Time Travel Lia

Time Travel Lia
Wajahnya Tidak Asing


__ADS_3

"Berhasil atau gagal, aku bangga hidup di atas keputusan yang ku buat sendiri.


Malam Harinya.......


Tok....Tok.....Tok


"Nek.....nek." Seorang laki-laki yang berdiri di depan pintu rumah nenek memanggil nenek.


"Nek buka pintunya,"


Nenek yang mendengar suara berisik terbangun. Nenek turun dari tempat tidur, nenek berjalan ke arah pintu. Nenek sudah berdiri di depan ragu untuk membuka pintu rumah.


"Nek ini aku cucu nek,"


Nenek yang sudah memegang gagang pintunya. Nenek yang mau membuka pintu rumah merasa ragu. Nenek berpikir tidak mungkin cucunya datang malam- malam kerumah.


"Nek ini aku Ijal,"


Ceklek......Ceklek


"Cu kenapa malam-malam datang kerumah nenek?" Nenek membuka pintu rumah, nenek melihat Ijal yang berdiri di depan pintu rumah nenek.


"Acit (kakak) Lia mana?" tanya Ijal.


"Tidur, kenapa cu tanya dia?"tanya nenek.


"Nek tolong bangun acit Lia sekarang." Ijal yang wajah terlihat panik.


"Sebenarnya ada apa cu?" Nenek yang melihat ke arah Ijal yang wajahnya terlihat panik.

__ADS_1


"Natik aku jelaskan nek, tapi sekarang nek bangun acit Lia," kata Ijal.


Nenek sudah berada di dalam kamar. Nenek menarik selimut yang Lia pakai lalu nenek memegang betis Lia.


"Cu bangun,"


Lia mulai membuka kedua matanya setelah mendengar suara nenek selain itu Lia meras betisnya di pegang.


"Ada apa nek?" Lia membuka kedua matanya lalu duduk di atas tempat tidur.


"Itu ada yang cariin cu," kata nenek.


"Siapa sih orang cariin aku? malam-malam gini kayak gak ada kerjaan aja." Lia turun dari tempat tidur sambil mengucek matanya yang masih mengantuk.


Sesampainya Lia di ruangan tamu melihat Ijal yang berdiri sambil mondar mandir seperti setrikaan. Lia menghampiri Ijal yang mondar mandir.


"Lu ngapa gangguin gue lagi tidur?" Lia yang menepuk pundak Ijal.


"Ini darut, acit Lia sekarang juga harus ikut aku." Ijal menarik tangan Lia.


"Tunggu dulu, ini sebenarnya ada apa?" Nenek yang sudah berada di ruangan tamu, nenek melepaskan tangan Ijal dari tangan Lia.


"Aduh.... ini gawat nek, acit Lia harus ikut aku." Ijal yang wajah terlihat panik.


"Emang lu mau ngajak gue kemana?" tanya Lia.


"Ke rumah mak Ulong, ada orang yang lagi butuh bantuan acit Lia di sana," jawab Ijal.


"Lu tunggu di sini sebentar, gue mau ngambil tas." Lia berjalan terburu-buru ke arah kamar nenek, Lia mengambil tas yang berisi peralatan medis. Lia mengambil jaket dan memakai jilbab sarung.

__ADS_1


Lia dan Ijal sudah sampai di depan rumahnya. Lia melihat rumah mak Ulong ada sebuah mobil Pajero hitam terpakir disana. Lia dan Ijal berjalan ke arah rumah mak Ulong. Pintu rumah mak Ulong yang sudah terbuka.


"Assalamualaikum," kata Lia dan Ijal.


"Walaikumsalam, akhirnya Lia datang juga." Anton yang berjalan keluar menghampiri Lia dan Ijal.


"Iya, sebenarnya ada apa abang?" Lia yang berdiri di hadapan Anton.


"Ayo Lia cepat ikut saya ke kamar tamu!" Anton mengandeng tangan Lia mengajak Lia berjalan ke kamar tamu.


"Iya, sebenarnya siapa yang butuh bantuan gue?" Lia yang terus berjalan mengikuti Anton.


"Pak bos saya." Anton dan Lia yang sudah berada di depan pintu ruangan tamu.


Ceklek........Ceklek


Anton yang membuka pintu kamar tamu lalu keduanya berjalan masuk ke dalam kamar tamu. Lia melihat ke arah seorang laki-laki yang sedang berbaring di atas tempat tidur.


"Dia kenapa?" Lia menujuk jarinya ke arah laki-laki yang sedang berbaring di atas tempat tidur.


"Coba kamu periksa pak bos aku." Anton yang menyuruh Lia memeriksa bosnya.


"Iya gue periksa." Lia sudah berdiri di pinggir tempat tidur. Lalu Lia melihat wajah laki-laki yang sedang berbaring di atas tempat tidur.


Lia merasa wajah laki- laki yang sedang berbaring di atas tempat tidur tidak asing. Lia seperti pernah melihat lelaki tersebut tetapi Lia lupa dimana bertemu dengan laki-laki tersebut.


"Loh kok diam aja, cepat periksa pak bos aku," kata Anton.


...~ Bersambung~...

__ADS_1


__ADS_2