
"Yang telah terjadi dan yang akan terjadi itu adalah proses, nikmat saja tak perlu banyak protes."
Setelah mendengar perkataan Siti Lia menjadi takut, lalu Lia bergeser duduknya sehingga lebih dekat ama Siti.
"Kamu takut ya?" Siti melihat Lia yang duduknya makin merapat ama Siti.
"Aku gak takut kok." Lia berusaha untuk menutupi rasa takutnya.
"Baguslah kalau kamu tidak penakut," kata Siti.
Malam ini mereka berada di tengah hutan di temanin oleh cahaya sinar rembulan, malam ini bulan purnama sehingga cahaya bisa menerangi langit di malam hari. Selain itu ada api unggun yang membantu menerangi mereka dari kegelapan malam hari.
Tuan putri menyuruh mereka semua untuk segera tidur. Tuan putri lalu masuk ke dalam tenda yang telah di buat oleh para prajurit. Tuan putri merebahkan badannya di bawah rumput-rumputan yang dialas oleh kain panjang. Tuan putri mulai memejamkan matanya untuk tidur.
Sedangkan Siti dan Lia mereka tidur di bawah pohon. Mereka tidur di atas rumput-rumputan yang di alaskan oleh kain panjang. Mereka mulai merebahkan badannya di atas rumput yang beralaskan kain panjang.
Para prajurit di bagi menjadi dua kelompok, kelompok yang pertama di suruh untuk berjaga-jaga, sedangkan kelompok ke dua di suruh untuk tidur lebih dahulu sehingga pas waktu tengah malam kelompok ke dua yang akan berjaga mengantikan kelompok yang pertama.
Siti sudah memejamkan matanya sedangkan Lia yang masih saja berguling ke kanan dan ke kiri. Lia masih belum bisa tidur, di tambah ada nyamuk yang mengigit kaki dan tangan Lia. Sehingga membuat Lia merasa gatal pada bagian kaki dan tangan yang terkena bekas gigitan oleh nyamuk.
Lia mengaruk-ngaruk kaki dan tangan yang terkena gigitan nyamuk. Lia yang memiringkan badannya sehingga menghadap Siti. Lia yang melihat ke arah Siti yang sudah tertidur pulas. Lia binggung mengapa Siti bisa tertidur pulas dengan kondisi yang seperti saat ini. Mereka yang berada di tengah hutan, tidur juga hanya beralaskan kain panjang.
Malam ini Lia merasa sedih sehingga air matanya terus mengalir. Lia begitu menyesali perbuatannya yang melanggar larangan nenek untuk berenang di sungai Rokan. Gara-gara dia berenang ke sungai Rokan menyebabkan dia harus berada di masa lampau.
Lia ingin segera kembali ke masanya tetapi Lia tidak tahu cara untuk kembali ke masanya. Lia berdoa semoga dia menemukan cara untuk bisa kembali ke masanya.
Lia sudah tidak sanggup lagi hidup menjadi dayang pribadi tuan putri. Lia yang merindukan kehidupan seperti dulu lagi. Dulu Lia tidak pernah di suruh malah Lia yang selalu menyuruh Ry untuk melakukan segala sesuatu yang di perintahkan oleh Lia.
Lia juga merindukan Abi, cowok yang paling Lia cintai walaupun di sini Lia bisa melihat kelima orang pangeran yang memiliki paras yang tampan. Tetapi bagi Lia ketampanan ke lima orang pangeran tersebut tidak ada artinya apa-apa di bandingkan wajah tampan milik Abi.
Lia sedang memikirkan bagaimana keadaan keluarga dan Abi sekarang tanpa kehadiran Lia. Apakah mereka merindukan Lia atau mereka sudah melupakan Lia. Lia yakin ketika keluarganya dan Abi sudah berusaha mencari keberadaan tetapi tidak menemukan keberadaan Lia makanya mereka mengatakan Lia menghilang.
