Time Travel Lia

Time Travel Lia
Merasa Canggung


__ADS_3

"Untuk diri sendiri, bahagia secukupnya, sedih seperlunya, mencintai sewajarnya, membenci sekedarnya dan bersyukur sebanyak-banyak."


Mereka mendorong motor Za di bawah sinar matahari yang begitu terik. Za tidak tega melihat Ry yang harus berjalan kaki sambil membantu dia mendorong motornya.


"Apa Ry capek?" Za yang melirik Ry dari kaca spion motornya.


"Gak Za," jawab Ry.


"Gimana nih Ry bengkel masih jauh?" tanya Za.


"Ya udah kita dorong aja terus natik juga sampai ke bengkelnya," jawab Ry.


Brum.......Brum


Saat mereka mendorong motor Za, motor yang di kendarai Abi melewati mereka begitu saja. Abi yang sedang membonceng Ria, Abi melajukan motornya dengan kecepatan tinggi sehingga Lia memeluk. Abi sengaja melakukan hal itu agar Ry bisa melihat bahwa Ria memeluk.


"Ry yang tadi itu pak Abi kan?" tanya Za.


"Iya," jawab Ry.


"Kok aku ngerasa cewek yang di bonceng pak Abi tadi itu Ria," kata Za.


"Itu emang Ria," kata Ry.


"Apa pak Abi dan Ria berpacaran Ry?" tanya Za.


"Gak tahu, kalau mau tahu sebaiknya Za tanya aja secara langsung ama Ria," jawab Ry.


"Masak Ry gak tahu,kan selama ini aku lihat Ry dekat banget loh ama pak Abi." Za merasa tidak percaya ama perkataan Ry.


"Sekarang Ry tanya dekatan Ry ama Za atau Ry ama pak Abi?" tanya Ry.


"Ya dekatan kita berdua, tumben gak panggil pak Abi dengan sebutan abang Abi." Za yang merasa ada sesuatu yang terjadi antara Abi dan Ry sehingga mereka terlihat menjauh.


"Ry cuma pengen membiasakan diri memanggil dia dengan sebutan pak Abi," kata Ry.


"Udah deh gak usah ngeles Ry, aku yakin telah terjadi sesuatu di antara kalian berdua. Cerita dong Ry ama aku." Za yang mencoba membujuk Ry agar mau bercerita ama dia.


"Jangan Souzon Za, tidak terjadi apa-apa di antara kami berdua." Ry yang berbicara dengan tegas ama Za.

__ADS_1


Akhirnya Mereka telah sampai di bengkel, Za menyuruh pak montir untuk memeriksa motornya. Ry duduk di bangku yang ada di bengkel tersebut. Pak montir sudah memeriksa motor Za sehingga dia mengetahui kerusakan motor Za. Pak montir memberitahukan Za bahwa motor Za besok baru bisa di perbaiki karena stok alat motor lagi kosong untuk memperbaiki motor.


Mendengar perkataan pak montir Za merasa bingung karena di harus mengantarkan Ry pulang ke rumahnya. Za takut kalau sampai Ry pulang terlambat ke rumahnya maka Ry akan kena marah ama mamanya. Za benar-benar merasa bingung.


Sedangkan Abi yang mengendarai motor melaju dengan sangat kencang. Ria yang berada di belakang terus memeluk pinggang Abi.


"Pak Abi kita setelah ini mau kemana?" Ria yang menyadarkan kepalanya di bahu Abi.


"Aku mau ngatar kamu pulang," jawab Abi.


"Lah kok pulang sih pak, kita jalan-jalan dulu aja." Ria yang belum mau pulang ke rumahnya, karena Ria ingin mengambil kesempatan ini untuk bisa dekat aman Abi.


"Aku capek, alamat rumah kamu dimana?" tanya Abi.


"Kilometer 13, Apa pak Abi mau mengantarkan aku sampai rumah?" tanya Ria.


Mendengar alamat rumah Ria dan rumah Abi berbeda arah, selain itu rumah Ria yang berada di ujung maka akan butuh waktu yang lebih lama untuk sampai kerumah Abi kalai mengantarkan Ria. Selain itu Abi juga kepikiran mengenai Ry yang mendorong motor ama Za.


