
"Lelah ya menjadi dewasa? saat wajah yang menggemaskan berubah menjadi menyeramkan karena beban pikiran."
"Yang ini pangeran pertama." Tuan putri berjalan kearah pangeran pertama. Tuan putri menghampiri pangeran pertama.
"Wajah pangeran pertama dan tuan putri mirip." Lia melihat wajah pangeran pertama dan tuan putri mirip, karena mereka kakak beradek dari ibu yang sama yaitu Ratu.
"Kita terlahir dari ibu yang sama yaitu ratu," kata pangeran pertama.
"Di sebelah kanan aku ini dia adalah pangeran kedua." Pangeran pertama mengenalkan pangeran kedua.
"Kalau yang di sebelah kiri pangeran pertama itu pasti pangeran kelima." Lia melihat ke arah kanan pangeran pertama, dia melihat pangeran yang terlihat lebih muda di bandingkan para pangeran lainnya.
"Kamu tahu aku pangeran kelima pasti karena melihat postur tubuh aku yang paling kecil di antara para pangeran lainnya," kata pangeran kelima.
"Yang pengeran kelima katakan itu betul," kata Lia.
"Nah diantara kami berdua manakah pangeran ketiga dan keempat?" tanya pangeran yang berdiri di hadapan Lea.
"Lu pangeran ke empat sedang dia pangeran ke tiga." Lia yang menujukan jarinya ke arah kanan pangeran ke empat sedang pangeran yang berada di kiri.
__ADS_1
"Apa wajah aku terlihat tua? sampai kamu salah menebak," tanya pangeran keempat.
"Hehehe, kamu salah aku yang pangeran ketiga." Pangeran ketiga yang tertawa karena Lia salah mengira bahwa dia pangeran keempat.
"Pangeran keempat terlihat awet muda, gue hanya binggung ama kalian berdua. Kalau gue lihat kalian itu seumuran," kata Lia.
Seminggu Kemudian......
Tuan putri menyuruh Lia untuk pergi mengambil beberapa buku di perpustakaan kerajaan. Lia berpamitan ama tuan putri lalu pergi berjalan ke arah perpustakaan kerajaan.
Saat Lia sedang berjalan ke arah perpustakaan kerajaan. Tiba-tiba seorang menghalangi jalan Lia.
"Perpustakaan, awas minggir lu menghalangi gue." Lia yang menatap tajam ke arah laki-laki yang ada di hadapannya ternyata pangeran ketiga.
"Mau ngapain kamu ke perpustakaan? kalau kamu bisa melewati aku." Pangeran ketiga yang sengaja menatang.
"Bukan urusan lu, awas lu gue mau lewat." Lia berjalan maju kearah pangeran ketiga dengan sengaja Lia menyenggol punggung pangeran ketiga.
Pangeran ketiga terkejut melihat keberanian Lia yang bisa melewati dia. Lia berjalan masuk ke arah perpustakaan kerajaan. Sesampai di depan pintu perpustakaan kerajaan.
__ADS_1
Ceklek.....Ceklek
Lia membuka pintu perpustakaan lalu Lia berjalan masuk kedalam perpustakaan. Lia berjalan kearah rak yang berada di ruangan perpustakaan. Lia melihat kearah rak buku lalu Lia mengambil sebuah buku dari rak perpustakaan.
Lia melihat judul buku yang bertulis arab melayu. Lia melihat semua buku yang berada di rak perpustakaan semua judul buku yang ada di perpustakaan bertulis arab melayu.
Saat Lia sedang fokus melihat ke arah buku-buku di rak yang bertulis bahasa arab melayu. Seorang laki-laki berjalan ke arah Lia, Lia tidak menyadari kehadiran seorang laki-laki tersebut. Seorang laki-laki tersebut menghampiri Lia.
"Kamu sedang apa di sini?" tanya si laki-laki tersebut.
"Eh ternyata lu, mau cari makanan." Lia menoleh ke arah suara lalu melihat seorang laki-laki.
"Kalau cari makan bukan di sini tempatnya tapi di dapur istana," kata si laki-laki tersebut.
"Habis pertanyaan lu gak bermutu udah jelas kalau gue kepustakaan pasti mau cari buku," kata Lia.
"Emang kamu bisa membaca?" tanya si laki-laki tersebut.
...~Bersambung~...
__ADS_1