Time Travel Lia

Time Travel Lia
Sisa-Sisa


__ADS_3

"Jangan menunggu untuk waktu yang sempurna tetapi gunakanlah waktu itu buatlah menjadi sempurna."


Sebelum membuka pintu kamar mama, Ry membaca doa terlebih dahulu. Kemudian dia membuka pintu kamar mama. Ry mengintip dari pintu kamar mama untuk melihat siapa yang menangis di dalam kamar mama. Ry yang memajukan kepalanya terlebih dahulu di depan pintu kamar mama.


Ry melihat ke arah kamar mama, Ry melihat seorang wanita yang duduk di atas tempat tidur sambil memegang sebuah bingkai foto.


"Hiks...hiks." Suara tangisan seorang wanita tersebut.


Ry terus saja melihat ke arah seorang wanita yang sedang menangis tersebut.


"Kenapa kamu pergi secepat itu?"


"Kenapa kamu tega meninggalkan mama disini?"


"Mama sangat menyayangi kamu."


"Kamu satu-satu anak yang paling mama banggakan."


"Kamu satu-satunya hadapan mama."


Ry mendengar semua perkataan mama, Ry merasa sedih mendengarkan semua yang mama katakan. Ry juga tahu begitu dalam rasa kehilangan mama terhadap Lia. Air mata Ry menetes membasahi wajah Ry, jika bisa memutar kembali waktu maka Ry ingin mengantikan posisi Lia biarkan Ry saja yang menghilang. Kalau Ry yang menghilang dari dunia ini pasti tidak ada seorang pun yang akan merasa mencari dan merasa kehilangan ama Ry.


Melihat mama yang terus saja menangis membuat Ry merasa sedih. Akhirnya Ry berjalan masuk ke dalam mama. Ry menghampiri mama yang sedang duduk di atas tempat tidur.


Ry memeluk badan mama lalu Ry mengelus punggung mama.


"Mama udah dong nagisnya."


"Ry juga ikut sedih lihat mama nagis."


Mama yang terus saja menagis, sehingga Ry dan mama menangis sambil berpelukan.


"Ry tahu mama sedih kehilangan mbak Lia, Ry juga merasakan hal yang sama mama.


"Tapi kita gak boleh terus larut dalam kesedihan kasihan mbak Lia, dia pasti di sana gak akan merasa tenang."


"Mama lebih baik kita shalat lalu mendoakan mbak Lia. Agar mbak Lia disana menjadi tenang dan dosa- dosa di ampuni ama Allah."

__ADS_1


Di Hutan


Pagi harinya setelah menginap di dalam hutan, tuan putri berserta rombongan sudah bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan menuju pondo po. Hari ini meraka harus sampai ke pondo po karena besok lomba berburu akan di laksanakan.


Tuan putri berserta rombongan sudah mulai berjalan kembali melewati jalan setapak yang ada di hutan tersebut. Mereka terus saja berjalan mengikuti jalan setapak tersebut. Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya mereka keluar dari hutan.


Mereka sudah memasuki perkampungan, tuan putri dan rombongan sudah merasakan haus, lapar dan capek. Mereka mencari warung yang ada di perkampungan tersebut. Setelah mendapatkan warung makan mereka berhenti di depan warung makan tersebut.


Para prajurit menurunkan tandu yang membawa tuan putri. Mereka meletakan tandu tersebut di bawah tanah, setelah itu tuan putri turun dari tandu. Tuan Putri berjalan ke arah warung makan tersebut.


Tuan Putri berjalan masuk ke dalam warung makan. Pemilik warung makan melihat tuan putri berjalan masuk ke dalam warung makan miliknya.


"Selamat datang tuan putri." Pemilik warung makan tersebut lalu menghampiri tuan putri.


"Dimana aku bisa duduk?" Tuan putri yang sudah berdiri di hadapan pemilik warung tersebut.


"Tuan putri bisa duduk di sini." Pemilik warung makan tersebut berjalan ke arah bangku yang kosong.