"Maaf aku gak ngantar kamu lagian rumah kita berbeda arah," kata Abi.


"Jadi pak Abi gak bisa ngatar aku sampai rumah." Ria yang wajah terlihat sedih karena Abi tidak mengantarkannya sampai rumah.


"Terus aku naik apa kerumah?" tanya Ria.


"Kamu naik angkot aja, aku yang bayarin ongkosnya. Gimana?" Abi yang menyuruh Ria untuk naik angkot tetapi ongkosnya Abi yang bayar.


"Iya aku mau naik angkot." Ria yang tersenyum mendengar Abi yang akan membayar ongkos angkot Ria. Belum jadi pacar aja Abi udah mau bayar ongkos Ria naik angkot, apalagi nantik kalau Abi jadi pacar Ria. Ria yang sedang membayangkan Abi menjadi pacarnya.


Abi memberhentikan motornya karena sudah sampai di simpang 125 km.


"Lah kok berhenti abang?" tanya Ria.


"Tuh lihat udah sampai simpang 125km," jawab Abi.


"Lah kok cepat banget sih, padahal aku masih pengen lama-lama ama pak Abi," kata Ria.


"Cepatan turun entar kamu susah dapat angkotnya," kata Abi.


"Iya aku turun pak Abi." Ria yang turun dari motor Abi, dia berdiri di samping pak Abi.

__ADS_1


" Nih uang buat ongkos angkot, maaf aku gak bisa ngatar kamu." Abi mengeluarkan uang dari saku bajunya lalu memberikan selembar uang berwarna biru kepada Ria.


"Makasih pak Abi, cup." Ria mengambil selembar uang berwarna biru dari tangan Abi lalu setelah itu Ria mencium pipi kanan Abi, dia berlari ke arah pinggir jalan untuk mencari angkot.


Saat Ria sudah berdiri di pinggir jalan raya lalu ada angkot yang berhenti. Pak Supir angkot bertanya tujuan Ria lalu dia mengatakan tujuannya pak Supir angkot menyuruh dia naik karena angkot melewati tujuan yang Ria katakan.


Ry masuk ke dalam angkot lalu membuka kaca jendela angkot sambil melambaikan tangan ke arah Abi. Setelah melihat Ria naik angkot Abi bergegas untuk menemui Ry. Abi merasa khawatir saat melihat Ry yang mendorong motor tersebut.


Abi melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Abi ingin segera melihat Ry untuk memastikan keadaan Ry saat ini. Abi yang melajukan motornya melihat ke arah bengkel Ry yang sedang duduk di bangku bengkel tersebut.


Abi membelokkan motornya ke arah bengkel tersebut, lalu dia memberhentikan motornya di depan bengkel. Abi memakirkan motor lalu dia turun dari motornya.


"Kenapa belum pulang?" Abi yang melihat ke arah Ry.


"Kebetulan ada pak Abi di sini, apa saya boleh minta bantuan pak Abi?" Za yang berjalan menghampiri Ry.


"Kamu mau minta bantuan apa?" Abi yang melihat ke arah Za.


"Motor saya rusak besok baru bisa di perbaiki jadi apa pak bisa mengantarkan Ry?" tanya Za.


"Bisa," jawab Abi.


"Sebaik Ry pulang ama pak Abi aja." Za membalikan badan lalu menoleh ke arah Ry.


"Tapi Za gimana?" Ry yang memikirkan Za."


"Ry tenang aja gak usah pikirkan aku, yang penting sekarang Ry bisa pulang," kata Za.


"Mau pulang atau masih mau di sini." Abi yang sudah naik di atas motornya.


"Pulang, Ry pulang dulu ya Za." Ry berdiri dari kursi lalu berjalan ke arah motor Abi. Ry naik do atas motor Ry lalu duduk di jok motor.


Abi mengendarai motor dengan kecepatan standar, di sepanjang perjalanan Abi dan Ry tampak diam dan merasa canggung.


...~ Bersambung ~...


Hai Guys Mampir ke karya Ry yang baru berjudul Perjuangan Ucup


__ADS_1


__ADS_2