
"Jika ketulusan aku kamu anggap bercanda, maka kejarlah yang kamu anggap sempurna."
Setelah mobil bus melewati kelok sembilan, Pak Supir melajukan mobil bus dengan kecepatan standar. Karena perjalanan menuju kota Duri masih membutuhkan waktu beberapa jam lagi.
Akhirnya para Mahasiswa memilih tidur agar merasa tidak bosan saat berada di dalam bus. Begitu juga Lia dan Lena yang tidur di bus. Lia yang menyadarkan kepalanya di bahu Lena.
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam akhirnya bus memasuki kota Duri. Lena yang membuka kedua matanya lalu melihat ke arah kaca jendela bus.
Lena melihat bahwa bus sudah berada di kawasan kota. Lena memegang kepala Lia karena bahunya terasa pegal menjadi sandaran kepala Lia.
"Lia bangun."Lena yang mencoba membangunkan Lia dari tidur.
"Kita sebentar lagi udah nyampai nih." Lena yang melihat ke arah Lia.
Lia yang masih tertidur pulas tidak mendengar suara Lena yang membangunkannya.
"Woi bangun." Lena yang menarik hidung Lia agar terbangun dari tidur.
Lia yang merasa tiba - tiba susah bernapas lalu membuka kedua matanya. Setelah melihat Lia terbangun Lena melepaskan tangannya dari hidung Lia.
"Lu mau bunuh gue?" Lia yang menatap tajam ke arah Lena.
"Gak, habis lu kalau tidur susah di bangunkan," jawab Lena.
"Ngapain lu bangun gue?" tanya Lia.
"Tuh lu lihat." Lena yang menujuk ke arah kaca jendela bus.
__ADS_1
"Emang kita udah nyampai mana?" Lia melihat ke arah kaca jendela bus.
"Kita udah nyampai Sebangga bentar lagi nyampai, Apa lu udah nelpon Ry?" tanya Lena.
"Ya ampun gue belum nelpon Ry." Lia mengambil ponsel yang ada di saku bajunya.
Setelah mengambil ponsel dari saku bajunya Lia menghubungi nomor ponsel Ry tetapi tidak di angkat ama Ry. Sedangkan Ry melihat ke arah ibu guru yang sedang menerangkan pelajaran.
Ry yang menyadari ponsel bergetar di saku celana. Ry membiarkan saja ponsel yang masih berada di saku celana. Ry tidak mau mengeluarkan ponsel dari saku celananya.
Ry yang duduk di kursi barisan pertama, tempat duduk Ry persis di hadapan ibu guru. Sehingga Ry takut untuk mengeluarkan ponsel dari saku celana. Akhirnya ponsel itu berhenti bergetar.
Sekitar 5 menit kemudian ponsel Ry kembali bergetar. Ry menjadi tidak fokus mendengarkan penjelasan guru saat ponsel Ry bergetar.
"Ibu guru," kata Ry.
"Ada apa Ry?" Ibu guru yang melihat ke arah Ry.
"Mau apa ke toilet?" tanya ibu guru.
"Kebelet buang air kecil," jawab Ry.
"Sudah sana pergi saya kasih waktu 5 menit," kata ibu guru.
"Iya, Ry permisi dulu ibu guru." Ry berdiri dari kursi lalu berjalan buru - buru ke arah pintu kelas.
Saat keluar dari kelas Ry berjalan ke arah belakang kelas. Ry mengeluarkan ponsel dari saku celana. Ry melihat ke arah ponsel lalu ada dua panggilan tak terjawab dari Lia.
__ADS_1
π©"Assalamualaikum, ada apa mbak?" Ry mengirim chat ama Lia.
π©"Lu dimana? kenapa telpon gue gak diangkat?" tanya Lia.
π©"Mbak jawab dulu dong salam Ry, menurut mbak Ry dimana?" tanya Ry.
π©"Walaikumsalam, di kelas," jawab Lia.
π©"Noh pintar mbak," kata Ry.
π©"Napa tadi telpon gue gak lu angkat?" tanya Lia.
π©"Di depan Ry ada ibu guru mbak," jawab Ry.
π©"Terus sekarang lu kok bisa chat gue?" tanya Lia.
π©"Ry izin ke toilet ama ibu guru tadi, btw ada apa mbak nelpon Ry?" tanya Ry.
π©"Lu jemput di kampus," jawab Lia.
π©"Kapan?" tanya Ry.
π©"Ya sekarang lah masak tahun depan," jawab Lia.
π©"Gak bisa Ry masih sekolah," kata Ry.
π©"Pokoknya gue gak mau tahu lu jemput gue sekarang titik," kata Lia.
__ADS_1
π©"Emang gak bisa pakai koma ya?" tanya Ry.
...~ Bersambung~...