
"Jangan bertanya sebahagia apa aku sekarang. Jika kau ingin tahu, silahkan saja datang. Tapi bukan untuk kembali pulang, sebab jejakmu sudah menghilang. Tersapu bersama sakit yang mengenang."
Sebulan Kemudian........
Semenjak menikah Raja hanya menghabiskan waktu bersama Ratu dan mengurus masalah kerajaannya. Raja sudah jarang berkumpul dengan para pangeran dan tuan putri. Hal itu membuat para pangeran menjadi kesal karena 3 kali ibunda meminta tuan putri untuk menyuruh Raja menemuinya.Tuan putri pun langsung menemui Raja menyampaikan keinginan ibunda yang menginginkan Raja menemuinya.
Setelah tuan putri menyampaikan keinginan ibunda. Raja mengatakan bahwa dia belum bisa menemui ibunda karena dia masih sibuk menyelesaikan tugas kerajaan yang belum siap untuk dia kerjakan. Setelah mendapat penolakan dari Raja tuan putri pun meninggal istana tersebut dengan perasaan yang sedih.
Tuan putri berlari meninggal istana dengan mata yang berkaca-kaca. Setelah meninggal istana tuan putri tidak dapat lagi membendung tangisan hingga tangisnya pecah.Saat tuan putri sedang berlari sambil menangis tersedu-sedu tanpa sengaja dia menabrak seorang.
Bruk.......... Bruk
"Hiks hiks hiks." Tuan putri yang menagis tersedu-sedu.
"Apa kamu yang sakit?" Mendengar suara tangis dari orang yang menabrak lalu seorang tersebut menoleh ke tuan putri.
"Tidak sakit tapi di sini yang sakit, hiks hiks hiks." Tuan putri mengelengkan kepala lalu tuan putri memberitahukan si orang tersebut bahwa yang sakit itu hatinya tuan putri menujukan kepada si orang tersebut bahwa yang sakit itu hatinya.
"Apa kamu lagi patah hati?" tanya si orang tersebut.
"Tidak." Tuan putri mengelengakan kepalanya.
"Kenapa kamu menagis?" tanya si orang tersebut.
"Sudahlah kamu tidak perlu tahu." Tuan putri segera menghapus air matanya dengan lengan bajunya.
"Baiklah kalau kamu tidak ingin cerita ke aku." Si orang tersebut mengerti bahwa tuan putri tidak ingin bercerita kepada dia.
"Bisa kah kamu minggir aku mau lewat."Tuan putri meminta si orang tersebut untuk minggir dari hadapannya.
__ADS_1
"Oooo.... tidak bisa." Si orang tersebut tidak mau menuruti permintaan tuan putri.
"Kenapa kamu tidak bisa minggir?" tanya tuan putri.
"Kamu sudah menabrak saya tapi kamu belum meminta maaf kepada saya." Si orang tersebut menginginkan permintaan maaf dari tuan putri kepada dirinya.
"Baiklah aku minta maaf, sekarang kamu bisa minggir aku mau lewat." Tuan putri mengucapkan kata maaf kepada si orang tersebut tapi setelah itu tuan putri menyuruh si orang tersebut untuk bergeser dari tempat itu.
"Silahkan tuan putri." Si orang tersebut mengeserkan badannya lalu dia mempersilahkan tuan putri untuk berjalan melewati dia.
Tuan putri melihat ke arah si laki-laki tersebut lalu setelah itu dia berjalan melewati si pria tersebut dengan begitu saja.
Tuan putri sudah berada di kamar ibunda, tuan putri yang melihat ibunda masih berbaring di atas tempat tidur.
"Tuan putri, mana raja?" tanya ibunda.
"Uhuk uhuk uhuk." Ibunda yang bantuk.
"Ibunda mau minum biar aku ambilkan dulu." Tuan putri melepaskan tangan ibunda lalu dia berdiri dari tempat tidur. Tuan putri berjalan ke arah meja yang berada di pojok kamar tersebut. Tuan putri mengambil gelas yang berada di meja tersebut lalu tuan putri menuangkan air dalam ceret tersebut.
Tuan putri berjalan sambil membawa gelas di tangannya. Tuan putri sudah berada di samping tempat tidur ibunda.
