
"Tak semua hadiah harus terbungkus indah, adakalanya tuhan memberikan suatu hadiah melalui sebuah musibah."
Di hadapan semua orang yang berada di halaman istana.
"Pangeran kedua yang akan mengantikan aku sebagai raja." Raja mengatakan kepada semua orang yang berada di halaman istana bahwa pangeran kedua yang akan mengantikan dia menjadi raja.
Pangeran ke dua yang sedang duduk di bangku terkejut ketika namanya di sebut oleh raja. Pangeran kedua merasa tidak percaya bahwa dia yang akan mengantikan ayahnda raja menjadi raja.
"Kepada pangeran kedua untuk maju ke depan," kata raja.
Pangeran kedua yang masih duduk di bangku tersebut.
"Kepada pangeran kedua silahkan maju kedepan," kata raja.
Pangeran kedua yang masih duduk di kursi tersebut. Tuan putri menepuk punggung pangeran kedua agar dia sadar sudah di suruh oleh raja untuk maju kedepan.
Plaaakk.......Plaaakk
"Awww sakit." Pangeran kedua yang merasa sakit setelah bahunya di tepuk oleh tuan putri.
"Pangeran kedua di suruh maju oleh ayahnda raja." Tuan putri yang berbicara berbisik kepada pangeran kedua.
"Baiklah tuan putri, aku kesana." Pangeran kedua berdiri dari bangkunya lalu dia berjalan ke arah raja.
Saat pangeran kedua berjalan ke arah raja yang sedang berdiri di hadapan semua orang yang ada di halaman istana. Semua orang yang berada di halaman istana melihat ke arah pangeran kedua.
Pangeran kedua yang sudah berdiri di samping raja.
"Pangeran kedua berdiri di situ." Raja menyuruh pangeran kedua untuk berdiri di hadapan.
"Iya ayahnda raja." Pangeran kedua berjalan ke arah yang raja perintah, pangeran kedua berdiri di hadapan raja.
"Mulai sekarang dan seterusnya aku telah memberikan tahta ini kepada pangeran kedua." Raja melepaskan mahkota yang berada di kepalanya. Mahkota sudah berada di tangan raja, raja yang ingin memasangkan mahkota ke kepala pangeran kedua.
"Apakah pangeran kedua menerima tahta yang aku berikan?" Raja menatap mata pangeran kedua, raja yang menatap pangeran kedua dengan penuh harapan.
"Iya aku menerima tahta yang ayahnda raja berikan." Pangeran kedua juga menatap mata raja, sehingga mereka saling bertatapan. Pangeran kedua yang mengerti arti dari tatapan yang raja berikan hari ini.
"Aku ingin memasangkan mahkota ke atas kepala pangeran kedua maka pangeran kedua harus menunduk," kata raja.
"Baiklah, hamba akan menunduk kepala di hadapan raja." Pangeran kedua menundukan kepalanya di hadapan raja.
"Sudah angkat kepala pangeran kedua." Raja memasang mahkota raja ke kepala pangeran kedua. Setelah selesai raja memakaikan mahkota di kepala pangeran kedua. Raja menyuruh pangeran kedua untuk mengangkat kepalanyanya.
__ADS_1
"Sekarang pangeran kedua berdiri di samping ayanda raja." Raja menyuruh pangeran kedua untuk berdiri di sampingnya.
"Baiklah ayahnda raja." Pangeran kedua berdiri di samping ayahnda raja.
Raja dan pangeran kedua sudah berdiri di hadapan semua orang yang ada di halaman istana. Semua orang yang berada di halaman istana memberikan tepuk tangan kepada pangeran kedua yang secara resmi sudah menjadi raja.
Proookk.....Proookk
Dua Minggu Kemudian......
Setelah raja turun tahta lalu raja di gantikan oleh pangeran kedua. Kondisi raja yang semakin hari memburuk saat ini raja hanya bisa berbaring di atas tempat. Ratulah orang yang mengurus raja selama raja sakit. Ratu yang begitu sabar dalam merawat raja yang sedang sakit.
Padahal sudah setiap hari raja selalu meminum ramuan yang di berikan oleh tabit istana. Tetapi ramuan yang di buat oleh tabit istana membuat kondisi raja semakin memburuk. Melihat kondisi raja yang semakin memburuk padahal sudah meminum ramuan dari tabit istana.
