Time Travel Lia

Time Travel Lia
Dia Siapa?


__ADS_3

"Selamat berlayar nona dengan nahkoda barumu, biarlah arah angin yang mempertemukan kita kembali di samudera cinta."


Mama, Abi dan Ry sudah berada duduk di kursi rotan ruangan tamu rumah nenek.


"Nenek apa benar kakak Lia masih hidup?" Ry melihat ke arah nenek.


"Iya," jawab nenek.


Tak................. Tak


Lia berjalan memasuki ruangan tamu lalu Lia yang sudah berada di ruangan tamu.Dia melihat ke arah mama, Abi dan Ry yang sedang duduk di kursi rotan. Lia segera menghampiri mereka mama yang melihat Lia menghampiri nya segera berdiri dari tempat duduknya.


"Mama mama mama." Setelah mama berdiri di hadapannya Lia langsung memeluk badan mama.


"Lia, ini benar Lia anak mamakan?"Mama membalas pelukan Lia.


"Iya ini Lia anak mama." Lea melepaskan pelukan lalu dia menatap mata mamanya.


"Cup cup cup, alhamdulillah Lia masih hidup." Mama langsung menciumi pipi Lia, mama merasa bersyukur karena Lia masih hidup.Sehingga air mata mamapun menetes membasahi wajahnya.


"Mama kenapa menangis?" Lia langsung menghapus air mata mama yang membasahi wajahnya.


"Mama menagis bahagia karena Lia masih hidup," jawab mama.


"Mama jangan nangis lagi, maafin Lia udah buat semua anggota keluarga khawatir dengan Lia. " Lia yang masih merasa bersalah telah membuat semua anggota keluarganya khawatir.


"Baiklah mama tidak akan nagis lagi, Lia tidak perlu minta maaf mama dan semua anggota keluarga. Bagi mama dan semua anggota keluarga yang paling penting itu Lia masih hidup," kata Mama.


"Mbak Lia." Ry berdiri dari tempat duduk lalu Ry langsung berlari memeluk badan Lia.


"Iya adek aku." Lia membalas pelukan Ry.


"Ry senang mbak Lia masih hidup dan kita dapat bertemu lagi." Ry yang begitu bahagia karena Lia masih hidup sehingga dia memeluk Lia dengan begitu erat.


"Dek lepaskan pelukannya mbak sesak nih." Lia berusaha untuk melepaskan pelukan dari Ry.


"Baiklah mbak, maafin Ry ya mbak sangging senangnya tadi Ry meluk mbak begitu erat." Ry melepaskan pelukan dari badan Lia.


"Iya gak apa-apa dek." Lia tersenyum menatap ke arah Ry yang berdiri di samping mama.

__ADS_1


Mama, Nenek dan Ry sedang berada di dapur, mama dan nenek sedang memasak untuk makan malam. Ry yang berada di dapur hanya melihat mama dan nenek yang sedang memasak. Sedangkan Lia dan Abi sedang duduk di kursi rotan yang berada di ruangan tamu rumah nenek.


"Apa kabar Cinta?"Abi yang memegang tangan Lia.


"Seperti yang Sayang lihat." Lia tersenyum melihat ke arah Abi.


"Aku merasa bahagia hari ini karena Cinta masih hidup dan kita bisa bersama lagi, cup." Abi mencium punggung tangan Lia.


"Sama aku juga merasakan hal yang sama, apakah sayang rindu ama aku?" tanya Lia.


"Ya rindulah, bahakan aku satu-satunya orang yang sampai saat ini tidak pernah percaya bahwa Cinta telah meninggal dunia." Abi menyakinkan Lia bahwa merindukan Lia, dia juga tidak percaya Lia meninggal dunia karena jasat Lia belum di temukan.


Beberapa Bulan Kemudian........


Hari terakhir Lia Kkn di puskesmas desa Rokan, Lia sudah menyelesaikan Kkn di puskesmas tersebut dengan baik. Banyak penduduk desa yang sudah mau datang ke puskesmas untuk berobat. Sehingga puskesmas tidak tampak sepi seperti dulu.


Lia sedang berjalan menuju ke rumah neneknya, saat perjalanan menuju ke arah rumahnya. Tiba-tiba saja Lia mendengar bunyi mobil yang membunyikan klakson mobilnya.


