
"Bukannya aku tak beruntung dalam hal cinta, tapi aku punya kemampuan hebat jadi singel alias jomblo."
Lia berpapasan dengan Siti yang sedang berjalan ke arah samping dapur.
"Ternyata kamu di sini." Siti yang berdiri di hadapan Lia.
"Ada apa kamu memanggil nama aku?" Lia yang melihat ke arah Siti.
"Tuan putri mencari kamu," jawab Siti.
"Sebenarnya kalian dari mana tadi?" tanya Lia.
"Kami dari dalam istana bertemu raja dan ratu, kamu sana pergi ke kediaman tuan putri. Dia sedang menunggu kamu di kediamannya," kata Siti.
"Baiklah, nih ambil." Lia memberikan piring dan cangkir yang dia pegang kepada Siti lalu dia pergi meninggalkan Siti.
Seminggu Kemudian.......
Raja memerintahkan tuan putri untuk pergi ke pondo po tempat para pangeran belajar di sana. Di pondo akan di adakan lomba berburu yang akan di ikuti oleh kelima orang pangeran tersebut.
Raja yang begitu sibuk mengurusi kerajaannya tidak memiliki waktu untuk datang ke pondo po sehingga raja menyuruh tuan putri yang datang mewakili raja. Tuan putri begitu senang karena dia bisa bertemu dengan kelima pangeran.
Tuan putri hanya akan mengajarkan Lia dan Siti. Selain itu tuan putri juga membawa beberapa prajurit untuk mengangkat tandunya dan untuk menjadi pengawalan saat perjalanan menuju pondo po.
Tuan Putri menyuruh Siti menyiapkan perbekalan saat perjalanan yang akan mereka tempuh menuju ke arah pondo po. Siti mempersiapkan perbekalan tersebut sesuai dengan perintah tuan putri.
Esokan Harinya........
Pagi ini kami sudah berkumpul di halaman istana. Kami sedang menunggu raja dan ratu yang akan datang ke halaman istana. Raja dan ratu berserta dayangnya berjalan ke arah halaman istana.
Semua orang menudukan kepalanya saat raja dan ratu berserta rombongan berada di halaman istana terkecuali Lia. Lia menegakkan kepala karena ingin melihat wajah raja yang sering di bicara oleh dayang dan prajurit istana.
Akhirnya Lia bisa melihat wajah raja yang selama ini hanya dia dengarkan dari cerita orang lai. Lia merasa wajah raja seperti tidak asing, Siti menyenggol tangan Lia sehingga Lia tersadar lalu meihat ke bawah.
__ADS_1
Lia menundukkan kepalanya sambil memutar kembali memori di dalam otaknya untuk mengingat mengenai wajah raja yang Lia lihat seperti tidak asing. Lia mulai teringat tentang buku pelajaran bmr (budaya melayu riau) yang dia pelajari saat di smu.
Di dalam buku tersebut pernah membahas tentang kerajaan Rokan, di buku tersebut bercerita bahwa raja memiliki lima orang anak laki-laki yang akan menjadi pangeran dan anak perempuan yang akan menjadi putri.
Kelima orang pangeran dan seorang putri yang berasal dari lima orang istri raja. Raja yang memiliki seorang ratu dan kempat selir yang ada di istana.
Di dalam buku tersebut berceritakan akan ada pertumpahan darah sesama saudara hanya demi mendapatkan tahta menjadi raja. Di dalam buku tersebut juga bercerita tentang raja yang akan membuat kerajaan itu hancur karena raja yang begitu pemalas.
Salah satu dari kelima pangeran tersebut akan menjadi raja yang menindas rakyat. Raja yang hobinya bersenang dengan menghabiskan uang dari upeti (pajak). Sedangkan rakyat begitu menderita bahkan kemiskinan dimana-mana.
Tuan Putri sudah berpamitan ama raja dan ratu. Mereka mengatakan kepada tuan putri untuk menyampaikan salam kepada kelima pangeran tersebut.
Selain itu mereka juga meminta tuan putri untuk menyampaikan permintaan maaf kepada mereka karena tidak bisa datang di lomba berburu yang di adakan di pondo po. Ratu memberikan uang kepada tuan putri untuk kebutuhan mereka selama perjalanan .
Tuan putri menerima uang pemberian ratu, lalu tuan putri berpamitan ama ratu dan raja untuk berangkat ke pondo po. Tuan putri naik ke atas tandu yang di angkat oleh 4 orang prajurit
Tuan Putri berserta rombongan pergi meninggalkan gerbang istana. Lia dan Siti berjalan di depan sambil membawa buntelan ( Kain sarung yang di ikat lalu di masukan beberapa potong pakaia).
Tuan Putri berserta rombongan mulai berjalan memasuki hutan belantara. Para perajurit yang membawa tombak harus mulai berjaga-jaga dengan hewan buas yang ada di dalam hutan.
Di dalam hutan terdapat hewan buas yang bisa saja menerkam mereka sehingga mereka harus berhati-hati saat berada di dalam hutan. Lia yang merasakan haus karena sudah menempuh perjalanan yang cukup jauh. Selain itu Lia juga sudah merasa lelah kakinya tidak sanggup untuk berjalan lagi.
Lia berjalan ke arah tandu tuan putri lalu Lia berdiri di samping jendela tandu tuan putri.
"Tuan putri, aku ingin bicara," kata Lia.
"Prajurit berhenti." Tuan putri menyuruh prajurit untuk berhenti memikul tandu yang membawa tuan putri.
"Baiklah tuan putri." Prajurit berhenti berjalan, tetapi prajurit masih memikul tandu tersebut di lengan mereka.
"Kamu mau bicara apa?" Tuan putri membuka kain yang menutup jendela tandunya lalu melihat ke arah Lia.
"Tuan putri apa kita bisa istirahat?" Lia yang melihat ke arah tuan putri.
__ADS_1
"Apakah kalian semua sudah merasa lelah?" Tuan putri bertanya kepada semua rombongan.
"Iya aku lelah tuan putri." Karena tidak ada yang berani menjawab hanya Lia yang berani menjawab pertanyaan tuan putri.
Tuan putri melihat ke arah wajah para prajurit, tuan putri melihat wajah para prajurit yang sudah kelihatan lelah. Karena menempuh perjalanan yang cukup jauh selain itu tuan putri melihat matahari yang sudah berada di atas kepala.
Itu menandai bahwa sudah tengah hari, mereka harus beristirahat terlebih dahulu. Mereka juga harus memakan perbekalan makan siang yang telah Siti bawakan.
"Kita semua akan istirahat di sini, persiapkan makanan dan minuman untuk aku," kata tuan putri.
"Baiklah tuan putri." Para prajurit mulai berjalan ke arah sebuah pohon.
Para prajurit menurunkan tandu tuan putri di bawah pohon. Setelah tandu tuan putri di letakan di bawah tanah. Lalu tuan putri turun dari tandu tersebut. Tuan putri melihat ke arah Lia dan Siti.
"Apakah kamu ada membawa air minum?" tanya Lia.
" Ada ini." Siti memberikan sebuah bambu yang berukuran kecil kepada Lia.Di jaman ini batang bambu di gunakan sebagai tempat menyimpan air minum saat perjalanan jauh.
"Glug.....glug." Lia mengambil sebuah bambu tersebut lalu meminumnya.
Tuan putri datang menghampiri Siti dan Lia. Tuan putri yang melihat Lia sedang minum.
"Aku juga haus, aku ingin minum."
...~ Bersambung ~...
Hai Guys
AYO mampir ke Ry yang baru
Novel Berjudul Perjuangan Ucup
__ADS_1