"Ibunda ini minumnya." Tuan putri melihat ke arah ibunda yang sedang berbaring dengan mata tertutup nya.Ibunda tidak menjawab perkataan tuan putri.
"Ibunda ibunda ibunda." Tuan putri memanggil ibu tapi masih tidak ada jawaban dari ibu. Tuan putri menggoyangkan lengan ibunda namun tetap saja ibunda tidak bangun atau membuka matanya.
Tuan putri mengecek nafas ibunda dengan meletakan jari telunjuk di depan hidung ibunda. Tuan putri merasakan ibunda tidak bernafas lalu dia memeriksa pergelangan tangan ibunda untuk mengetahui denyut nadi. Tua putri tidak merasakan denyut nadi ibunda.
Tuan putri berdiri dengan perasaan yang tidak percaya bahwa ibunda sudah tidak nafas lagi. Gelas yang berada di tangan tuan putri pun terlepas dari tangan. Gelas tersebut jatuh ke lantai sehingga menimbulkan suara.
__ADS_1
Bruuuk......... Bruuuk
Gelas kaca tersebut jatuh di bawah kaki tuan putri, gelas kaca tersebut pecah dan berserakan di lantai. Tuan Putri berjalan mudur kebelakang agar kata-kata dari gelas tersebut tidak mengenai kakinya.
"Dayang." Tuan putri berteriak memanggil dayang yang berada di depan kediaman ibunda.
Dua orang Dayang yang sedang berdiri di depan pintu kediaman ibunda mendengar suara tuan putri memanggil mereka. Mereka segera berlari ke dalam kediaman ibunda.Mereka sudah masuk kedalam kediaman ibunda lalu mereka berlari ke arah kamar ibunda.
"Ada apa tuan putri memanggil kami?" Kedua datang tersebut sudah berada di dalam kamar ibunda.
"Dayang kamu bersih pecahan kaca itu, lalu Dayang satu lagi panggil Lia kesini sekarang juga." Tuan putri menujuk satu datang membersihkan pecahan kaca gelas.Dayang yang satu lagi di suruh memanggil Lia.
Lia memeriksa keadaan ibunda ternyata ibunda sudah tidak bernafas dan denyut nadi sudah tidak ada. Lia memberitahukan kepada tuan putri bahwa ibunda meninggal dunia. Tuan putri yang mendengar ibunda sudah meninggal dunia lalu dia jatuh pingsan.
Seminggu Kemudian...........
Setelah kepergian ibunda tuan putri merasakan kesedihan yang luar biasa. Setiap hari tuan putri selalu menangisi kepergian ibunda. Tuan putri hanya di temani oleh Siti dan Lia. Mereka yang selalu menghibur tuan putri saat sedih seperti sekarang ini.
Malam harinya raja dan ratu yang sudah tertidur nyenyak di dalam kamarnya. Prajurit yang berjaga di depannya pintu istana tiba terkena panah lalu mereka meninggal di tempat. Seorang yang berpakaian serba hitam dengan membawa panas dan busurnya masuk ke dalam kediaman istana.
Seorang- yang berpakaian serba hitam masuk kedalam kamar raja dan ratu. Raja yang menyadari ada orang yang masuk dalam kamarnya lalu dia terbangun dari tidurnya. Raja pun terlipat perkelahian dengan seorang yang berpakaian baju serba hitam tersebut. Ratu terbangun mendengar suara berisik dari perkelahian tersebut.
Beberapa orang memakai pakaian serba hitam tersebut masuk ke dalam kamar raja. Mereka menyerang raja dan ratu, raja yang hanya seorang diri mencoba melawan mereka tetapi raja kalah sehingga raja dan ratu tewas di dalam kamarnya.
Beberapa orang yang memakai pakaian serba hitam masuk ke dalam kediaman ibunda. Mereka ingin membunuh tuan putri. Tuan putri yang berada di dalam kamar bersama Siti dan Lia yang belum tidur. Beberapa orang tersebut masuk ke dalam kamar ibunda. Siti melawan dan Lia melawan mereka.
"Lia sebaiknya kamu pergi dari sini bawa tuan putri." Siti menyuruh Lia pergi membawa tuan putri dari kamar ibunda.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1