
"Tidak semua usaha itu di permudah tapi semua yang berusaha pasti akan berubah."
Esokan Harinya.......
Hari ini Lia bangun ke siangan sehingga dia berjalan terburu-buru ke arah kediaman tuan putri. Saat di perjalanan menuju kediaman tuan putri Lia mendengar dua orang dayang yang sedang membicarakan tentang tuan putri.
Kedua dayang tersebut mengatakan bahwa mereka sudah mencoba membangun tuan putri tetapi tuan putri tidak bangun mendengar hal itu membuat Lia segera berlari ke arah ke diaman tuan putri.
Sesampai Lia di depan pintu kediaman tuan putri. Siti yang baru saja keluar dari dalam kediaman tuan putri.
"Kamu dari mana saja?" tanya Siti.
Lia yang tidak memperdulikan pertanyaan Siti lalu bergegas berjalan masuk ke dalam kediaman tuan putri. Melihat Lia masuk ke dalam kediaman tuan putri Siti pun menyusul Lia.
Lia yang sudah berada di depan pintu kamar tuan putri. Lia mengetuk pintu kamar tuan putri tetapi tidak ada jawaban dari tuan putri. Lia mengetuk pintu kamar tuan putri sampai 3 kali dan tidak ada jawaban dari tuan putri.
Sehingga Lia membuka pintu kamar tuan putri. Lia melihat kamar tuan putri yang masih terlihat gelap. Lia berjalan ke arah jendela yang ada di kamar tuan putri. Lia membuka jendela yang berada di kamar tuan putri. Sehingga cahaya matahari masuk ke dalam kamar.
"Tuan putri." Lia berjalan menghampiri tuan putri yang masih tertidur di atas tempat tidur.
Tuan putri mulai membuka kedua matanya berlahan-lahan karena sinar mata hari yang sudah masuk ke dalam kamarnya. Setelah itu tuan putri mulai duduk di atas tempat tidur.
"Tuan putri sudah bangun." Lia yang sudah berada di samping tempat tidur tuan putri.
"Aku sudah bangun Lia." Tuan putri yang melihat ke arah Lia.
"Apa tuan putri mau mandi sekarang?" tanya Lia.
"Iya tapi aku ingi mandi di dalam kediaman aku Lia," kata Tuan putri.
"Baiklah kalau begitu aku akan menyiapkan tempat mandi di sini buat tuan putri." Lia berjalan meninggalkan kamar tuan putri.
Saat Lia sudah berada di luar kamar tuan putri, Lia melihat Siti yang sudah berdiri di depan pintu kamar tuan putri.
"Apa tuan putri sudah bangun?" tanya Siti.
"Sudah," jawab Lia.
"Ya sudah sana kamu siapakah air untuk mandi tuan putri," kata Siti.
__ADS_1
Lia yang masih berdiri di situ sambil memikirkan cara untuk menyiapkan sebuah ruangan untuk tempat mandi tuan putri di dalam kediaman tuan putri.
"Kamu kenapa masih di sini?" Siti yang melihat Lia yang tidak beranjak dari tempatnya sekarang.
Lia masih saja diam tidak menjawab pertanyaan dari Siti. Sehingga membuat Siti binggung dan juga merasa penasaran.
"Apa ada masalah?" tanya Siti.
"Iya ada masalah," jawab Lia.
"Apa masalahnya? coba kamukan ceritakan ama aku," kata Siti.
"Masalahnya tuan putri mau mandi di dalam kediamannya, aku bingung ruangan mana yang harus kita buat untuk menjadi tempat mandi tuan putri," kata Lia.
"Aku tahu ruangan mana yang bisa kita buat menjadi tempat mandi tuan putri," kata Siti.
"Ruangan mana?" tanya Lia.
"Ayo ikut aku!" Siti yang menarik tangan Lia untuk berjalan ke arah ruangan yang berada di paling pojok kediaman tuan putri.
Siti dan Lia sudah berada di depan pintu ruangan yang berada paling pojok kediaman tuan putri. Siti melepaskan tangan dari tangan Lia lalu Siti membuka pintu ruangan tersebut.