Ratu menjadi curiga dengan ramuan yang tabit istana berikan kepada raja. Sehingga ratu menyuruh juru bicara kerajaan untuk mencari tabit lain yang bisa menyembuhkan raja.
Di Istana
Tuan putri berjalan ke arah istana di ikuti oleh Lia dan Siti. Mereka sudah berada di depan pintu masuk istana, para penjaga pintu istana hanya memperoleh tuan putri masuk. Para penjaga istana membuka pintu istana untuk tuan putri.
Tuan putri berjalan masuk ke dalam istana. Tuan putri sudah berada di hadapan pangeran kedua yang sekarang telah menjadi raja. Pangeran kedua yang telah menjadi raja sedang duduk di sebuah bangku sambil membaca surat-surat yang di kirim untuk raja.
"Assalamualaikum raja." kata tuan putri.
"Walaikumsalam, eh ada tuan putri." Raja yang mendengar suara tuan putri lalu dia menoleh ke arah suara tersebut.
"Tidak tuan putri, aku merasa senang tuan putri mau menyempatkan waktu untuk datang ke istana," kata raja.
"Apakah benar yang raja katakan?" Tuan putri yang melihat ke arah raja.
"Benar tuan putri," jawab raja.
"Apa kabar raja?" tanya tuan putri.
"Seperti yang tuan putri lihat, bagimana kabar tuan putri?" tanya raja.
"Hamba sehat, kenapa badan raja terlihat kurus?" Tuan putri melihat ke arah raja yang badannya tampak kurus tidak seperti waktu menjadi pangeran kedua.
"Aku sering lupa makan setelah menjadi raja, bagaimana dengan kabar ayahnda dan ibunda?" tanya raja.
"Ibunda sehat, kalau ayahnda belum ada perubahan. Apa hamba boleh mencari tabit lain untuk menjadi tabit ayahnda?" tanya tuan putri.
"Kenapa tuan putri ingin mencari tabit lain untuk mengobati ayahnda?" tanya raja.
__ADS_1
"Hamba merasa tabit istana tidak bisa mengobati ayahnda maka hamba ingin mengganti tabit istana dengan tabit lain, bagaimana menurut raja?" tanya tuan putri.
"Aku setuju tuan putri," jawab raja.
Esokan Harinya.......
Di Kamar Ayahnda
Ayahnda, tuan putri dan Lea sedang berada dalam kamar ayahnda. Ayahnda raja yang sedang tertidur si atas tempat tidur. Tuan putri menyuruh Lia untuk meriksa keadaan ayahnda. Lia menuruti permintaan raja untuk memeriksa ayahnda tuan putri dan kelima orang pangeran.
Lia memegang denyut nadi ayahnda tuan putri dan kelima pangeran. Lea merasa denyut nadi ayahnda tuan putri dan kelima pangeran tersebut terasa begitu lemah.
"Bagaimana kondisi ayahnda aku?" tanya tuan putri.
"Lemah," jawab Lia.
"Sebenarnya ayahnda aku sakit apa Lea?" tanya tuan putri
"Aku tidak tahu tuan putri,"jawab Lia.
" Kenapa kamu tidak tahu?" Tuan putri yang melihatnke arah Lia.
"Aku tidak bisa memeriksa ayahnda." jawab Tuan putri.
"Kenapa kamu tidak bisa memeriksa ayahnda?" tanya Tuan putri.
"Aku membutuhkan peralatan untuk memeriksa ayahnda tuan putri," jawab Lia.
"Apakah peralatan seperti tabit yang kamu butuhkan?" tanya tuan putri.
"Tidak, aku butuh peralatan kedokteran," jawab Lia.
"Seperti apa peralatan kedokteran tersebut?" tanya Tuan putri.
"Teleskop," jawab Lia.
"Apa itu teleskop?" tanya tuan putri.
"Alat untuk memeriksa tubuh manusia yang sakit," jawab Lia.
...~ Bersambung ~...
Hai Guys Mampir Ke novel Ry yang baru
__ADS_1
Berjudul Perjuangan Ucup