Time Travel Lia

Time Travel Lia
Mencari Lia


__ADS_3

"Tidak butuh weekend cuma butuh with you till the end."


Keesokan Harinya.......


Pagi ini tuan putri terbangun dari tidurnya, tuan putri mulai membuka kedua matanya secara berlahan-lahan. Tuan putri lalu melihat ke arah samping nya Lia yang masih tertidur dengan puas dengan posisi duduk.


Tuan putri memegang keningnya ternyata keningnya tidak panas lagi. Tuan putri merasa badan sudah lebih baik sekarang, dia tersenyum melihat ke arah Lia. Dia mulai mempercayai bahwa Lia memiliki kemampuan menjadi tabit istana.


Tuan Putri duduk di pinggir tempat tidur sambil memperhatikan wajah Lia yang terlihat lelah. Selama sehari semalam Lia menjaga dan merawat tuan putri yang sedang sakit.


Tuan putri turun dari tempat tidur, tuan putri berjalan dengan pelan-pelan agar tidak membangunkan Lia. Tuan putri keluar dari kamarnya. Tuan berjalan ke arah pintu kediaman rumah nya.


Ceklek.......Ceklek


Tuan putri membuka pintu kediamannya beberapa dayang yang berada di dekat pintu lalu melihat ke arah pintu tersebut tuan putri berjalan keluar dari pintu.


"Tuan putri." Beberapa dayang lalu menudukan kepalanya karena tuan putri berjalan melewati mereka.


"Dimana Siti?" tanya tuan Putri.


"Belum datang, tuan putri membutuhkan apa?" tanya seorang dayang.


"Aku ingin mandi siapkan air mandi untuk aku," jawab tuan putri.


"Sebaiknya tuan putri tidak usah mandi, tuan putri masih sakit ," kata dayang tersebut.


"Aku sudah sembuh, aku ingin mandi jadi kalian harus menyiapkan air mandi untuk aku," kata tuan putri.


"Baiklah tuan putri," kata dayang tersebut.


Setelah selesai mandi tuan putri memakai pakaiannya di dalam bilik ( kamar mandi). Setelah selesai berpakaian tuan putri keluar dari kamar mandi. Tuan putri sudah sampai di depan pintu kamarnya lalu tuan putri membuka sedikit pintu kamar.


Tuan putri melihat Lia yang masih tertidur pulas. Akhirnya tuan putri memutuskan untuk berjalan ke arah pintu depan kediaman. Sesampai di depan pintu kediaman Siti sudah berdiri menunggu tuan putri.


"Apa tuan putri mencari hamba?" Siti yang menundukkan kepalanya saat berbicara dengan tuan putri.


"Iya," jawab tuan putri.

__ADS_1


"Ada apa tuan putri mencari hamba?" tanya Siti.


"Aku ingin berjalan keliling istana," jawab tuan putri.


"Tapi tuan putri masih sakit," kata Siti.


"Aku sudah sembuh, coba kamu lihat. Apa aku seperti orang sakit?" tanya tuan putri.


"Apa benar tuan putri sudah sembuh?"Siti yang mengangkat kepalanya melihat ke arah tuan putri.


"Seperti yang sudah kamu lihat, aku sudah sembuh," kata tuan putri.


"Baiklah kalau tuan putri sudah sembuh," kata Siti.


Tuan putri berjalan terlebih dahulu lalu di ikuti oleh beberapa dayang yang berada di kediaman. Siti juga mengikuti tuan putri dengan berjalan di belakang.


Di kediaman tuan putri hanya tinggal Lia seorang. Lia yang terbangun karena kebelet mau buang air kecil. Lia membuka kedua mata lalu Lia terburu-buru berjalan ke arah bilik (kamar mandi).


Lia masuk kedalam bilik (kamar mandi) lalu dia buang air kecil setelah selesai buang air kecil. Lia mengambil air mengunakan batok kelapa yang dibuat sebagai gayung. Air dari gayung tersebut Lia gunakan berkumur-kumur setelah itu dia mencuci makannya.


