
"Jangan bandingkan hidupmu dengan orang lain, karena kau tidak pernah tahu perjalanan apa yang telah mereka lalu."
Esokan Harinya.......
Mama yang berdiri di teras rumah melihat ke arah papa yang sudah menaiki motornya. Ry yang duduk di belakang papa.
"Ma, papa berangkat dulu ya." Papa yang menyalakan motornya.
"Iya hati - hati di jalan," kata mama.
"Iya ma." Papa melajukan motornya.
Mama melambaikan tangan sambil tersenyum ke arah papa dan Ry. Setelah motor papa menjauh dan tidak terlihat lagi. Mama masuk ke dalam rumah, mama berjalan ke arah kamar Lia dan Ry.
Sesampainya mama di depan kamar lalu mama membuka pintu kamar. Mama berjalan masuk ke dalam kamar. Mama melihat Lia yang masih tertidur dengan selimut yang menempel di badannya.
Mama membuka gorden kamar agar cahaya matahari masuk ke kamar. Setelah itu mama mematikan kipas angin.
"Mbak bangun," kata mama.
"Mbak ini udah siang," kata mama.
Cahaya matahari masuk ke dalam kamar mengenai wajah Lia. Sehingga Lia mulai membuka kedua matanya. Lia melihat ke arah pinggir tempat tidur, Lia melihat mama yang sudah berdiri di sana.
__ADS_1
"Mama," kata Lia.
"Mbak udah bangun?" tanya mama.
"Udah ma," jawab Lia.
"Mbak cepat mandi sana." Mama menyuruh Lia untuk mandi.
"Gak mau ma, masih dingin." Lia yang mengelengkan kepalannya.
"Justru itu biar segar makanya mandi mbak," kata mama.
"Entar aja mbak mandinya mama." Lia yang duduk di atas tempat tidurnya.
"Mana mungkin ada iler di wajah mbak," kata Lia.
"Kalau gak percaya lihat aja sendiri di kaca," kata mama.
Lia turun dari ranjang tempat tidur, Lia berjalan ke arah meja riasnya. Lia melihat wajah di kaca ternyata ada iler di dekat bawah bibirnya.
"Nah mama gak bohong kan, maka mandi setelah itu antar mama," kata mama.
"Ma, mau diantar kemana ama mbak?" tanya Lia.
__ADS_1
"Ke pasar," jawab mama.
"Kenapa mama gak pergi sendiri?" Lia yang melihat ke arah mama.
"Emang mbak gak mau nganterin mama ke pasar?" tanya mama.
"Mau ma." Dengan terpaksa Lia menjawabnya.
"Ya udah sana cepatan mandi, jangan lama - lama." Mama yang berjalan keluar dari kamar Lia.
Mama dan Lia sudah berada di parkiran pasar. Mama turun dari motor lalu berdiri di samping Lia. Lia membuka helemnya lalu meletakan helem di gantungan motor.
"Ma mbak tunggu di sini aja ya." Lia yang duduk di atas motornya.
"Mbak itu anak perempuan jadi harus ikut mama belanja." Mama menarik tangan Lia untuk ikut belanja.
Mama dan Lia masuk ke dalam pasar tradisional. Mama mengajak Lia untuk berbelanja cabe, bawang dan sayuran. Sebelum membeli cabe, bawang dan sayuran mama bertanya harganya dulu kepada pedagang.
Setelah mengetahui harga cabe, bawang dan sayuran dari pedagang mama akan menawar harganya. Kalau pedagang tidak mau dengan yang mama tawar maka mama akan pergi berjalan ke tempat penjualan lain.
Nah mama akan membeli cabe, bawang dan sayuran sesuai harga yang di tawar. Kalau belum dapat mama akan mengelilingi pasar tersebut. Lia hanya mengikuti mama yang terus berjalan mengelilingi pasar sampai menemukan harga yang lebih murah.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1