Tiiiiinnn............... Tiiiiinnn


Lia yang mendengarkan bunyi klakson mobil lalu dia berjalan di pinggir jalan. Walaupun Lia sudah berjalan minggir dari jalan tetap saja mobil tersebut membunyikan klakson mobilnya. Mobil tersebut berada di samping Lia yang masih berjalan. Lia menoleh ke arah samping, dia melihat sebuah mobil Pajero sport warna merah sudah berada di sampingnya.


"Eh ternyata kamu, aku mau pulang ke rumah nenek." Lia melihat ke arah kaca mobil, terlihat Eril yang duduk di bangku kemudi mobil tersebut.


"Masuk lah biar aku antar kamu kerumah nenek." Eril menyuruh Lia untuk masuk ke dalam mobilnya.


"Terimakasih, aku tidak mau merepotkan kamu lagian dekat kok lebih baik aku jalan kaki saja biar sekalian olahraga." Lia menolak naik mobil Eril, dia menolak naik mobil Eril secara halus agar Eril tidak tersinggung.


"Aku tidak terima penolakan, jadi kamu naik sekarang." Eril yang tidak menerima penolakan dari Lia, dia berbicara dengan nada yang tegas ke arah Lia.


"Iya aku naik nih." Lea membuka pintu yang berada di belakang lalu dia mau masuk ke dalam mobil tersebut.


"Kamu pikir aku ini supir kamu, cepat duduk di depan." Eril yang melihat Lia membuka pintu belakang merasakan tidak suka dengan Lia, Eril menyuruh Lia untuk duduk di depan.


Setelah mendengarkan perkataan Eril, Lia menutup pintu mobil tersebut. Lia berjalan memutar lalu dia membuka pintu mobil yang berada di samping Eril.


Esokan Harinya............


Lia sudah berada di dalam mobil yang sudah terparkir di halaman rumahnya.

__ADS_1


"Akhirnya kita sudah sampai juga." Lia yang terlihat senang karena sudah sampai di depan rumahnya.


"Jadi itu rumah kamu?" tanya si pria yang berada di bangku supir itu.


"Iya, aku turun dulu ya." Lia membuka pintu mobil tersebut lalu dia turun dari mobil tersebut. Lia segera berjalan ke arah pintu rumah.


Lea yang sudah berada di depan pintu rumahnya, dia mengetuk pintu rumahnya.


Tok............... Tok............. Tok


"Assalamu'alaikum mama." Lia yang berteriak sambil mengucapkan salam.


"Walaikumsalam." Mama yang berada di dapur segera berjalan menghampiri pintu rumah. Mama membuka pintu rumah tersebut.


"Mama aku pulang." Lia yang melihat mama sudah berdiri di depan pintu rumahnya segera memeluk mama.


"Lah kok mbak pulang?" Mama membalas pelukan Lia setelah itu mama melepaskan pelukan dari Lia.


"Apa mama gak suka kalau udah pulang?" Lia yang wajahnya berubah menjadi cemberut setelah mendengar perkataan mama.


"Bukan begitu mbak, mama suka mbak pulang tapi mama khawatir gimana dengan Kkn mbak di desa?" Mama yang khawatir melihat Lia sudah berada di depan rumahnya, mama hanya takut bahwa Kkn Lia gagal.


"Mama gak usah khawatir Kkn aku udah selesai makanya aku bisa pulang kerumah." Lia memberitahukan kepada mama bahwa Kkn sudah selesai makanya dia bisa pulang kerumah.


"Alhamdulillah kalau gitu, mbak kesini naik apa?" tanya mama.


"Aku naik mobil," jawab Lia.


"Mbak naik mobil itu ama siapa?" Mama melihat ke arah mobil yang sedang terparkir di halam rumahanya.


"Sama orang lah mama," jawab Lia.


Seorang pria keluar dari mobil tersebut dengan baju kemeja warna biru dan celana jeans. Si pria tersebut berjalan ke arah belakang mobilnya dia membuka bagasi belakang mobilnya mengambil koper milik Lia setelah itu dia menutup pintu mobilnya.


Si pria tersebut berjalan sambil mengeret koper milik Lia ke arah mama dan Lia. Mama yang melihat si pria tersebut berjalan ke arah rumahnya sambil membawa koper Lia.


"Dia siapa mbak?" tanya Mama.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2