Setelah Selesai Lia kembali kekamar tuan putri. Lia sudah berada di kamar tuan putri tetapi Lia tidak menemukan tuab putri. Dia merasa panik kemana tuan putri pergi lalu dia buru-buru berlari ke arah pintu kediaman.


"Kemana mereka semua pergi?"


"Aku harus mencari mereka." Lia menutup pintu kediaman tuan putri.


Lia berjalan ke arah istana lalu saat di perjalanan dia bertemu dengan dayang. Lalu Lia menanyakan tentang keberadaan tuan putri kepada dayang tersebut. Dayang tersebut mengatakan tidak tahu karena dia tidak melihat tuan putri.


Lia yang sudah lelah kesana kemari untuk mencari tuan putri tetapi Lia belum menemukan tuan putri. Dia yang merasa haus dan lapar memutuskan untuk ke pergi ke dapur istana.


Sesampai di dapur istana Lia mengambil gendi (teko) yang ada di meja lalu Lia mengambil cangkir. Dia menuangkan air yang ada di dalam gendi (teko) ke cangkir. Setelah itu dia meletakan gendi (teko) di atas meja. Lia meminum air yang ada di cangkir hanya dalam sekali teguk.


Setelah selesai Lia meminum air, dia meletakan kembali cangkir di atas meja. Lia melihat ke arah juru masak istana yang sedang memerintahkan para pelayan dapur untuk memasak makanan untuk keluarga kerajaan.


Lia berjalan ke arah juru masak istana, dia menghampiri juru masak istana yang seorang wanita paruh baya.


"Makcik ( Panggilan untuk wanita paruh baya) mau masak apa?" Lia yang sedang berdiri di samping makcik.

__ADS_1


"Asam podeh (pedas) ikan toman (gabus), sambal belacan (terasi) dan ikan asin bakar," kata makcik.


"Mana ikan asin bakar dan sambal belacan (terasi) makcik?" Lia yang sudah merasa lapar.


"Apa kamu belum makan?" tanya makcik.


"Belum makcik," jawab Lia.


"Ya sudah sana kamu makan," kata makcik.


"Nasi, sambel belacan (terasi) dan ikan asinnya ada di mana makcik?" tanya Lia.


"Ada di situ." Makcik menujukan jarinya ke arah sebuah meja.


Setelah mengambil piring berserta lauk-pauknya, Lia berjalan sambil membawa piring dan cangkir ke arah samping dapur. Lia duduk di bawah pohon lalu Lia mulai membaca doa lalu di mulai makanan. Entah masakan juru masak istana yang enak atau Lia yang sedang merasa kelaparan.


Sehingga Lia menyantap semua makan dengan habis sehingga yang tersisa di dalam piring tersebut hanya duri dari ikan asin. Setelah makan Lia meminum air yang berada di cangkir tersebut.


Tuan putri berserta Siti dan beberapa dayang sudah kembali ke kediaman tuan putri. Sesampai di kamar tuan putri tidak menemukan Lia. Tuan putri menyuruh Siti dab beberapa dayang untuk mencari dan membawa Lia ke hadapan tuan putri.


Siti dan beberapa dayang berpencar untuk mencari Lia. Siti mencari Lia ke kediaman para dayang tetapi tidak menemukan Lia disana. Siti mencari Lia ke arah dapur istana, sesampainya di dapur istana Siti bertanya tentang Lia.


Mereka mengatakan bahwa Lia baru saja mengambil makan di sini. Tapi mereka tidak tahu Lia makan di mana, Siti keluar dari dapur istana untuk mencari keberadaan Lia.


"Lia."


"Lia."


"Lia." Siti yang memanggil nama Lia sebanyak 3 kali.


Lia yang mendengar namanya di panggil sebanyak 3 kali lalu berdiri dari tempat duduknya. Lia berjalan ke arah suara yang memanggil namanya.


...~ Bersambung ~...


Hai Guys


Mampir ke Novel Ry yang baru

__ADS_1


Perjuangan Ucup



__ADS_2