
"Kamu akan menemukan banyak yang lebih dari aku, namun yang seperti aku hanya aku."
Setelah nenek dan Ry pergi ke rumah mak Ulong. Sepasang kekasih itu berjalan ke arah teras rumah nenek. Sesampai mereka di teras rumah nenek sepasang kekasih berdiri sambil melihat suasana sekeliling rumah nenek.
"Cin, kenapa aku lihat rumah penduduk di sini rumah panggung semua?" Abi memperhatikan rumah yang berada di desa ini semuanya rumah panggung.
"Mereka sengaja membangun rumah panggung agar saat air sungai Rokan naik rumah mereka tidak terkena banjir," jawab Lia.
"Emang di sini ada sungai Cin?" tanya Abi.
"Ada Yank," jawab Lia.
"Ayo kita pergi kesana!" ajak Abi.
"Gak mau ah Yank." Lia yang menolak ajakan Abi untuk pergi ke sungai Rokan.
"Kenapa gak mau Cin?"Abi yang berdiri di samping Lia.
"Masih panas entar kulit aku bisa gosong terkena sinar matahari," jawab Lia.
__ADS_1
"Hahaha, Cin bisa aja sih. Masak kulit di samain kayak makanan yang di masak." Abi yang tertawa mendengar perkataan Lia.
"Kan emang benar Yank entar kalau kulit aku terkena sinar mata hari jadi berubah hitam, aku gak mau jadi hitam, jelek dan kucel entar Yank ninggalin aku," kata Lia.
"Kalau cuma sekali kena sinar matahari, gak mungkin kulit Cin langsung berubah jadi kayak arang hitamnya," kata Abi.
"Lah kok Yank ngatain kayak arang hitamnya sih." Lia yang wajah terlihat cemberut.
Dua Minggu Kemudian......
Siang harinya waktu makan siang sudah berlalu tetapi Lia belum juga makan siang. Dari tadi pagi sampai siang hari Lia di sibuk memeriksa masyrakat yang datang ke puskemas untuk minta di periksa ama Lia.
Ada beberapa masyarakat yang berobat karena sakit ada juga beberapa masyarakat yang ingin berkonsultasi tentang kesehatan. Lia memberikan pelayanan kesehatan kepada semua masyarakat yang sakit dan berkonsultasi kesehatan ama dia.
Setelah itu Lia pamit ama suster untuk istirahat makan siang. Lia mengendarai motornya ke arah rumah nenek. Lia mengendarai motor dengan kecepatan tinggi. Lia sengaja membawa motor dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai di rumah nenek.
Saat Lia mengendarai motor dengan kecepatan tinggi. Tiba - tiba saja seorang anak menyeberang jalan tanpa melihat ke kanan kiri.
Lia yang mendadak panik ketika membawa motor dengan kecepatan tinggi tiba - tiba saja ada seorang anak yang berjalan menyeberangi jalan.
__ADS_1
Mendengar suara motor anak tersebut lalu berhenti berjalan lalu menoleh ke arah suara motor. Betapa terkejut anak tersebut ketika ada sebuah motor yang dengan kecepatan tinggi melaju ke arahnya.
"Awwww." Anak tersebut berteriak secara histeris sambil menutup matanya.
Anak tersebut merasa yakin bahwa sebentar lagi diakan akan di tabrak oleh motor yang melaju dengan kencang.
Lia yang melihat anak tersebut sudah berteriak dan menutup matanya dengan tangan. Lia menarik rem tangan motornya sehingga menimbulkan bunyi.
Cit.......cit
Dengan jarak yang begitu dekat akhirnya motor Lia berhenti tepat di hadapan anak tersebut. Anak tersebut masih menutup matanya karena masih takut dan syok. Lia yang melihat ke arah anak tersebut yang masih menutup matanya dengan telapak tangan.
"Lu kalau mau mati jangan di sini," kata Lia.
Mendengar perkataan Lia lalu anak tersebut mulai membuka kedua matanya. Anak tersebut melihat ke arah motor Lia yang berhenti di hadapannya. Anak tersebut hanya diam tidak bergerak dengan kondisi badannya yang gemetaran.
Anak tersebut merasa hampir saja dia akan menjadi korban tabrakan. Lia yang menatap tajam ke arah tersebut.
"Awas, minggir lu dari situ." Lia yang menyuruh anak tersebut untuk pergi dari tempatnya berdiri.
__ADS_1
Anak tersebut berjalan pergi meninggalkan Lia dengan keadaan yang masih shock karena hampir saja dia menjadi korban tabrakan. Setelah anak itu berjalan Lia langsung menancap gas motornya.
...~ Bersambung ~ ...