Siti berjalan terlebih dahulu ke dalam ruangan tersebut. Ruangan tersebut merupakan ruangan kosong yang tidak pernah di pergunakan oleh tuan putri. Lia berjalan masuk sambil melihat sekeliling-keliling ruangan tersebut.
Di dalam ruang tersebut terdapat banyak sawang ( sarang laba-laba) yang berada di dinding.
"Bagaimana menurut kamu ruangan ini bisa kita buat menjadi tempat mandi tuan putri?" tanya Siti.
"Bisa, tapi kita harus menyuruh para pelayan membersihkan ruangan ini.
"Baiklah aku akan menyuruh para pelayan membersihkan ruangan ini, lalu selanjutnya apa yang kita lakukan?" tanya Siti.
" Setelah ruangan ini bersih, kita harus membawa perlengkapan mandi untuk tuan putri.
Beberapa pelayanan di bantu oleh beberapa dayang kediaman tuan putri telah selesai menyiapkan sebuah ruangan yanga akan tuan putri gunakan sebagai tempat mandinya. Setelah semuanya selesai Lia menyuruh mereka kembali ke tempat mereka masing-masing.
Lia yang sudah berada di dalam kamar tuan putri.
"Kamu dari mana saja?" tanya tuan Putri.
__ADS_1
"Aku tadi mempersiapkan sebuah ruangan yang akan di gunakan menjadi tempat mandi tuan putri," jawab Lia.
"Kenapa lama sekali? apa kamu tahu aku sudah merasa gerah dan ingin segera mandi." Tuan putri yang turun dari tempat tidurnya.
"Kami harus membersihkan ruangan tersebu tuan putri,"kata Lia.
" Ya sudah, ayo kita segera ke sana!" Tuan putri berjalan terlebih dahulu meninggalkan kamar. Sedangkan Lia berjalan di belakang tuan putri.
"Apa tuan putri tahu ruangannya yang mana?" tanya Lia.
"Tidak, jadi ruangan yang mana?" tanya tuan putri.
"Ruangan berada paling pojok kediaman tuan putri," jawab Lia.
"Apa kah ini ruanganya?" Tuan putri menujukan jarinya ke arag ruangan yang sudah berada di hadapannya.
"Benar tuan putri," jawab Lia.
Cekle......Cekle
Tuan putri langsung membuka pintu ruangan tersebut. Tuan putri berjalan masuk kedalam ruangan tersebut lalu tuan putri melihat sekeliling-keliling ruangan tersebut. Tuan putri merasa takjub dengan ruangan tersebut yang terlihat rapi dan bersih.
"Apakah tuan putri menyukainya?" Lia yang berjalan masuk ke dalam ruangan tersebut. Lia yang sudah berdiri di belakang tuan putri.
"Iya aku menyukainya, kamu boleh keluar sekarang aku mau mandi," kata tuan putri.
"Baiklah tuan putri aku menunggu di luar, kalau tuan putri membutuhkan aku maka panggil saja. Aku akan berada di depan pintu ruangan ini menunggu tuan putri." Lia berjalan meninggalkan ruangan tersebut.
Saat Lia sedang menunggu tuan putri Lia sedang memikirkan Abi dan keluarga. Lia merasa kalau Abi dan keluarga pasti sudah putus asa mencari keberadaannya. Lia berpikir mungkin Abi dan keluarganya mengira bahwa dia sudah meninggal dunia. Padahal Lia sedang terjebak di jaman dahulu.
Lia merasa bingung mengapa dia bisa berada di jaman dahulu, dia juga sudah mulai beradaptasi dengan tempat di berada sekarang. Walaupun dia mengalami beberapa macam kesulitan saat berada di sini. Lia berusaha begitu keras untuk bisa bertahan di tempat dia sekarang berada.
Lia mulai berpikir bagaimana caranya agar dia bisa kembali ke masa depan. Lia ingin segera kembali ke masa depan tetapi Lia belum tahu caranya.
...~ Bersambung ~...
Hai Guys Mampir ke karya Ry yang baru
Lagi ikut YAAWS 8
__ADS_1