
"Jangan dulu buka hati, lebih baik buka pikiran saja, karena hidup di dunia ini bukan hanya soal percintaan semata, melainkan ada masa depan yang harus di perjuangkan."
Beberapa menit kemudian...........
Ibunda sudah sadar lalu dia memulai membuka matanya. Ibunda melihat tuan putri yang duduk di pinggir tempat tidur.
"Tuan apa yang terjadi?" Ibunda berbicara dengan suara yang begitu lemah.
"Syukur lah ibunda sudah sadar, tadi ibunda pingsan."Tuan putih yang melihat ke arah ibunda.
"Sekarang ibunda ada dimana?"Ibunda melihat ke arah sekeliling kamar tersebut.
" Ibunda berada di dalam kamar," jawab tuan putri.
"Kenapa ayahnda tidak ada di kamar ini?" ibunda yang mencoba untuk bangun dari tidur.
"Ayahnda berada di kamar sebelah, ibu sebaiknya jangan bangun dulu lebih baik berbaring di atas tempat tidur." Tuan putri meminta ibunda untuk berbaring di atas tempat tidur.
"Ibunda ingin melihat ayahnda." Ibunda yang sudah duduk di atas tempat tidur. Ibunda hendak turun dari tempat tidur.
"Jangan ibunda, ayahnda sedang beristirahat sekarang. Sebaiknya ibunda juga beristirahat dulu." Tuan putri memegang tangan ibunda.
"Baiklah tuan putri." Ibunda tidak jadi turun dari tempat tidurnya.
"Apa ibunda lapar?" tanya tuan putri.
" Ibunda tidak berselera makan karena memikirkan ayahnda." Ibunda baru sadar dari pingsan belum ingat bahwa ayahda sudah meninggal dunia.
"Ibu harus makan, aku panggil pelayan dulu untuk membawa makan buat ibunda." Tuan putri melepaskan tangannya dari ibunda. Tuan putri turun dari tempat tidur nya, dia berjalan ke arah pintu kamar.
"Tidak usah tuan putri."Ibunda yang tidak ingin makan.
Tuan Putri mengabaikan perkataan Ibunda, tuan putri membuka pintu kamar. Tuan putri berjalan keluar dari kamar tersebut. Di depan pintu kamar sudah berdiri Siti dan Lia.
__ADS_1
"Siti." Tuan putri yang memanggil nama Siti.
"Iya hamba tuan putri." Siti yang sudah berdiri di hadapan tuan putri dengan menundukkan kepalanya.
"Cepat kamu bawakan bubur untuk ibunda." Tuan putri menyuruh Siti untuk membawakan bubur untuk ibunda.
"Baiklah, hampa permisi dulu tuan putri." Setelah berpamitan kepada tuan putri, Siti berjalan pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Iya, Lia." Tuan putri memanggil nama Lia.
"Hamba tuan putri." Lia berjalan menghampiri tuan putri. Lia sudah berdiri di hadapan tuan putri lalu dia menoleh ke arah tuan putri.
"Kamu ikut saya ke dalam kamar." Tuan putri memerintah Lia untuk ikut ke dalam kamar.
"Baiklah tuan putri." Lia menuruti kemauan tuan putri untuk ikut masuk kedalam kamarnya.
Mereka sudah berada di dalam kamar, mereka melihat ke arah tempat tidur. Mereka melihat ibunda yang sedang berbaring di atas tempat tidur.
"Kamu periksa ibunda sekarang." Tuan Putri memerintah Lia untuk memeriksa ibunda.
"Bagaimana keadaan ibunda?" Tuan putri yang sudah berdiri di samping Lia.
"Lemah harus makan dan jangan banyak pikiran." Lia yang sudah memeriksa keadaan ibunda.
"Apa ibunda sakit?" tanya tuan putri.
"Tidak, ratu hanya kecapekan, kurang istirahat dan masih sok mengetahui raja terdahulu sudah tidak ada." Lia menjelaskan keadaan ratu kepada tuan putri.
"Apakah benar begitu?" Tuan putri yang masih meragukan Lia.
