
"Dari Lesti kita belajar, janganlah menikah karena memandang fisik, tetapi menikahlah dengan orang yang berhati baik."
Lia berjalan menaiki tangga rumah nenek, Abi berjalan di belakang Lia sambil mengangkat koper Lia. Abi berjalan naik ke atas tangga rumah nenek. Lia yang berjalan menghampiri nenek dan Ry.
"Assalamualaikum nenek." Lia yang menyalim punggung tangan nenek.
"Walaikumsalam, cucu ama siapa?" Nenek melihat ke arah Lia.
"Aman teman aku nenek," jawab Lia.
Keringat Abi yang yang bercucuran membasahi wajah serta punggungnya saat berjalan sambil mengangkat koper Lia. Ry melihat ke arah Abi, Ry merasa kasihan ama Abi. Abi menghampiri kami yang sedang berdiri melihat ke arah Abi.
"Apa itu teman cucu?"Nenek yang menujuk ke arah Abi.
"Iya nenek,"jawab Lia.
"Perkenalan nama saya Abi Fahreza nenek." Abi menyalim punggung tangan nenek.
"Iya, ayo silahkan masuk!" ajak nenek.
Nenek, Lia dan Abi sedang duduk di atas tikar yang ada di rungan tamu. Ry berjalan membawa nampan yang berisi dua buah gelas yang berisi air putih. Ry meletakan nampan yang berisi air putih di hadapan Lia dan Ry.
"Silahkan di minum cucu!" Nenek menyuruh Lia dan Abi untuk meminum air putih yang Ry bawakan ama Abi san Lia .
__ADS_1
"Iya nenek, glug.....glug." Abi mengambil gelas yang berisi air putih lalu meminumnya, Abi menghabiskan segelas air putih dengan sekali tegugkan.
"Cu kok bawa koper ke sini?" Nenek melihat ke arah Lia.
"Emang mama papa gak bilang ama nenek, kalau aku mau Kkn di desa ini?" tanya Lia.
"Gak, Kkn itu apa Cu?" tanya nenek.
"Kuliah Kerja Nyata nenek," jawab Lia.
"Maksudnya?" Nenek yang tidak mengerti tentang Kkn.
"Aku akan mempraktekkan apa yang selama ini di pelajari dalam kampus dalam bidang kesehatan untuk desa ini," kata Lia.
"Belum nenek," jawab kami serentak.
Selesai makan siang kami duduk di ruangan keluarga melihat nenek yang sedang membuat kerajinan tangan. Ry mencoba belajar membuat anyaman dari pandan berduri tetapi Ry tidak bisa.
"Ah....susah banget sih." Ry yang kesal karena tidak membuat anyaman.
"Hahaha, lu emang gak ada bakat buat kerajinan tangan." Lia yang mentertawakan Ry.
"Emang mbak bisa buatnya?" tanya Ry.
__ADS_1
"Bisa, ini mah gampang," jawab Lia.
"Coba mbak buat Ry mau lihat." Ry yang begitu penasaran ingin melihat Lia membuat anyaman dari pandan berduri.
Lia mulai mengambil beberapa helai pandan berduri yang durinya telah dibuang lalu pandan nya di jemur sehingga bisa di gunakan untuk membuat anyaman. Lia mulai membuat anyaman Abi dan Ry melihat ke arah Lia.
"Nih lihat gue bisakan." Lia yang memamerkan hasil anyaman ama Ry.
Prok....Prok
"Wah mbak Lia emang hebat." Ry yang bertepuk tangan melihat Lia bisa membuat anyaman yang bagi Ry sulit.
"Wow aku gak nyaka ternyata Cin bisa juga buat anyaman." Abi yang begitu terpukau melihat Lia bisa membuat anyaman.
"Namanya Lia bukan Cin." Nenek yang mendengar perkataan Abi.
"Hahaha." Ry yang tertawa terbahak mendengar perkataan nenek.
"Apa ada yang salah Cu?" Nenek yang keningnya berkerut melihat Ry yang tertawa terbahak - bahak setelah mendengarkan perkataan nenek.
Ry yang berhenti tertawa lalu melihat ke arah Lia. Ry melihat mata Lia yang sudah melotot ke arah Ry.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1