
"Tidak dendam bahkan sudah memaafkan, tapi yang namanya luka pasti meninggal bekas."
Seminggu Kemudian......
Pagi ini tuan putri sudah bangun terlebih dahulu, dia duduk di atas tempat tidur sambil melamun soal mimpinya tadi malam.
Lia yang baru saja sampai di kediaman tuan putri segera berjalan memasuki kediaman tuan putri. Lia berjalan masuk ke dalam kediaman tuan putri. Lia sudah berdiri di depan pintu kamar tuan putri.
Tok.....Tok.....Tok
"Tuan putri hamba masuk." Lia yang membuka pintu kamar tuan putri.
Ceklek......Ceklek
Lia berjalan masuk kedalam kamar tersebut, saat Lia sudah berada di dalam kamar tuan putri. Dia merasa terkejut melihat tuan putri sudah duduk di atas tempat tidur.
"Tuan putri." Lia yang berjalan menghampiri tuan putri yang sedang terduduk di atas tempat tidurnya.
Tuan putri yang sedang melamun tidak menyadari keberadaan Lia yang sudah berada di dalam kamarnya. Lia yang sedang berdiri di samping tempat tidur tuan putri.
"Ternyata tuan putri sudah bangun." Lia yang berbicara dengan nada suara tinggi.
"Iya." Tuan putri tersadar dari lamunannya setelah mendengarkan suara Lia.
"Apa tuan putri ini segera mandi?" tanya Lea.
"Iya," jawab tuan putri.
"Kalau begitu hamba akan menyiapkan air mandi untuk tuan putri," kata Lia.
"Sana kamu siapkan, aku ingin secepat mandi." Tuan putri yang menyuruh Lia untuk secepatnya menyiapkan air mandi untuk dia.
"Hamba pamit dulu untuk menyiapkan air untuk mandi tuan putri." Setelah itu Lia pamit untuk menyiapkan air mandi untuk tuan putri.
Setelah selesai Lia menyiapkan air untuk mandi tuan putri. Lia berjalan kembali ke arah kamar tuan putri. Lia yang sudah berada di depan pintu kamar tuan putri.
Tok......Tok.......Tok
"Tuan putri air sudah siap." Lia yang berbicara di depan pintu kamar tuan putri.
"Iya tunggu sebentar." Tuan putri turun dari tempat tidurnya lalu dia berjalan ke arah belakang pintu. Tuan putri yang sudah berada di belakang pintu kamar lalu dia mengambil handuk yang di gantung yang ada di belakang pintu kamarnya.
__ADS_1
Tuan putri mengalungkan handuk di lehernya, lalu dia berjalan membuka pintu kamarnya. Tuan putri yang sudah membuka pintu kamarnya lalu dia berjalan melewati pintu kamarnya. Tuan putri melihat ke arah Lia yang sudah berdiri di depan pintu kama tuan putri dari tadi.
Tuan putri terlebih dahulu berjalan meninggal Lia yang masih berdiri di situ. Lia yang keningnya berkerut melihat tuan putri berjalan ke arah yang berlawanan. Lia berjalan terburu-buru untuk menghampiri tuan putri yang sedang salah jalan.
"Tunggu tuan putri mau kemana?" tanya Lia
"Apa kamu tidak bisa melihat?" Tuan putri berhenti berjalan lalu dia membalikkan badannya, tuan putri menoleh ke arah Lia yang berdiri di hadapannya.
"Aku ingin melihat tuan putri," jawab Lia.
"Kalau kamu bisa melihat, kenapa kamu masih bertanya kepada aku?" tanya tuan putri.
"Hamba hanya binggung melihat tuan putri mengalungkan handuk ke lehernya, tetapi berjalan ke arah yang salah," kata Lia.
"Astafirallah, aku kok bisa ada di sini." Tuan putri yang mendengar perkataan Lia lalu dia menoleh ke arah sekelilingnya.
"Tuan putri sendiri yang ingin berjalan ke sini," kata Lia.
"Ah sudahlah tidak usah di bahas lagi." Tuan putri yang berjalan meninggal Lia.
Siang Harinya......
