
"Rasa takut tidaklah buruk, rasa takut dapat menujukkan kelemahan kamu dan ketika kau tahu kelemahan kamu, kau akan menjadi lebih kuat dan lebih baik."
Lia yang terus saja berjalan lalu tiba-tiba Lia berhenti berjalan. Lia berdiri sambil melihat sekeliling-keliling tempat tersebut, dia merasa aneh seperti berada di tempat asing. Sedangkan Siti yang berada di belakang Lia lalu menghampiri Lia yang sedang berdiri.
"Kenapa kamu berhenti berjalan?" Siti berdiri di belakang Lia.
"Eh kok ada lu, lu ngikutin gue ya?" Mendengar suara seorang lalu Lia membalikkan badannya. Lia melihat Siti yang sudah ada di belakangnya.
"Iya aku di suruh tabit buat ngikutin kamu," jawab Siti.
"Uwus..... sudah sana lu pergi, gue bisa balik sendiri." Lia yang mengusir Siti untuk pergi.
"Emang kamu tahu jalan menuju desa?" tanya Siti.
"Gue gak tahu, makanya gue mau bertanya ama rumput yang bergoyang." Lia yang berjalan meninggalkan Siti.
Setelah berjalan cukup jauh akhinya Lia sampai di dua persimpangan jalan yaitu ada kanan dan kiri. Lia berhenti di depan persimpangan jalan, Lia yang sedang berpikir mau memilih ke kanan atau ke kiri.
Saat Lia masih sibuk berpikir mau memilih jalan ke kanan atau ke kiri. Siti berjalan ke arah kanan, dia terus saja berjalan lalu Siti menyadari bahwa tiada ada suara seorang yang berjalan di belakangnya. Siti membalikan badan lalu melihat bahwa Lia tidak ada di belakangnya.
Siti berjalan kembali ke arah persimpangan lalu tidak menemukan Lia di sana. Siti buru-buru berjalan ke arah kiri, Siti berjalan masuk ke arah kiri.
__ADS_1
"Lia.....Lia." Siti berjalan buru-buru sambil memanggil nama Lia. Siti merasa khawatir ama Lia, karena berjalan sendiri di jalan itu.
Lia yang tidak mendengar namanya di panggil ama Siti lalu dia berjalan menyusuri jalan tersebut. Lia terus saja berjalan semakin lama Lia merasa kaki semakin lelah. Sehingga Lia memilih untuk duduk di sebuah pohon.
"Aduh gue capek banget." Lia yang duduk di bawah pohon sambil meluruskan kakinya.
"Mana gue haus lagi." Lia yang memegang tenggorokan merasa haus.
"Dari tadi gue jalan kaki kok gak nyampai sih,"
"Sebenarnya gue berada di mana sih?"
Siti yang mendengar suara seorang lalu berlari ke arah suara tersebut. Siti merasa legah karena melihat Lia yang duduk di bawah pohon. Siti lalu menghampiri Lia yang sedang duduk.
"Bukannya lu tadi berjalan ke arah kanan terus kenapa ada di sini?" Lia yang melihat ke arah Siti.
"Iya aku berjalan ke arah kanan, lalu aku membalikan badan ke belakang untuk melihat kamu ternyata kamu gak ada. Karena aku merasa khawatir lalu aku berjalan kembali ke persimpangan tetapi aku tidak menemukan kamu di sana," kata Siti.
"Dari mana lu tahu gue ada di sini?" tanya Lia.
"Saat aku tidak menemukan kamu di persimpangan, aku merasa yakin bahwa kamu berjalan ke arah kiri. Aku berjalan sambil memanggil nama kamu tetapi kamu tidak menjawab," kata Siti.
__ADS_1
"Gue gak dengar," kata Lia.
"Kamu mau jalan ke desakan?" tanya Siti.
"Iya, kenapa emangnya?" tanya Lia.
"Kalau mau ke desa seharusnya kamu memilih jalan yang kanan tadi," jawab Siti.
"Emang jalan ini kenapa?" tanya Lia.
"Kalau jalan ini menuju ke arah sungai," jawab Siti.
"Apa kita harus berjalan balik ke sana lagi? tapi gue udah gak kuat kalau harus berjalan kaki kembali ke sana," tanya Lia.
"Ya udah kita istirahat aja dulu, aku juga capek," kata Siti.
"Lu ada minum gak, gue haus nih?" Lia melihat ke arah Siti.
"Aku gak bawa ari minum, kalu gitu kamu tunggu biar aku cari air minum untuk kamu." Siti berdiri dari tempat duduk. Siti berjalan meninggalkan Lia sendirian.
Siti terus saja berjalan untuk mencari air, akhirnya Siti sampai di pinggir sungai. Siti mengambil air dengan mengunakan telapak tangan.
__ADS_1
"Glug.....glug." Siti meminum air sungai tersebut.
...~ Bersambung~...