Time Travel Lia

Time Travel Lia
Sarapan Di Hotel


__ADS_3

"Lawan kamu bukan orang lain, melainkan rasa malasmu, kurang disiplinmu dan sering menunda pekerjaan adalah penyebab engkau tertinggal jauh dari mereka."


Tuuutt......Tuuutt


πŸ“ž"Assalamualaikum Ry," kata Abi.


πŸ“ž"Walaikumsalam abang Abi," kata Ry.


πŸ“ž"Tumben Ry telpon, ada apa?" tanya Abi.


πŸ“ž"Ada yang pengen ngomong nih ama abang, bolehkan abang?" tanya Ry.


πŸ“ž"Boleh, emang siapa Ry?" tanya Abi.


Ry menyerahkan ponsel ama mama lalu mama mengambil ponsel dari tangan Ry.


πŸ“ž"Assalamualaikum Abi," kata Mama.


πŸ“ž"Walaikumsalam tante," kata Abi.


πŸ“ž"Apa Abi udah dapat kabar dari Lia?" tanya mama.


πŸ“ž"Udah, emangnya kenapa tante?" tanya Abi.


πŸ“ž"Terus apa kabar dari Lia?" tanya mama.


πŸ“ž"Lia udah nyampai di hotel tadi siang tante, Apa Lia belum ngasih kabar tante?" tanya Abi.


πŸ“ž"Belum, makanya tante khawatir ama Lia," jawab mama.


πŸ“ž"Apa tante udah hubungi Lia?" tanya Abi.

__ADS_1


πŸ“ž"Udah, tapi gak di angkat ama Lia," jawab mama.


πŸ“ž"Mungkin Lia masih sibuk tante, tapi natik aku coba nelpon Lia lagi tante," kata Abi.


πŸ“ž"Kalau Abi nelpon Lia suruh telpon tante," kata mama.


πŸ“ž"Iya tante entar aku sampaiin ama Lia," kata Abi.


πŸ“ž"Ya udah kalau gitu Abi, tante kasih telpon ama Ry." Mama yang memberikan ponselnya ama Ry.


Ry mengambil ponsel dari tangan mama lalu mama berjalan pergi meninggalkan kamar.


πŸ“ž"Iya tante," kata Abi.


πŸ“ž"Ini Ry abang," kata Ry.


πŸ“ž"Ry lagi ngapain?" tanya Abi.


πŸ“ž" Lagi belajar mencintai seorang ya Ry," kata Abi.


πŸ“ž"Ckckck, abang gaje mah," kata Ry.


πŸ“ž"Hehehe," kata Abi.


πŸ“ž"Abang udah dulu ya Ry mau belajar lagi." Ry mematikan panggilan telpon Abi.


Setelah panggilan telpon dari Ry mati, Abi menghubungi nomor ponsel Lia tetapi tidak di angkat ama Lia.


Setelah mengambil makanan Lia dan Lena berjalan mencari kursi yang kosong. Lia dan Lena melihat kursi yang kosong berada di pojok restaurant. Mereka berjalan ke arah kursi yang kosong.


Lia dan Lena sampai di sana tetapi di saat yang bersamaan dua orang cowok juga sampai di tempat tersebut. Lia dan Lena lalu meletakan makanannya ke atas meja lalu mereka menarik kursi yang bersebelahan.

__ADS_1


"Kita boleh gabungkan?" tanya seorang cowok tersebut.


"Boleh." Lena yang sudah duduk di kursi yang berada di samping Lia.


Kedua orang cowok duduk di kursi yang berada di hadapan Lia dan Lena. Kedua orang cowok tersebut sibuk memandangi wajah Lia dan Lena. Sedangkan Lia dan Lena hanya fokus melihat ke arah piring.


Selesai makan malam Lia dan Lena menikmati dessert. Kedua cowok tersebut melihat ke arah Lia dan Lena.


"Hmmmm," kata seorang cowok tersebut


"Hai boleh kenalan?" tanya si cowok yang satu lagi.


"Boleh, nama gue Lena." Lena mengulurkan tangan ke arah si cowok.


"Nama aku Agus, nama teman kamu itu siapa?" Agus menjabat tangan Lena.


"Lu gak perlu tahu nama gue, Ayo kita pergi dari sini!" Lia melepaskan jabatan tangan Lena dan Agus. Lia berdiri dari kursi lalu menarik tangan Lena.


Lena berdiri dari kursi lalu berjalan mengikuti Lia. Agus dan temannya melihat Lena dan Lia yang berjalan meninggalkan mereka.


Keesokan Harinya.....


Pagi ini Lia dan Lena berjalan ke luar dari kamar hotel. Lia dan Lena berjalan ke arah lift sesampai di sana pintu lift masih tertutup. Lia dan Lena berdiri di depan lift.


Ting....Tong


Pintu lift terbuka lalu Lia dan Lena masuk ke dalam lift tersebut. Mereka menekan tombol angka 1. Setelah sampai di lantai 1 pintu lift terbuka. Mereka berjalan ke luar dari lift lalu mereka berjalan ke arah restaurant.


Sesampai di dalam restaurant Lia dan Lena mengambil sarapan berupa beberapa potong kue. Mereka mengambil segelas teh lalu mereka berjalan ke arah kursi yang kosong.


Lia dan Lea duduk di kursi lalu mereka mulai sarapan dengan memakan kue. Lia dan Lena sengaja mengambil kue yang berbeda di dalam piring sehingga mereka bisa saling bertukar saat sarapan.

__ADS_1


...~ Bersambung~...


__ADS_2