Tuan putri dan Lia sudah berada di perpustakaan istana. Tuan putri dan Lia sedang berdiri di depan rak-rak buku yang ada di perpustakaan istana. Tuan putri membaca setiap judul buku-buku yang ada di rak-rak perpustakaan istana.
"Buku arti mimpi, apa kamu ada melihat buku tersebut?" tanya tuan putri.
"Kenapa tuan putri mencari buku arti mimpi?" tanya Lia.
"Apa kamu percaya kalau setiap mimpi itu memiliki arti?" tanya tuan putri.
"Tergantung mimpinya tuan putri," jawab Lia.
"Apa kamu pernah bermimpi gigi lepas?" tanya tuan putri.
"Pernah tuan putri," jawab Lia.
"Apa arti mimpi gigi lepas?" Tuan putri yang terlihat begitu penasaran.
"Kehilangan orang terdekat," jawab Lia.
"Coba kamu jelaskan aku tidak mengerti." Tuan putri yang melihat ke arah Lia.
__ADS_1
"Apakah tuan putri bermimpi gigi lepas?" tanya Lia.
"Iya," kata tuan putri.
"Orang yang terdekat dengan tuan putri akan meninggal dunia," kata Lia.
"Apakah itu benar?" Tuan putri yang terlihat ragu mendengar perkataan Lia.
"Hamba tidak tahu tuan putri, itu hanya arti mimpi gigi lepas. Sebaiknya tuan putri tidak usah terlalu percaya dengan mimpi anggap saja mimpi itu hanya bunga tidur," kata Lia.
Seminggu Kemduian.......
Kondisi raja yang semakin hari semakin melemah seperti sekarang ini raja hanya bisa berbaring di atas tempat tidur. Raja menyuruh ratu untuk memanggil para pangeran, tuan putri dan selirnya ke kediaman nya.
Ratu menyuruh seorang prajurit untuk memanggil para pangeran, tuan putri dan selir raja yang terdahulu. Seorang prajurit tersebut menghampiri para pangeran yang sedang berkumpul di halaman belakang istana. Si prajurit tersebut mengatakan kepada para pangeran bahwa raja terdahulu menyuruh mereka berkumpul di kediaman raja.
Setelah si prajurit tersebut menyampaikan pesan kepada para pangeran. Si prajurit tersebut pergi ke arah kediaman tuan putri, saat berjalan ke arah kediaman tuan putri si prajurit tersebut berpapasan dengan tuan putri.
"Tuan putri." Si prajurit yang berdiri di hadapan tuan putri.
"Kalau tidak salah apa kamu prajurit yang menjaga pintu kediaman ayahnda?" Tuan putri yang melihat ke arah si prajurit tersebut.
"Iya, ada pesan dari ratu yang harus hamba sampaikan kepada tuan putri," kata si prajurit tersebut.
"Apa pesan dari ratu katakan?" tanya tuan putri.
"Raja terdahulu menyuruh tuan putri untuk segera datang ke kediaman raja terdahulu," kata prajurit.
"Sebenarnya ada apa prajurit?" Tuan putri yang terlihat cemas setelah mendengar perkataan prajurit tersebut.
"Hamba tidak tahu tuan putri, hampa pamit dulu." Si prajurit tersebut berjalan pergi meninggalkan tau putri.
Kediaman Raja Terdahulu
Tuan putri berjalan tergesa-gesa ke arah kediaman raja terdahulu. Sesampai tuan putri disana para pangeran juga tiba di sana. Tuan putri dan para pangeran datang ke kediaman raja terdahulu dengan waktu yang bersamaan.
Tuan putri dan para pangeran meminta izin kepada prajurit yang menjaga pintu tersebut untuk masuk kedalam kediaman raja terdahulu. Si prajurit tersebut tidak memberikan izin kepada para pangeran dan tuan putri untuk masuk ke kediaman raja terdahulu sekarang. si prajurit masih menunggu perintah dari raja terdahulu untuk mengizinkan mereka masuk.
...~ Bersambung ~...
Hai Guys Mampir ya ke novel Ry yang baru
__ADS_1
Berjudul Perjuangan Ucup