
" Untuk mata yang belum bisa aku tatap, tangan yang belum bisa aku genggam dan senyum yang belum bisa aku nikmati. Walaupun sekarang kita jauh seperti isya ke subuh semoga suatu hari natik kita bisa sedekat magrib ke isya."
...\=> Yanti <\=...
Abi yang terkejut ketika mendengar harga bunga Aglonema dari ibu penjual tanaman hias. Ibu penjual tanaman hiasa juga memberitahu Abi dan Lia nama - nama bunga Aglonema. Kening Abi yang berkerut setelah mengetahui berbagai nama dan bentuk bunga Aglonema.
" Jadi kalian mau beli bunga Aglonema yang mana?" tanya ibu tersebut.
" Ibu bunga Aglonema yang paling murah yang mana?" tanya Abi.
" Buterfly," jawab ibu tersebut.
" Kalau saya beli yang buterfly," kata Abi.
Setelah selesai Abi membayar bunga Aglonema yang buterflay. Abi dan Lia berjalan ke arah parkiran motornya.
" Ini buat cinta." Abi memberika sebuah kantong plastik yang berisi bunga Aglonema buterfly.
" Makasih sayang." Lia mengambil kantong plastik tersebut dari tangan Abi.
__ADS_1
" Maaf ya cinta aku cuma bisa beliin bunga Aglonema yang murah." Abi yang terlihat lesu karena tidak bisa membelikan bunga Aglonema yang mahal.
" Gak apa - apa sayang, lain kali kasih aku aja bunga bank." Lia yang tersenyum melohat ke arah Abi.
Seminggu Kemudian......
Bel Berbunyi menandai waktu pulang sekolah, seluruh siswa kelas 3 tkj 2 sibuk memasukan buku dan peralatan tulis ke dalam tasnya. Ibu Rita berdiri di depan papan tulis.
" Mohon perhatian, ibu ingatkan lagi untuk seluruh siswa kelas 3 tkj 2 setiap siswa harus membawa satu pot tanaman hias besok pagi," kata ibu Rinta.
" Kalau gak bawa gimana ibuk?" tanya Eza.
" Akan mendapatkan hukuman," jawab ibu Rinta.
" Harus membayar uang sebesar Rp 50.000,00," jawab ibu Rita.
" Ibu apa kami sudah boleh pulang?" tanya Eza.
" Sudah," kata ibu Rita.
Seluruh siswa kelas 3 tkj 2 berpamitan ama ibu Rita. Mereka berdesak - desakan berjalan ke arah ibu Rita. Ry dan Eza yang berpamitan ama ibu Rita. Ry dan Eza berjalan ke arah parkiran motor. Sesampai di parkiran motor Ry berjalan ke arah motor Ry dan Eza berjalan ke arah motornya. Kita bawa motor masing - masing.
Ry mengendarai motor di ikuti oleh Eza dari belakang lalu saat Ry sudah melewati jalan komplek perumahan Eza. Ry melihat Eza yang masih mengikuti Ry dari belakang. Ry memberhentikan motor Ry lalu Eza menghampiri Ry.
__ADS_1
" Motor Ry kenapa?"Eza membuka kaca helemnya.
" Motor Ry gak kenapa - kenapa Za." Ry melihat Eza.
" Terus kenapa Ry berhenti?" tanya Eza.
" Za lupa ya, jalan rumah Za udah lewat tuh sana." Ry menujukan jalan ke arah komplek perumahan Eza.
" Gak," jawab Eza.
" Za mau kemana?" tanya Ry.
" Aku mau ngatar Ry sampai rumah," jawab Eza.
" Gak usah, lagian Ry bawa motor." Ry yang menolak Eza mengantarkannya sampai ke rumah.
" Aku cuma ingin memastikan Ry sampai di depan rumah dengan selamat," kata Eza.
" Aduh gak usah lebay deh Za, Ry itu udah besar bukan bocil lagi. Ry juga bisa jaga diri sendiri.Jadi sebaiknya Za pulang aja kerumah," kata Ry.
"Aku antar Ry dulu sampai rumah baru gue pulang kerumah, aku gak terima penolakan Ry." Eza melihat ke arah Ry.
Ry mengendarai motornya lalu Eza mengikuti motor Ry dari belakang, setelah Ry sampai di depan rumah lalu Eza membelok motornya mengendarai ke arah rumahnya.
__ADS_1
...~ Bersambung~...