Time Travel Lia

Time Travel Lia
Baju Kurung Melayu


__ADS_3

"Jika kamu bukan berasal dari orang kaya, maka keluarga yang kaya harus berasal dari kamu."


Lia yang terdiam melihat ke arah Siti dan tabit secara bergantian. Lia melihat pakaian Siti dan tabit yang terlihat aneh.


"Kenapa kamu diam saja?" tanya Siti.


"Apa lu bisa mengantarkan gue kerumah nenek?" tanya Lia.


"Emang rumah nenek kamu di mana?" tanya Siti.


"Gue ini cucu nenek Fatimah, jadi lu anterin gue pulang ke rumah nenek Fatimah," kata Lia.


"Nenek Fatimah, setahu aku di desa ini tidak ada yang bernama nenek Fatimah. Jadi kamu berasal dari desa mana?" tanya Siti.


"Desa Rokan Hilir, sekarang aku berada di desa apa ini?" tanya Lia.


"Desa Rokan Hilir," jawab Siti.


"Nah desa sama, kalau gitu gue pulang sendiri ajalah." Lia yang berusaha turun dari tempat tidur.

__ADS_1


"Tunggu kamu yakin mau pulang dengan hanya mengunakan kain itu?" Siti yang melihat ke arah Lia.


"Lah kok gue cuma pakai kain dong sih, pakaian gue mana?" Lia yang melihat tubuhnya yang hanya di tutupi oleh lembar kain panjang.


"Pakaian kamu basah, jadi aku ganti dengan kain panjang milik mendiang istri tabit," kata Siti.


"Terus gue pakai apa dong?masak gue cuma pakai kain panjang ini aja," tanya Lia.


"Tunggu sebentar." Tabit berjalan keluar dari kamar meninggal Lia dan Siti.


Tabit mengambil pakaian milik mendiang istrinya di dalam lemari pakaian. Setelah itu tabit memberikan itu ama Lia. Lia menerima pakaian yang di berikan oleh tabit.


"Kalau begitu kami tunggu di luar." Siti dan tabit berjalan pergi meninggalkan Lia yang berada di dalam kamar.


Setelah memakai pakaian yang di berikan ama tabit Lia berjalan ke arah pintu. Lia berjalan keluar dari kamar tetapi tidak melihat siapa-siapa di dalam rumah tersebut. Lia berjalan keluar rumah melihat Siti dan tabit yang sedang duduk di bangku.


Lia berjalan menghampiri tabit dan Siti yang sedang duduk di bangku yang berada di depan rumah.


"Ternyata kalian ada di sini, pantas saja tadi gue cari di dalam rumah gak ada." Lia yang berdiri di hadapan mereka.

__ADS_1


"Kamu terlihat cantik memakai baju kurung melayu." Siti yang kagum melihat Lia memakai baju kurung melayu. Baju kurung melayu pakaian yang biasa di gunakan untuk kaum wanita yang berada di daerah melayu.


Ciri khas baju kurung adalah rancangan yang longgar pada lubang lengan, perut, dan dada. Pada saat dikenakan, bagian paling bawah baju kurung sejajar dengan pangkal paha, tetapi untuk kasus yang jarang ada pula yang memanjang hingga sejajar dengan lutut. Baju kurung tidak dipasangi kancing, melainkan hampir serupa dengan t-shirt, meski begitu tetapi baju kurung ada juga yang memiliki kancing yang jumlahnya sekitar 3 baris. Baju kurung tidak pula berkerah, tiap ujungnya direnda. Beberapa bagiannya sering dihiasi sulaman berwarna keemasan.



Nah kira- kira seperti itulah Lia saat memakai baju kurung melayu.


"Gue emang udah cantik sejak lahir," kata Lia.


"Setiap wanita itu pasti cantik," kata tabit.


"Gak mungkinkan kamu ganteng secara kamu wanita," kata Siti.


"Hehehe, lu bener juga.Tabit makasih ya udah menjaga dan merawat gue selama sakit." Lia menyalim punggung tangan tabit.


"Sama-sama semoga kamu bisa bertemu ama keluarga kamu, saya yakin pasti mereka sedang mencari keberadaan kamu," kata tabit.


"Amiin, kalau begitu tabit gue pamit pulang ke rumah nenek." Lia berjalan pergi meninggalkan Siti dan tabit yang masih berada di depan rumah.

__ADS_1


"Sana kamu ikut dia, saya takut dia kenapa-kenapa di jalan menuju desanya." Tabit menyuruh Siti untuk mengikuti Lia yang sudah berjalan pergi.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2