Time Travel Lia

Time Travel Lia
Pangeran Pertama Di Temukan


__ADS_3

"Pendidikan setinggi apapun tidak akan mampu membeli sikap sopan santun dan etika seseorang."


Prajurit tersebut sudah berada di dekat badan manusia yang terapung tersebut. Badan manusia tersebut terapung di sungai karena tersangkut oleh akar pohon yang berada di sungai tersebut. Prajurit tersebut berusaha melepaskan akar pohon yang menyakut pada pakaian manusia tersebut.


Setelah berhasil melepaskan akar yang menyakut tersebut, prajurit tersebut membawa badan manusia tersebut dengan memegang lengan manusia tersebut sambil berenang. Prajurit tersebut berusaha berenang sambil membawa badan seorang manusia yang terapung di sungai Rokan.


Setelah sampai di tepian sungai Rokan, Prajurit tersebut mengangkat badan manusia tersebut seperti sedang memikul karung beras. Dia mengangkat badan manusia tersebut agar keluar dari sungai tersebut. Beberapa prajurit yang melihat ke arah prajurit yang sedang mengangkat sesuatu di pundaknya semakin di buat penasaran. Mereka bergegas ke arah prajurit tersebut.


Mereka berjalan ke arah prajurit yang sedang mengangkat sesuatu tersebut. Pangeran kedua yang masih berada di dalam sungai tidak menyadari bahwa beberapa prajurit yang menjaga dia tadi sudah pergi meninggalkan dia.


Beberapa prajurit berjalan berbondong-bondong ke arah prajurit tersebut. Mereka semua penasaran ingin melihat prajurit tersebut mengangkat apa. Pangeran kedua sudah selesai mandi di sungai lalu dia berjalan keluar dari sungai tersebut. Pangeran kedua yang sudah keluar dari sungai lalu memakai kembali pakaiannya.


Setelah selesai memakai pakaiannya pangeran kedua melihat ke segala arah penjuru. Dia melihat ke arah beberapa prajurit yang sedang berkerumun di sana, dia semakin penasaran ingin melihat ke sana.


Dia berjalan ke arah beberapa prajurit tang sedang berkerumun. Perasaan pangeran kedua menjadi tidak enak saat berjalan ke arah tersebut, dia tidak memperdulikan perasaannya terus saja berjalan kerumunan prajurit tersebut.


Saat pangeran kedua sudah berada di belakang kerumunan prajurit tersebut. Dia berusaha untuk melihat apa yang prajurit tersebut lihat tetapi dia tidak bisa melihatnya karena dia berada di belakang badan prajurit tersebut.


"Apa yang sedang kalian lihat?" tanya pangeran kedua.


Beberapa prajurit tersebut langsung membalikkan badan saat melihat pangeran kedua sudah berada di belakang mereka.


"Kenapa kalian semua diam saar aku bertanya?" Pangeran kedua yang melihat ke arah beberapa prajurit tersebut dengan tatapan yang tajam.


Beberapa prajurit tersebut tidak ada yang berani untuk berbicara, mereka memutuskan untuk berlutut di hadapan pangeran kedua sambil menundukan kepalanya. Pangeran kedua yang melihat beberapa prajurit tersebut melakukan hal yang sama di hadapannya. Dia merasakan binggung dengan sikap beberapa prajurit tersebut kepadannya.


"Minggir aku mau lewat." Pangeran kedua menyuruh beberapa prajurit tersebut untuk bergeser agar dia bisa berjalan.


Beberapa prajurit tersebut menggeser badannya agar pangeran kedua bisa berjalan melewati mereka. Pangeran kedua berjalan melewati beberapa prajurit tersebut. Pangeran kedua berhenti berjalan lalu dia melihat ke arah bawah. Saat dia melihat kebawa, dia melihat seorang laki-laki yang berbaring di atas rumput. Pangeran kedua melihat pakaian yang di pakai oleh tersebut mirip dengan pakaian yang di pakai oleh pangeran pertama saat mengikuti lomba berburu.

__ADS_1


Pangeran kedua segera mendekati badan tersebut, dia berjongkok di samping badan tersebut lalu di melihat ke arah wajah seorang laki-laki tersebut. Dia tidak menyaka kalau akan bertemu dengan seorang laki-laki tersebut.


"Hiks.....Hiks." Pangeran kedua menagis sambil memeluk badan laki-laki tersebut.


