Time Travel Lia

Time Travel Lia
Turun Tahta


__ADS_3

"Jadilah seperti bunga yang mengharumkan bahkan kepada tangan yang merusaknya."


Seminggu Kemudian........


Semakin hari kondisi kesehatan raja semakin memburuk. Sehingga membuat para pejabat istana terus mendesak raja untuk segera turun tahta. Para pejabat istana menginginkan raja baru untuk memimpin kerajaan tersebut.


Di Istana


Para pejabat istana sudah berkumpul di dalam istana. Mereka sedang menunggu kedatangan raja, mereka berkumpul di istana untuk membahas mengenai raja baru. Kondisi raja yang sekarang sedang sakit-sakitan menyebabkan dia sudah tidak bisa memimpin kerajaan Rokan. Sehingga para pejabat bertekad supaya raja turun tahta, mereka menginginkan raja yang baru untuk bisa memimpin kerajaan Rokan.


Raja berjalan di bantu oleh ratu memasuki istana. Raja dan ratu sudah berada di dalam istana, para pejabat istana yang berada di dalam istana melihat ke arah raja yang berjalan di bantu oleh ratu. Setelah melihat raja yang berjalan di bantu oleh ratu, mereka semakin yakin untuk mempercepat raja turun tahta.


Raja sudah duduk di singgah sananya dengan bantuan ratu, ratu duduk di kursi yang berada di samping raja. Para pejabat istana berdiri dari tempat duduknya, mereka memberikan penghormatan kepada raja. Setelah itu mereka kembali duduk di bangku masing-masing.


"Assalamualaikum wr wb." Juru bicara raja yang berdiri di hadapan semua orang yang sedang berada di dalam istana tersebut.


"Walaikumsalam wr wb," kata semua orang yang berada di dalam istana tersebut.


"Perkenalan saya juru bicara raja, saya mewakili raja mengucapkan selamat datang kepada pejabat istana yang hari ini sudah menyempatkan waktunya untuk mengunjungi istana ini." Juru bicara raja yang melihat ke arah para pejabat istana yang sedang duduk di dalam istana.


"Saya di sini mewakili para pejabat istana yang lainnya untuk berbicara." Seorang pria berdiri dari bangku nya, si pria tersebut merupakan salah satu pejabat istana. Dia mewakili para pejabat istana yang lainnya untuk berbicara.


"Apa yang ingin tuan sampaikan kepada raja?" tanya juru bicara raja.


"Hamba ingin bertanya bagaimana keadaan raja?" Si pria tersebut melihat ke arah raja yang sedang duduk di singgah sana.


"Seperti yang kalian lihat kondisi aku semakin memburuk." Raja yang berbicara dengan suara yang lemah.


"Kami semua mendoakan raja semoga raja cepat sembuh seperti sedia kala," kata si pria yang merupakan salah satu dari pejabat istana, dia yang sengaja berbicara untuk mewakili para pejabat lainnya.


"Aamiin," kata semua orang yang ada di istana tersebut.


"Terima kasih kalian semua sudah mendoakan aku," kata raja.


"Hamba di sini mewakili para pejabat istana yang lain ingin bertanya kepada raja.Apa raja masih bisa menjalankan tugas sebagai raja?" tanya si pria yang merupakan salah satu dari pejabat istana, dia mewakili para pejabat istana yang lainnya untuk berbicara.


"Aku sudah tidak bisa menjalankan tugas sebagi raja di kerajaan ini," kata raja.


"Berarti raja sudah ada niat untuk turun tahta?" tanya si pria yang merupakan salah satu dari pejabat istana, dia mewakili para pejabat istana yang lainnya

__ADS_1


"Iya," jawab raja


"Siapa yang akan mengantikan raja?" tanya pria yang merupakan salah satu dari pejabat istana, dia mewakili para pejabat istana yang lain.


"Tuan putri," jawab raja.


"Hamba tidak setuju raja." Seorang pejabat istana berdiri dari tempat duduknya.


"Hamba juga tidak setuju." Seorang pejabat istana yang lainnya juga berdiri dari tempat duduknya.


