Time Travel Lia

Time Travel Lia
Bunga Aglonema


__ADS_3

" Jangan jadi obat untuk seorang ya tidak mau sembuh dan jangan jadi payung untuk seorang yang menyukai hujan."


Lia yang kesal karena Abi yang langsung mematikan panggilan telponnya. Lia memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku roknya.


" Jadi adek mau beli bunga yang mana?" tanya ibu tersebut.


"Gue masih bingung buk, apa saya boleh berkeliling ngelihat - lihat dulu bunga ya lain ibu?" tanya Lia.


" Silahkan adek, kalau ibu mau ke sana dulu ya." Ibu tersebut berjalan meninggalkan Lia.


Lia yang berjalan - jalan mengelilingi tempat penjualan tanaman hias tersebut. Lia merasa lebih tenang saat berada di tempat tersebut. Lia juga memperhatikan beragam tanaman hias.


Lia yang berkeinginan suatu hari natik mempunyai rumah yang halamannya luas. Lia ingin membuat taman bunga di halaman rumahnya. Lia ingin menanam berbagai macam bunga di halamannya.


Setelah mematikan telpon dari Lia, Abi mengendarai motor dengan ngebut ke arah tempat penjual tanam hiasa. Kira - kira dalam waktu 15 menit Abi sampai di tempat taman hias. Abi memakirkan motornya di samping motor Lia.


Abi berjalan masuk ke dalam tempat penjual tanaman hias.


" Adek mau cari taman apa?" Si ibu yang sudah berdiri di hadapan Abi.


" Saya mencari pacar ibu, apa ada seorang cewek yang sedang melihat - lihat tanaman hias di sini?" tanya Abi.


" Ada beberapa cewek yang datang melihat tanaman hias di sini. Pacar adek yang seperti apa?"tanya ibu tersebut.


" Dia memakai jilbab dan ada taik lalat di dekat hidungnya. Apakah ibu melihat dia?" tanya Abi.


" Saya lihat di arah sana dekat bunga Anggrek." Ibu tersebut menujukan ke arah bunga Anggrek.

__ADS_1


" Makasih ibu kalau gitu saya kena dulu." Abi yang berjalan ke arah bunga Anggrek.


Sesampai di sana Abi tidak menemukan Lia, Abi berjalan lagi untuk menemukan Lia. Abi melihat Lia yang sedang berdiri melihat tanam hias. Abi menghampiri Lia yang tampak sedang melamun.


" Cinta." Abi yang berjalan sambil memanggil Lia dengan panggilan cinta tetapi Lia tidak menoleh sama sekali.


" Cinta." Abi memegang bahu Lia.


" Hah." Lia yang terkejut lalu menoleh ke arah belakang.


" Cinta dari tadi aku panggil kok diam aja?" tanya Abi.


" Maaf aku gak dengar," jawab Lia.


" Cinta sedang melamun apa?" tanya Abi.


" Emang cinta mau beli bunga apa?"tanya Abi.


" Aglonema atau Anggrek," jawab Lia.


" Aglonema itu kayak mana bentuknya?" tanya Abi.


" Jadi sayang gak tahu bentuk bunga Aglonema?" tanya Lia.


" Gak." Abi menggelengkan kepalanya.


" Apa sayang mau tahu bentuk bunga Aglonema?" tanya Lia.

__ADS_1


" Mau banget, kaya mana bunga Aglonema cinta?" tanya Abi.


" Ayo ikut aku sayang!" Lia menarik tangan Abi lalu berjalan buru - buru.


" Iya, cinta jalannya pelan - pelan aja," kata Abi.


" Iya ini pelan - pelan." Lia yang menarik tangan Abi lalu berjalan pelan - pelan.


Lia berhenti berjalan lalu Abi melihat ke arah Lia.


" Lah kok berhenti cinta?" tanya Lia.


" Tuh lihat sayang." Lia menujukan ke arah bunga Aglonema.


" Jadi itu bunga Aglonema cinta?" tanya Abi.


" Iya, cantikan bunga Aglonema?" tanya Lia.


" Gak, itu mah model bunga keladi yang banyak di kebun sawitan cinta," jawab Abi.


" Beda sayang, ini itu bunga Aglonema yang harganya mehong," kata Lia.


" Masak bunga model begitu harga mehong sih, aku gak percaya cinta." Abi yang tidak percaya kalau bunga Aglonema otu harga mahal.


" Kalau gak percaya tanya aja ama ibu penjual itu berapa harga bunga Aglonema yang paling murah," kata Lia.


" Baiklah, ayo kita tanya ama ibu itu," kata Abi.

__ADS_1


...~ Bersambung~...


__ADS_2