
"Jangan pernah panggil aku mantan, sebut saja aku alumni, siapa tahu kita bisa reunian."
Abi memakirkan motornya lalu Abi turun dari motor. Abi berjalan ke arah rumah Ry, Abi sudah berdiri di depan pintu rumah.
Tok.......
Tok.......
Tok.......
Abi yang sudah mengetuk pintu rumah sebanyak 3 kali.
"Assalamualaikum," kata Abi.
Abi mengucapkan salam tetapi tidak ada jawaban. Abi melihat rumah Ry yang tampak sepi seperti tidak ada orang di dalam rumah. Abi masih berdiri di depan pintu rumah Ry.
Tap.......
Tap.......
Tap.......
Seorang laki-laki berjalan menghampiri Abi yang sedang berada di depan pintu rumah Ry.
Plak.......
"Abang cari siapa?" Seorang laki-laki menepuk bahu Abi.
__ADS_1
"Saya cari Ry, tapi kok gak ada orang. Apa kamu tahu Ry dimana?" Abi menoleh kebelakang melihat seorang yang berdiri di belakangnya.
"Mereka sekeluarga pulkam," jawab si laki-laki tersebut.
"Lah kok mereka mendadak pulkam?" Abi yang terkejut mendengar perkataan laki-laki tersebut.
"Abang siapa Ry?" Si laki-laki tersebut melihat pakaian Abi yang terlihat seperti seorang guru.
"Aku guru Ry di smk," jawab Abi.
"Sebenarnya abang ada hubungan apa ama Ry? kalau cuma hubungan guru dan murid aku tidak yakin." Si laki-laki tersebut yang curiga ama Abi.
"Perkenalan kan dulu nama saya Abi Fahreza." Abi mengulurkan tangan ke arah laki-laki tersebut.
"Riki Sahputra, lalu apa hubungan abang ama Ry?" Riki yang menjabat tangan Abi lalu Riki melepaskan tangan Abi.
"Terus kenapa abang mencari Ry?" tanya Riki.
"Aku cuma mau tahu kabar soal Lia makanya aku kesini," jawab Abi.
"Lah Kenapa abang mau tahu kabar soal kakak Lia?" tanya Riki.
"Lia itu pacar aku, apa kamu tahu kenapa Ry sekeluarga pulkam?" tanya Abi.
"Sebaiknya abang pergi ke kampung mama Ry, sepertinya ada masalah dengan kakak Lia," jawab Riki.
Jedaaarr.......
__ADS_1
Jedaaarr......
Jedaaarr.......
Setelah mendengar nama Lia di sebut oleh Riki perasaan Abi menjadi tidak karuan. Abi berpamitan ama Riki lalu melakukan kendaraan ke arah kampung mama Ry.
Ry yang sedang berdiri di pinggir sungai, Ry melihat ke arah sungai tempat Lia berenang. Ry berniat untuk masuk kedalam sungai untuk berenang mencari keberadaan Lia. Tiba-tiba saja tangan Ry dipegang oleh seorang laki-laki.
"Kamu mau ngapain?" Si laki-laki tersebut mencengkeram tangan Ry dengan kuat.
"Ry mau berenang ke dalam sungai, lepaskan tangan kamu." Ry yang mencoba melepaskan cengkeraman tangan laki-laki tersebut dari tangan Ry.
"Apa kamu mau nambah masalah lagi? kakak Lia aja belum kita temukan sekarang kamu mau masuk ke dalam sana." Laki-laki tersebut menarik tangan Ry agar menjauh dari sungai.
"Ry gak mau nambah masalah Ijal, Ry cuma mau bantu cari mbak Lia. Jadi lepaskan tangan Ry Ijal." Ry berjalan sambil tangan di tarik ama Ijal.
"Dasar begog tolol, dimana otak kamu? bisa-bisa kamu berpikir seperti itu." Ijal yang menaikkan volume suaranya sehingga besar.
"Hiks......Hiks." Mendengar perkataan Ijal yang kasar Ry menjadi sedih lalu Ry menangis.
"Kamu jahat banget Ijal ngomong kayak gitu ama Ry." Ry yang masih menangis.
Ijal yang melihat ke arah Ry yang sedang menangis. Ijal merasa menyesal telah membentak dan berbicara kasar ama Ry. Ijal hanya ingin menjaga Ry selain itu Ijal tidak ingin Ry masuk ke dalam sungai. Nenek selalu melarang cucu perempuan untuk berenang di sungai.
Nenek tidak pernah memberikan alasan kepada cucu perempuan tidak boleh berenang di sungai. Nenek hanya memberi larang kepada cucu perempuan untuk tidak boleh berenang di sungai.
Mungkin yang nenek takut kalau cucu perempuan berenang ke sungai akan menghilang seperti yang Lia alami. Sebenarnya bukan itu alasan nenek tidak memperbolehkan cucu perempuan dilarang berenang ke sungai. Ada alasan nenek tidak memperbolehkan cucu perempuan berenang di sunga.
__ADS_1
...~ Bersambung~ ...