Time Travel Lia

Time Travel Lia
Jam Gadang


__ADS_3

"Kadang seorang masuk kedalam kehidupan kita cuma sebagai kembang api, menyala, indah, redup lalu selesai."


Lena mengambil foto Lia dengan berbagai gaya. Lia yang melihat ke arah Lena yang sudah selesai mengambil fotonya.


"Lena sini." Lia yang menyuruh Lena untuk mendekat ke arahnya.


"Iya gue kesana." Lena berjalan ke arah Lia. Lena sudah berada di hadapan Lia.


"Sini ponsel gue, gue mau foto - foto yang lu ambil." Lia mengambil ponsel dari tangan Lena. Lia melihat membuka galeri ponsel, dia melihat beberapa foto yang di ambil Lena.


"Gimana foto yang gue ambil?" Lena melihat ke arah Lia yang sedang sibuk melihat fotonya.


"Bagus, gue suka ama foto - foto yang lu ambil," kata Lia.


"Siapa dulu Lena gitu." Lena yang terlihat senang setelah mendapat pujian dari Lia.

__ADS_1


"Baru di puji dikit aja udah ngembang hidung lu." Lia memasukkan ponsel ke tas lalu melihat ke arah Lena yang terlihat begitu senang.


"Hehehe, habis lu jarang banget muji gue," kata Lena.


"Lu gak mau foto?" tanya Lia.


"Mau tapi," jawab Lena.


"Tapi apa?" tanya Lia.


"Gue maunya foto berdua ama lu, bolehkah?" Lena yang terlihat ragu saat mengatakan permintaan ama Lia.


Lia dan Lena berfoto di tepian pantai, setelah puas berfoto di pinggir pantai mereka. Mereka berjalan masuk ke pantai yang airnya dangkal. Lia sebenernya ingin berenang di pantai tetapi Lia tidak membawa pakaian ganti.


Malam Harinya.........

__ADS_1


Setelah dari pantai para mahasiswa tidak langsung pulang. Para mahasiswa ingin mengunjungi tempat yang paling terkenal di sumbar. Mereka ingin mengunjungi menara jam gadang yang ada di bukittinggi.


Jam gadang adalah menara jam yang menjadi penanda atau ikon kota bukittinggi sumbar. Menara jam gadang dibangun oleh arsitek yang bernama Yazib Rajo Mangkuto yang berasal dari Minangkabau.


Jam Gadang di bangun pada tahun 1962 pada masa penjajahan Belanda. Jam Gadang di bangun dengan ketinggian 26 meter lalu di empat sisinya terdapat jam yang berukuran besar berdiameter 80 cm sehingga dinamakan Jam Gadang. Jam Gadang berasal dari bahasa Minangkabau yang berarti jam besar.


Para Mahasiswa turun dari mobil bus lalu berjalan ke arah Jam Gadang. Para Mahasiswa sudah sampai di dekat Jam Gadang. Mereka hanya di diperbolehkan melihat dan berfoto dengan jarak yang telah di tentukan disana.


Para Mahasiswa merasa senang dan takjub bisa melihat keindahan menara Jam Gadang yang terkenal sebagai ikon Sumbar. Bagi setiap orang yang sudah sampai di Sumbar tidak akan lengkap rasa kalau tidak berkunjung ke Jam Gadang.


Para Mahasiswa sibuk mengambil foto Jam Gadang. Mereka juga foto berdiri di depan jam gadang. Begitu juga Lia dan Lena yang mengambil foto Jam Gadang. Lia dan Lena tidak ingin melewatkan kesempatan ini.



Seperti itulah suasana Jam Gadang kalau malam hari. Buat yang belum pernah main ke Sumbar kalau main kesana jangan lupa mampir ya ke Jam Gadang.

__ADS_1


Setelah selesai berfoto - foto, Lia dan Lena berjalan ke arah tempat pedagang yang berjualan di sana. Lia dan Lena ingin apa saja yang di jual oleh pedagang di sana. Sesampai di sana Lia dan Lena melihat berbagai macam jajan - jajanan khas Sumbar.


...~ Bersambung~...


__ADS_2