
"Aku kira proses menjadi dewasa itu menyenangkan ternyata penuh dengan kecewa."
Lia yang melihat ke arah penjual sate padang tersebut.
"Aa," kata si penjual.
"Aa siapa?" Lia yang masih penasaran ama cowok yang membayar makanan dan minumannya.
"Itu cowok yang duduk di hadapan Uni tadi," jawab penjual.
Esokan Harinya......
Pagi ini seluruh mahasiswa sudah berada di lobby hotel S. Mereka telah berkumpul di lobby hotel untuk melakukan check out. Setelah selesai check out seluruh mahasiswa membawa barang - barang ke luar dari hotel.
Lia berjalan melewati pintu hotel S sambil mendorong kopernya dan membawa kantong plastik ole - olenya.
"Tunggu gue." Lena yang terburu - buru sambil membawa tas travel di tangannya.
Setelah keluar dari pintu hotel Lia berhenti berjalan. Lia berdiri sambil menunggu Lena, akhirnya Lena sudah berada di samping Lia. Lia dan Lena berjalan bersama ke arah bus yang sudah ada di depan hotel S.
Lia dan Lena sudah sampai di samping bus. Lia dan Lena menyerahkan barang - barang bawaan kepada pak Supir. Pak Supir memasukkan semua barang - barang mahasiswa ke dalam bagasi mobil.
__ADS_1
Seluruh mahasiswa sudah masuk ke dalam bus tersebut. Pak Supir sudah duduk di bangkunya. Pak Supir mulai melajukan mobil bus tersebut ke arah jalan raya.
Lena yang duduk di bangku samping Lia, Lia melihat ke arah Lena. Lena yang wajahnya tampak lesu.
"Lu kenapa?" tanya Lia.
"Gue sedih aja," jawab Lena.
"Lu sedih kenapa?" Lia yang melihat ke arah Lena yang wajah tampak sedih.
"Gue sedih waktu berjalan begitu cepat, gue belum pulas jelong - jelong ama lu di Sumbar," kata Lena.
"Boleh juga tuh ide, apalagi kalau kita pergi naik motor ama pacar kita. Pasti seru banget deh." Lena yang membayang pergi ke Sumbar touring bersama berpasangan.
"Iya, aduh gue jadi kangen nih ama Abi." Lia yang sedang membayangkan wajah Abi.
"Lu udah nelpon Abi?" tanya Lena.
"Belum, kenapa emangnya?" tanya Lia.
"Bagus kalau begitu, mendingan lu gak usah nelpon dia," kata Lena.
__ADS_1
"Loh kok gitu, terus siapa yang bakal jemput gue?" tanya Lia.
"Lu ngasih kejutan ama Abi, minta jemput ama Ry, gimana menurut lu?" tanya Lena.
"Boleh juga ide lu," jawab Lia.
Setelah menempuh beberapa jam perjalanan akhirnya bus sudah sampai di kelok sembilan.Kelok Sembilan adalah ruas jalan berkelok yang terletak sekitar 30 km sebelah timur dari Kota Payakumbuh, Sumatra Barat menuju Provinsi Riau.
Jalan ini membentang sepanjang 300 meter di Jorong ulu air, Nagari harau/kenagarian persiapan ulu air, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat dan merupakan bagian dari ruas jalan penghubung Lintas Tengah Sumatra dan Pantai Timur Sumatra. Jalan ini memiliki tikungan yang tajam dan lebar sekitar 5 meter, berbatasan dengan jurang, dan diapit oleh dua perbukitan di antara dua cagar alam Cagar Alam Air Putih dan Cagar Alam Harau.
Di sekitar Jalan Kelok sembilan saat ini telah dibangun jembatan layang sepanjang 2,5 km. Jembatan ini membentang meliuk-liuk menyusuri dua dinding bukit terjal dengan tinggi tiang-tiang beton bervariasi mencapai 58 meter.
Terhitung, jembatan ini enam kali menyeberangi bolak balik bukit. Jembatan ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Oktober 2013, meskipun telah beberapa kali dibuka untuk menunjang arus mudik lebaran dan penyelenggaraan Tour de Singkarak dua tahun yang lalu.
Saat melewati kelok sembilan Pak Supir benar - benar harus saat berhati - hati mengendarai mobil busnya. Di kelok sembilan sering terjadi kecelakaan lalu lintas. Pak Supir harus benar - benar fokus saat melajukan kendaraannya. Agar tidak terjadi kecelakaan.
Saat melewati kelok sembilan para Mahasiswa memang takjub melihat keindahan kelok sembilan. Bagi Mahasiswa yang mabuk perjalanan maka di sini lah merasakan mabuk yang makin parah.
...~ Bersambung ~ ...
__ADS_1