"Baiklah." Tuan putri berjalan mengikuti pemilik warung makan tersebut. Tuan putri duduk di bangku tersebut.


"Tuan putri mau makan apa?" tanya pemilik warung makan tersebut.


Para prajurit sudah duduk di bangku yang ada ada di belakang tuan putri. Sedangkan Lia dan Siti berdiri di samping tuan putri.


"Kenapa kalian masih berdiri?" Tuan putri yang melihat ke arah Siti dan Lia yang berdiri di samping tuan putri.


"Maaf tuan putri tidak ada lagi bangku kosong di warung makan ini." Siti yang berbicara sambil kepalanya menunduk kebawah.


"Kalian bisa duduk di depan aku," kata tuan putri.


"Maaf tuan putri hamba tidak mau." Siti yang menolak untuk duduk di bangku yang ada di hadapan tuan putri.


"Aku akan duduk di sini." Lia berjalan ke arah bangku yang ada di hadapan tuan putri lalu Lia duduk di bangku tersebut.


"Kenapa kamu duduk di situ?" Siti menoleh ke arah Lia yang sudah duduk dibangku yang berada di hadapan tuan putri.


"Terus aku mau duduk dimana?" lagian kaki aku udah pegal dari tadi berjalan kaki, aku mau duduk," kata Lia.

__ADS_1


"Kamu bisa menunggu sampai ada bangku yang kosong buat kamu duduk," kata Siti.


"Aku tidak mau menunggu, lagian tuan putri juga memperbolehkan aku untuk duduk disini. Jadi tidak akan ada masalahkan tuan putri?" tanya Lia.


"Iya tidak ada masalah buat aku, Siti sebaiknya kamu duduk di samping Lia. Ini perintah kamu tidak bisa menolak," kata tuan putri.


"Baiklah tuan putri hamba akan duduk." Siti berjalan menghampiri Lia lalu dia duduk di bangku yang sama dengan Lia. Tapi Siti memilih duduk berjarak dari Lia.


Pemilik warung makan menghidangkan semua makan yang ada di warung makanya di atas meja yang ada di hadapan tuan putri.


"Silahkan di makan tuan putri." Pemilik warung makan tersebut yang berdiri di samping tuan putri, pria tersebut menundukan kepalanya saat berbicara dengan tuan putri.


Siti mulai mengambil makanan untuk di makan tuan putri, lalu dia memberikan makanan tersebut kepada Lia. Lia yang bertugas untuk mencicipi makan tersebut sebelum di makan oleh tuan putri. Lia mencicipi makanan tersebut setelah di nyatakan aman barulah tuan putri di perbolehkan makan.


Lia memberikan piring tersebut kepada tuan putri. Tuan putri mengambil piring tersebut lalu tuan putri mulai makan.


"Apa tuan putri sudah baca doa?" Lia yang melihat ke arah tuan putri.


"Belum, aku lupa." Tuan putri membaca doa sebelum makan lalu di melanjutkan makannya.


Melihat tuan putri makan dengan lahap membuat Lia ingin segera makan. Lia mengambil piring lalu mengisi piring dengan nasi serta bermacam-macam lauk pauk yang ada di atas meja. Lia membaca doa terlebih dahulu baru dia mulai makan.


"Kamu kenapa makan?" Siti yang melihat Lia makan.


"Aku lapar." Lia yang menyatap makan dengan begitu lahap.


"Tapi kamu tidak sopan seharusnya, kita menunggu tuan putri terlebih dahulu makan baru setelah itu kita yang makan," kata Siti.


"Sekarang lebih baik kamu juga makan," kata tuan putri.


"Tidak, hamba akan makan setelah tuan putri makan," kata Siti.


"Bagus lah kalau gitu entar aku tinggalkan sisa-sisa buat kamu," kata Lia.


...~ Bersambung ~...


Hai Guys mampir ya ke novel baru Ry yang berjudul Perjuangan Ucup

__ADS_1



__ADS_2