Time Travel Lia

Time Travel Lia
Mengantar Nenek


__ADS_3

"Duka itu akan hilang, namanya akan terlupakan, hastag nya pun akan tenggelam, bertanding kembali ramai lalu para penoton kembali bersorak. Tapi ibunya seumur hidup akan membenci Sepak Bola 🇮🇩."


Lia berjalan menyusul Ry yang berlari ke arah ruangan tamu. Sesampai di ruangan tamu Lia terkejut melihat papa, mama dan Abi yang sudah duduk di bangku ruangan tamu.


"Mama papa." Lia yang berdiri melihat ke arah mama dan papa.


"Mbak baru bangun?" tanya papa.


"Iya papa." Lia yang menudukan wajah karena merasa malu baru bangun tidur.


"Mbak jam segini baru bangun?" mama yang berbicara dengan nada suara yang tinggi.


"Iya ma, mumpung gak Kkn." Lia menangkat wajah sambil senyum nyengir seperti kuda.


"Mbak sana mandi," kata mama.


Setelah makan siang bersama kami berkumpul di ruangan tamu. Kami duduk di ruangan tamu rumah nenek. Nenek ngobrol ama mama dan papa sedangkan Lia, Abi dan Ry hanya mendengar yang mereka obrol kan.


Setelah itu mama papa pamit mau ke kebun karet, mama papa ingin melihat para pekerja yang mengurus kebun karet milik papa. Selain itu setiap seminggu sekali hasil karet kebun papa akan di jual. Setelah di jual papa akan mendapatkan uang yang akan di bagi 2 yaitu 50 % buat papa lalu 50% buat gaji pekerja di kebun papa.

__ADS_1


Ry yang merengek ama mama papa untuk ikut pergi kebun karet karena sudah 3 tahun Ry tidak pernah melihat kebun itu. Mama papa melarang Ry untuk ikut karena mama papa gak mau penyakit Ry kambuh saat berada di kebun. Akhirnya mama papa berangkat ke kebun dengan mengendarai motor.


Nenek menghampiri Ry yang masih bediri melihat ke arah mama papa yang sudah berangkat ke kebun. Nenek meminta Ry untuk mengantarkan ke rumah Mak Ulong (abang mama). Ry berjalan masuk ke dalam rumah nenek. Ry menghampiri Lia yang lagi ngobrol ama Abi.


"Mbak kunci motor mana?" Ry yang berdiri di samping Lia.


"Lu mau kemana?"tanya Lia.


"Nenek minta anterin ke rumah Mak Ulong," jawab Ry.


"Mak Ulong itu siapa dek?"tanya Abi dengan penasaran.


"Abangnya mama aku Yank," jawab Lia.


"Nih kunci." Lia memberikan kunci motor ama Ry.


"Iya, makasih mbak." Ry mengambil kunci motor dari tangan Lia. Ry berjalan ke arah pintu lalu Ry menghampiri nenek yang masih berdiri membelakangi Ry.


Nenek membalikan badan setelah menyadari keberadaan Ry.

__ADS_1


"Nek kita jadi berangkat sekarang?" tanya Ry.


"Jadi, tapi nenek mau ngambil sesuatu dulu di dalam kamar cu." Nenek yang berjalan masuk ke dalam rumah.


"Nek Ry tunggu dibawah." Ry berjalan ke arah tangga lalu Ry menuruni anak tangga.


Setelah mengambil dompet di kamar nenek berjalan ke arah ruangan tamu. Nenek yang sudah berada di ruangan tamu.


"Cu nenek mau pergi ama Ry ke rumah mak ulong, apa cu mau ikut?" tanya nenek.


"Gak nek, aku mau jaga rumah nek aja," jawab Lia.


"Ya sudah kalau gitu nek pergi."Nenek mengulurkan tangan ke arah Lia lalu Lia menyalin punggung tangan nenek, Abi juga melakukan hal yang sama seperti yang Lia lakukan.


Ry mengendarai motor sedangkan nenek duduk samping di belakang Ry. Nenek menyuruh Ry untuk melewati jalan pintas agar lebih cepat nyampai ke rumah mak Ulong. Jalan pintas yang Ry lewati itu jalan yang banyak lubang dan kerikilnya.


Ry yang tidak melihat ada jalan berlubang di hadapannya lalu motor Ry masuk lubang. Setelah itu Ry menarik gas motor sehingga melaju dengan kencang. Akhirnya Ry sampai di depan rumah mak Ulong.


"Nek kita udah sampai," kata Ry.

__ADS_1


"Nek kok diam aja." Ry yang merasa heran karena nenek tidak bicara. Ry mulai membalikan badannya.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2