
"Jika kamu mencintai dia secara tulus, maka bersiaplah kamu terbuang secara halus."
"Jari adek kenapa?"Mama yang melihat ke arah jari telunjuk Ry yang mengeluarkan darah.
"Kena pecahan kaca gelas ma,"jawab Ry.
"Ini gelas kenapa pecah?"tanya mama.
"Tadi pas Ry mau cuci gelasnya tiba-tiba gelas terlepas dari tangan Ry lalu terjatuh ke lantai."Ry yang wajah tertunduk merasa bersalah karena sudah memecahkan gelas.
"Terus kenapa jari telunjuk kamu bisa berdarah?"tanya mama.
"Ry ngumpulin pecahan kaca gelas, malah jari Ry yang terluka kena pecahan kaca gelas,"jawab Ry.
"Dasa ceroboh kamu, udah sana pergi obati jari kamu." Mama yang menyuruh Ry pergi dari situ.
"Terus pecahan kacanya gimana mama?"tanya Ry.
"Biar mama yang bersihkan, yang penting cepat kamu obatin jari telunjuk kamu,"kata mama.
"Iya mama." Ry berdiri dari jongkok lalu berjalan ke arah kotak p3k.
Mama memungut semua pecahan kaca gelas lalu membuang ke tempat sampah. Setelah itu mama menyelesaikan mencuci piring, gelas, sendok dan peralatan masak yang belum selesai di cuci Ry lalu mama membilas nya dengan ari bersih yang ada di kran.
Setelah Selesai mama mencari keberadaan Ry. Mama mencari Ry di ruangan keluarga ternyata emang Ry berada di ruangan keluarga. Mama melihat Ry yang sedang membersihkan luka di jarinya dengan air alkohol dan kapas. Ry yang merasa perih saat air alkohol mengenai lukanya.
__ADS_1
Setelah itu Ry memasangkan hansaplas di jari telunjuk. Mama menghampiri Ry yang sedang duduk di atas tikar.
"Makanya lain kali kamu hati-hati kalau mencuci piring,"kata mama.
"Iya, maafkan Ry mama," Ry yang wajahnya terlihat menyesal.
"Iya udah mama maafin, mama mau ke kamar dulu." Mama berjalan meninggalkan Ry sendirian di ruangan keluarga.
Sesampai di depan kamar mama mendengar ponsel berbunyi. Mama buru-buru berjalan masuk ke dalam kamar. Mama mengambil ponsel yang berada di atas tempat tidur. Mama melihat layar di ponsel panggil telpon dari abangnya yang ada di kampung.
Drrrtt.......Drrrtt
π"Assalamualaikum Ulong (abang),"kata mama.
π"Walaikumsalam, Dikin dimana Eli?"tanya mak Ulong.
π"Eli dirumah ama siapa?"tanya mak Ulong.
π"Ama Ry, sebenarnya ada apa Ulong menelpon?" tanya mama.
"Ada yang ingin aku sampaikan pada kamu, tetapi berjanjilah setelah mendengar berita ini kamu tidak dwon." Mak Ulong yang merasa binggung harus menyampaikan berita ini, karena mak Ulong tahu bahwa mama tidak akan kuat setelah mendengar berita ini. Tapi kalau tidak di sampaikan mak Ulong juga merasa bersalah.
Deg......
Deg.......
__ADS_1
Deg.......
Jantung mama berdetak kencang saat mendengar perkataan mak Ulong. Mama merasakan firasat yang tidak enak tentang berita yang akan di sampaikan ama mak Ulong.
Mama merasa bahwa berita ini ada hubungannya dengan Lia. Mama yang terus berdoa di dalam hatinya bahwa keadaan Lia yang baik-baik saja. Mama juga berpikir semoga tidak terjadi apa-apa ama Lia.
"Halo Eli, apa kamu masih di situ?"tanya mak Ulong.
"Iya Ulong," jawab mama.
"Eli tolong dengarkan baik-baik apa yang aku katakan ini ama kamu," mak Ulong.
"Iya,cepat katakan Ulong." Mama yang merasa sudah tidak sabar mendengar perkataan mak Ulong.
Mak Ulong mengatakan sesuatu ama mama lalu mama yang mendengarkan perkataan mak Ulong merasa kaget.
"Apa?"Mama yang terkejut mendengar perkataan mak Ulong.
"Setelah mendengar ini semua, bagaimana keadaan kamu sekarang?"Mak Ulong yang merasa khawatir ama mama.
"Ulong pasti bercanda itu tidak mungkin," kata mama.
"Aku tidak bercanda Eli, apa kamu pernah melihat aku bercanda selama ini? yang aku sampaikan ini serius Eli." Mak Ulong menyakinkan bahwa yang dia katakan itu emang benar.
Eli yang mendengarkan itu semua merasa shock sehingga kepala mulai terasa pusing. Eli memegang kepala yang terasa pusing. Kepala terasa makin pusing dan sakit, Eli melihat semua terasa berputar-putar.
__ADS_1
Bruuukk.......Bruuukk
...~ Bersambung ~...