Semua para pejabat istana yang ada di dalam istana berdiri dari bangku tempat duduknya. Mereka mengatakan tidak setuju kepada raja. Raja melihat ke arah para pejabat istana yang


tidak setuju tuan putri menjadi ratu mengantikan nya.


"Kenapa kalian tidak setuju?" tanya raja.


"Karena dia seorang perempuan," jawab seorang pejabat istana.


"Kami menginginkan seorang laki-laki untuk mengantikan raja," kata seorang pejabat istana yang lainnya.


"Raja mempunyai 4 orang pangeran, raja bisa memilih salah satu dari mereka untuk mengantikan raja," kata si pria yang merupakan salah satu dari pejabat istana, dia mewakili para pejabat istana yang lainnya.


"Baiklah aku akan memikirkan yang kalian katakan," kata raja.


"Kapan raja akan memberikan keputusan tentang penganti ?" tanya si pria yang merupakan satu dari pejabat istana, dia mewakili para pejabat istana yang lainnya


"Seminggu lagi,"jawab raja.


"Baiklah seminggu lagi kami akan ke sini mendengar keputusan raja," kata si pria yang merupakan salah satu dari pejabat istana. dia mewakili para pejabat yang lainnya.


Esokan Harinya.......


Raja menyuruh juru bicaranya memanggil pangeran kedua ke kediamannya. Raja ingin berbicara empat mata dengan pangeran kedua. Maka dia menyuruh juru bicaranya untuk memanggil pangeran kedua.


Di Kediaman Raja


Pangeran kedua sudah berada di dalam kamar raja yang sedang berbaring di atas tempat tidur. Pangeran kedua berjalan menghampiri raja yang sedang berbaring di atas tempat tidur.


"Ayahnda raja."Pangeran kedua yang berdiri di samping tempat tidur raja.

__ADS_1


"Pangeran kedua." Raja yang melihat ke arah pangeran kedua, dia berusaha untuk duduk di atas tempat tidur.


"Sini aku bantu, ada apa ayahnda raja memanggil hamba kemari?" Pangeran kedua membantu raja untuk duduk di atas tempat tidur.


"Ada yang ingin aku bicarakan kepada kamu." Raja yang duduk di atas tempat tidur.


"Apa yang ingin ayahnda bicara kepada hamba?" Pangeran kedua yang berdiri di samping tempat tidur raja.


"Duduklah di sini." Raja menepuk tempat tidurnya menyuruh pangeran kedua untuk duduk di atas tempat tidurnya bersama dia.


"Baiklah ayahnda hamba akan duduk." Pangeran kedua duduk di samping raja.


"Ada yang ingin aku tanyakan padamu," kata raja.


"Apa yang ingin ayahnda raja tanyakan kepada hamba?" tanya pangeran kedua.


"Menurut kamu siapa yang pantas mengantikan aku?" tanya raja.


"Maksud raja apa bertanya seperti itu?" Pangeran kedua terkejut saat mendengarkan pertanyaan raja.


"Aku ingin turun tahta," jawab raja.


"Kenapa ayahnda raja turun tahta?" tanya pangeran kedua.


"Kondisi aku semakin hari semakin memburuk, aku juga sudah tidak sanggup lagi menjalankan tugas menjadi raja." Raja yang badannya terlihat kurus, wajah raja juga terlihat begitu pucat.


"Hiks......hiks ayahnda raja." Pangeran kedua yang menagis setelah mendengarkan perkataan raja.


"Sudah berhentilah menangis, kamu itu laki-laki jangan cengeng." Raja yang menoleh ke arah lain, dia tidak sanggup melihat pangeran kedua menangis.


"Baiklah ayahnda raja." Pangeran kedua berhenti menangis.


"Menurut kamu siapa yang pantas mengantikan aku menjadi raja?"tanya raja.


"Yang pantas mengantikan ayahnda raja yaitu____," kata pangeran kedua.


...~ Bersambung ~...


Hai Guys mampir ke novel Ry yang baru berjudul Perjuangan Ucup

__ADS_1



__ADS_2