__ADS_1
Lia sudah terjebak di masa ini satu bulan lebih. Berarti sudah selama satu bulan lebih Lia tidak di temukan di sana, Lia berpikir mungkin keluarga dan Abi sudah menanggap Lia meninggal dunia.
Lia yang menangis karena membayangkan bahwa keluarga dan Abi sudah menanggap dia meninggal dunia. Padahal Lia masih hidup hanya saja di berada di zaman dahulu. Lia ingin segera kembali ke masa tempat di berasal.
"Aku tak seharusnya berada di sini."
"Disini bukanlah tempat aku."
"Aku ingin kembali ketempat asal aku."
"Aku yakin keluarga aku dan Abi pasti sedih, mereka pasti mengira bahwa aku telah meninggal dunia."
"Bagaimana pun caranya aku harus bisa kembali ke tempat asal aku."
"Karena ini bukan tempat aku, aku harusnya berada di tempat aku."
Setelah Lia merasa puas menangis lalu Lia merasa kebelet buang air kecil. Hari sudah malam Lia merasa takut untuk buang air kecil. Lia melihat ke arah Siti yang masih tertidur dengan pulas.
"Siti bangun." Lia yang mencoba membangun Siti dengan memegang tangannya.
Siti yang tertidur pulas sehingga sulit untuk di bangunkan sehingga Lia harus mencari ide lagi untuk membangunkan Siti. Lia melihat ke arah sekelilingnya lalu Lia menemukan ide untuk membangun Siti. Lia mengambil sebatang rumput yang ada di tanah.
Setelah rumput tersebut berada di tangan Lia. Lia memasukkan rumput tersebut ke dalam lubang telinga Siti. Siti yang merasa telinganya di masuki oleh sesuatu yang menyebabkan menjadi geli-geli. Sehingga Siti mulai membuka matanya.
Saat Siti mulai membuka matanya Lia lalu mengeluarkan rumput dari lubang telinga Siti. Lia menarik tangannya. Lia menyembunyikan rumput tersebut di belakang badannya.
"Siti bangun." Lia yang melihat ke arah Siti.
"Apa kamu memasukan sesuatu ke telinga aku?" Siti yang melihat ke arah Lia.
"Tidak mungkin itu hanya perasaan kamu." lia mengelengkan kepalanya berusaha untuk menyakinkan Siti.
__ADS_1
Siti memegang telinga mengunakan tangan ternyata tidak ada apa-apa yang berada di dalam telinganya.
"Siti." Lia yang terlihat ragu untuk meminta Siti menemaninya karena dia sudah kebelet buang air kecil.
"Iya, kamu kenapa tidak tidur?" Siti yang melihat ke arah Lia.
"Aku tidak bisa tidur," jawab Lia.
"Kenapa kamu tidak bisa tidur?" tanya Siti.
"Aku kebelet buang air kecil. Apa kamu bisa menemani aku buang air kecil?" Lia yang menundukan wajahnya karena merasa malu.
"Baiklah, aku juga mau buang air kecil." Siti yang merubah posisinya menjadi duduk, lalu dia berdiri dari tempat duduknya.
Lia juga berdiri dari tempat duduknya. Siti terlebih dahulu berjalan sambil membawa obor di tangan kanannya, sedangkan Lia berjalan mengikuti Siti dari belakang. Siti yang terus saja berjalan menjauh dari tempat peristirahatan mereka malam ini.
Siti berhenti berjalan setelah melihat sebuah pohon yang besar dan menjulang tinggi ke atas.
"Kenapa kamu berhenti?" Lia yang berhenti berjalan lalu berdiri di belakang Siti.
"Kamu mau buang air kecilkan?" tanya Siti.
"Iya, dimana tempat aku buang air kecil?" Lia yang melihat kesekelilingnya.
"Kamu bisa buang air kecil di belakang pohon itu." Siti menujukan ke arah pohon yang begitu besar.
"Apa?" Lia yang terkejut mendengar perkataan Siti.
...~ Bersambung ~...
Hai Guys Mampir ya ke novel baru Ry yang berjudul Perjuangan Ucup
__ADS_1