong dan Fina akhirnya berhasil membujuk mama untuk pulang kerumah nenek. Mereka membawa mama pulang ke rumah nenek. Sementara Ry dan Ijal masih berada di pinggir sungai.


Tap.......


Tap.......


Tap.......

__ADS_1


Seorang laki- laki berjalan ke arah Ry dan Ijal yang berdiri di pinggir sungai sambil melihat kearah sungai.


"Ry." Seorang laki-laki tersebut menghampiri Ry dan Ijal.


"Ry kayak ada manggil nama kamu mungkin hantu." Ijal yang tiba-tiba bulu kuduk nya berdiri lalu Ijal merasa merinding. Ijal berpikir bahwa yang memanggil nama Ry itu kemungkinan hantu Lia. Ijal sebenarnya tidak tega mengatakan kepada keluarga mak Cik (tante) nya kalau setiap orang yang hilang di sungai Rokan itu biasa hanya akan di temukan dalam keadaan tidak bernyawa (meninggal dunia).


"Udah deh Ijal gak usah bercanda mana ada hantu sore-sore kayak gini,"kata Ry.


"Apa kamu gak dengar ada yang manggil nama kamu?" tanya Ijal.


"Gak." Ry menggelengkan kepalanya.


"Ya lengkap sudah lah kamu udah jelek budeg lagi," kata Ijal.


"Tuh mulut benar-benar lemes kalau ngomong," kata Ry.


"Hmmmm, Ry." Abi yang senagaja berdehem agar Ry dan Ijal mengetahui keberadaan Abi.


"Abang Abi, sejak kapan abang ada di sini?" Ry menoleh ke arah samping melihat Abi yang sudah berdiri di sampingnya.


"Barusan, btw Lia mana Ry?" tanya Abi.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2