"Bangun pangeran pertama." Pangeran kedua yang berbicara sambil menagis tersedu-sedu.


"Pangeran pertama harus bangun, tuan putri sedang menunggu pangeran pertama di pondo po."


"Tuan putri begitu mengkhawatirkan pangeran pertama."


"Tuan putri akan sedih melihat pangeran pertama dengan kondisi yang seperti ini."


"Bangun pangeran pertama." Pangeran kedua melepaskan pelukannya dari pangeran pertama lalu dia memompa jantung pangeran pertama mengunakan tangannya.


"Sudah hentikan pangeran kedua." Prajurit yang menemukan pangeran pertama tadi menghentikan pangeran kedua untuk memompa jantungnya. Karena dia sudah melakukan hal yang sama lalu prajurit tersebut melihat denyut nadi pangeran pertama sudah tidak ada.


"Tidak aku yakin bahwa pangeran pertama masih hidup." Pangeran kedua yang terus saja memompa jantung pangeran pertama dengan tangannya.


Pangeran kedua yang kehabisan tenaga akhirnya berhenti memompa jantung pangeran pertama.


"Coba pangeran kedua periksa denyut nadi pangeran pertama." Prajurit tersebut menyuruh pangeran kedua untuk memeriksa denyut nadi pangeran pertama.


"Denyut nadinya tidak ada."Pangeran kedua memegang tangan pangeran kedua lalu dia memeriksa denyut nadi pangeran pertama.


"Pangeran pertama sudah tidak ada." Dengan berat hati prajurit tersebut mengatakan bahwa pangeran pertama sudah meninggal dunia.


"Tidak.....ini tidak mungkin, aku yakin pangeran pertama masih hidup." Pangeran kedua yang begitu terkejut saat mengetahui bahwa pangeran pertama sudah tidak bernyawa lagi.


Pangeran kedua menjambak rambutnya karena dia begitu frutasi. Dia juga begitu menyesal karena sudah meninggal pangeran pertama di dalam hutan sendirian. Dia merasa bersalah dengan meninggalnya pangeran pertama.

__ADS_1


"Pangeran kedua harus ikhlas menerima ini semua. Ingat setiap yang bernyawa pasti akan meninggal dunia, ini sudah menjadi takdir setiap manusia." Prajurit tersebut memegang bahu pangeran kedua, dia mencoba membuat pangeran kedua menjadi lebih tenang. Setelah pangeran kedua menjadi lebih tenang prajurit tersebut melihat ke arah pangeran kedua.


"Bagaimana dengan jasad pangeran pertama ini pangeran kedua?" tanya prajurit tersebut.


"Aku tidak tahu." Pangeran kedua yang masih belum bisa berpikir dengan tenang masalah jasad pangeran pertama.


"Apa sebaiknya jasad pangeran pertama kita bawa ke istana?" tanya prajurit tersebut.


Pangeran kedua tampaknya sedang memikirkan jasad pangeran pertama mau di bawa kemana. Beberapa prajurit yang melihat kearah pangeran kedua, mereka sedih melihat keadaan pangeran kedua yang sangat kacau saat ini.


"Pangeran harus cepat mengambil keputusan," kata prajurit tersebut.


"Menurut kalian aku harus kemana membawa jasad pangeran pertama?" Pangeran kedua melihat ke arah beberapa prajurit tersebut dengan bergantian.


"Istana." Beberapa prajurit tersebut serentak menjawabnya.


"Baiklah kalau begitu jasad pangeran pertama akan kita bawa ke istana sekarang," kata pangeran kedua.


"Baiklah lah pangeran kedua, bagaimana dengan para pangeran lain dan tuan putri?" tanya prajurit tersebut.


"Salah satu dari prajurit harus ada yang pergi ke pondo po untuk menyampaikan kepada tuan guru, para pangeran dan tuan putri bahwa pangeran pertama sudah di temukan dan di bawa ke istana," kata pangeran kedua.


"Kalau begitu aku yang akan pergi ke pondo po untuk menyampaikan itu kepada mereka." Prajurit tersebut yang berdiri dari jongkoknya.


"Kamu jangan mengatakan kepada mereka bahwa pangeran pertama sudah meninggal dunia," kata pangeran kedua.


...~ Bersambung ~...


Hai Guys Mampir ya Ke novel Ry yang baru

__ADS_1


Berjudul Perjuangan Ucup



__ADS_2