"Benar, kalau tuan putri tidak percaya kepada hamba maka suruh saja tabit memeriksa keadaan ratu." Lia tahu bahwa tuan putri meragukan dia, Lia menyuruh tuan putri memeriksa ratu dengan tabit.
"Aku percaya ama kamu." Akhirnya tuan putri mempercayai Lia.
__ADS_1
"Terimakasih tuan putri sudah percaya kepada hamba." Lia merasa legah karena tuan putri percaya kepadanya.
Esok anda Harinya..........
Setelah jenazah raja terdahulu di kuburkan di pemakaman kerajaan. Maka satu-persatu orang-orang pergi dari pemakaman tersebut yang tersisa hanya anggota keluarga kerajaan yang masih duduk di samping makam raja terdahulu. Mereka menatap baru nisan raja terdahulu sambil menitik air mata.
"Hiks hiks hiks." Mereka masih menagis dengan isak tangis pilu.
Saat mereka masih menangis kepergian ayahnda, tiba-tiba saja hujan turan.
Tik........... Tik.......... Tik
Suara hujan berjatuhan membasahi bumi, bersama dengan tetesan hujan yang membasahi bumi. Maka tetesan dan tangis yang sudah tidak bisa terbendung lagi oleh mereka yang masih berada di samping malam raja terdahulu. Mereka merasa duka nestapa setelah kehilangan ayahda.
Hujan mulai bertambah deras raja akhirnya mengajak mereka untuk pergi dari makam tersebut. Awalnya mereka tidak mau pergi dari makam tersebut karena masih ingin menangis dan memeluk batu nisan tersebut tetapi raja memerintah mereka untuk pergi dari makam raja terdahulu kalau mereka tidak menurut maka raja tidak akan segan-segan memberikan hukuman kepada mereka.
Sehingga mereka semua menuruti perkataan Raja pergi meninggalkan makam tersebut. Mereka berjalan dengan berat hati meninggal makam tersebut.
Seminggu Kemudian..........
Setelah kepergian ayahnda, para pangeran mulai menjalani kehidupan seperti biasa walaupun ada rasa rindu yang teramat berat mereka mencoba menahan rindu tersebut. Para pangeran menyibukan diri dengan membantu raja mengerjakan tugas kerajaan.
Berbeda dengan tuan putri yang selama seminggu ini merawat ibunda. Ibunda yang tidak mau makan, sehingga tuan putri menyuapi makanan untuk ibunya. Itupun ibunda hanya mau makan tiga suapan saja.
Tuan putri merasa sedih melihat kondisi ibunda yang badan terlihat kurus selain itu wajah ibu terlihat lesu dan sedih. Semenjak ayah meninggal dunia ibunda tidak pernah tersenyum lagi. Ibunda setiap hari pasti menangis meratapi kesedihan kepergian ayahnda.
Tuan Putri sebenarnya juga sedih ingin menangis saat melihat ibunda yang setiap hari menangisi kepergian ayahnda. Tapi tuan putri harus menahan tangis nya di hadapan ibunda. Tuan putri tidak ingin memperlihatkan kesedihannya di hadapan ibunda. Dia tidak ingin membuat ibunda lebih sedih.
Maka tuan putri lebih sering menyimpan kesedihan nya sendiri. Tuan putri tidak ingin orang lain mengetahui kesediaanya saat kehilangan ayahnda. Bagi anak perempuan ayah itu ada lah cinta pertamanya. Begitu pula bagi tuan putri ayahndanya merupakan cinta pertama tuan putri.
Saat ayahnda sudah tidak ada lagi, dia merasa kehilangan sosok laki-laki yang merupakan cinta pertamanya.Selain itu Tuan Putri juga sudah kehilangan pangeran pertama. Tuan putri berpikir mulai sekarang dia dan ibunda harus bisa menjaga diri mereka.
Mereka tidak mungkin harus mengandalkan raja, raja sudah pasti sangat sibuk sehingga tidak memiliki untuk memikirkan tuan putri dan ibunda. Lagian raja dan tuan putri hanya saudara seayah. Mereka terlahir dari ibu yang berbeda sehingga tuan putri tidak merasa kan hal yang sama seperti pangeran pertama yang merupakan saudara seayah dan seibu.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...