Time Travel Lia

Time Travel Lia
Suara Tangisan Siapa?


__ADS_3

"Setidaknya aku sudah bisa beliin ibu aku sapi, yaa walaupun dalam bentuk Royco rasa sapi."


Malam Harinya......


Malam minggu biasa Abi datang ke rumah Ry untuk ngapelin Lia tetapi sejak Lia sudah tidak Abi masih suka datang ke rumah Ry dengan alasan ngapelin Ry. Sebenarnya Abi masih belum bisa melupakan kenangan bersama Lia. Mereka sudah bersama kira-kira 3 tahun, sudah banyak waktu yang mereka habiskan bersama sehingga banyak kenangan yang tidak bisa mereka lupakan begitu saja.


Malam ini Abi memilih untuk pergi ke rumah teman waktu sekolah. Walaupun mereka berbeda sekolah kalau Abi di Smk maka sahabat Abi yang bernama Ijal itu sekolah di smu yang sama dengan Lia.


Ijal dan Lia itu satu sekolah tapi mereka berbeda jurusan. Lia jurusan ipa sedangkan Ijal jurusan Ips. Abi mengendarai motor ke arah rumah Ijal yang berada di Jl.Seroja. Karena malam ini malam minggu maka jalanan raya begitu macet sehinga Abi membutuhkan waktu kira-kira 40 menit untuk bisa sampai ke rumah Ijal.


Sesampainya Abi di depan rumah Ijal, sudah ada dua motor yang terpakir di depan rumah Ija. Abi memarkirkan motornya di samping dua motor tersebut. Abi turun dari motor melihat ke arah teras rumah Ijal.


Di teras rumah Ijal, sudah ada tiga orang yang sedang duduk di atas bangku sambil sibuk memainkan ponsel mereka masing-masing. Abi berjalan menghampiri mereka bertiga.


"Assalamualaikum." Abi yang duduk di bangku yang sama dengan Ijal.


"Waalaikumsalam, tumben kamu ke sini ada angin apa nih?" Ijal yang menoleh ke arah Abi.


"Angin tornado, lagian aku kangen ama kalian sudah lama kita tidak bertemu," kata Abi.


"Apa gak salah kalau kamu ngomong kangen ama kita?" tanya Ijal.


"Aku benaran kangen ama kalian semua," jawab Abi.


"Kangen kamu bilang, selama ini kamu kemana aja?" tanya Ijal.


"Maafkan aku teman-teman selama ini aku meluapkan kalian, aku hanya sibuk dengan urusan percintaan aku saja." Abi yang merasa bersalah ama teman-temannya karena selama ini Abi tidak memiliki waktu untuk bersama teman-temannya. Abi lebih sering menghabiskan waktu bersama Lia.

__ADS_1


"Setelah tidak pacar baru kamu ingat ama kami," kata Ijal.


"Lain kali kalau kamu udah punya pacar, jangan lupa ama teman-teman," kata Desri.


"Mulai sekarang aku tidak akan melupakan kalian lagi walaupun nantik aku punya pacar baru," kata Abi.


"Kamu janji?" tanya Ijal.


"Iya aku berjanji akan lebih mendahulukan kepentingan bersama kalian dari pada kepentingan bersama pacar." Abi yang sudah bertekad bulat untuk lebih mementingkan kepentingan bersama teman-temannya di bandingkan kepentingan ama pacarnya.


"Bagus kalau kamu udah berjanji ama kami seperti itu," kata Ijal.


Malam itu Abi menghabiskan waktunya mengobrol bersama Ijal, Dedi dan Zikri. Abi terlihat begitu bahagia karena bisa mengobrol dan bersenda gurau ama dengan mereka. Sehingga Abi bisa merasa sedikit bisa melupakan kesedihannya yang di tinggalkan oleh Lia.


Di Rumah Ry


Tetapi di saat seperti sekarang ini Ry merasa begitu sedih dengan kepergian Lia, bahkan jika bisa mengulang kembali waktu Ry ingin mengantikan posisi Lia. Biar Ry saja yang pergi meninggalkan dunia ini.


Kami sekeluarga merasa begitu kehilangan Lia. Lia anak yang selalu menjadi kebanggaan ke dua orang tua Ry. Berbeda dengan Ry yang belum bisa membanggakan ke dua orang tua Ry. Makanya Ry selalu belajar dengan giat setiap hari, agar Ry selalu mendapatkan peringkat 3 besar di kelas.


Dari sekolah menengah pertama sampai sekolah menengah kejuruan Ry selalu masuk peringkat 3 besar tetapi itu masih belum bisa membuat kedua orang tua Ry menjadi bangga ama Ry. Ry akan tetap manjadi nomor dua di keluarga Ry.


Lia selalu menjadi yang pertama kali kebanggaan ke dua orang tuannya. Mama selalu membandingkan-bandingkan Ry ama Lia. Setiap kali mama membandingkan Ry dengan Lia hati Ry merasa sakit. Ry dan Lia itu emang berbeda dari semua segi baik fisik, sikap dan kepintaran.


Lia memilik wajah yang cantik, tubuh yang ideal dan IQ yang sangat tinggi. Lia hanya minus dalam segi sikap dia suka berbicara kasar ama orang lain, sombong, kurang memiliki sopan santun ama orang lain. Tetapi itu semua wajar karena tidak ada manusia yang sempurna.


Lia hanya cantik secara fisik saja, tetapi hati Lia tidak secantik fisiknya. Setiap manusia pasti memilik kelebihan dan kekurangannya begitu juga dengan Lia. Walaupun Lia sering semena-mena dalam memperlakukan Ry tetap saja Ry begitu menyayangi Lia sebagai seorang kakak.

__ADS_1


Sebenarnya mama tidak perlu membandingkan-bandingkan Ry dengan Lia. Ry itu sadar diri bahwa Ry tidak secantik dan sepintar Lia, Ry juga tahu apapun yang Ry lakukan mama tidak akan pernah bangga ama Ry. Mama hanya menyayangi Lia sedangkan mama tidak pernah peduli dan menghargai usaha Ry untuk tetap bisa masuk 3 besar dari sekolah menengah pertama.


Ry merasa ingin buang air kecil lalu berdiri dari kursi. Ry membuka pintu rumah lalu berjalan masuk ke dalam rumah, Ry berjalan terburu-buru ke arah kamar mandi. Sesampainya di depan pintu kamar mandi Ry membuka pintu kamar mandi.


Ry masuk ke dalam kamar mandi lalu Ry membuka celana Ry. Ry berjongkok di closet untuk buang air kecil. Saat buat air kecil Ry mendengarkan suara orang nangis.


"Hiks.....hiks."


"Hiks.....hiks."


"Hiks.....hiks."


Setelah selesai buang air kecil Ry keluar dari pintu kamar mandi, Ry mendengarkan suara seorang wanita yang sedang menangis. Ry berjalan mengikuti suara tersebut, sampai lah Ry di depan pintu kamar mama yang tertutup.


Ry yakin suara tangisan seorang wanita tersebut berasal dari kamar mama. Ry yang sudah berdiri di depan pintu kamar mama. Ry yang sedang berpikir mau membuka kamar tersebut atau tidak.


Iya tidak iya tidak iya tidak


Di satu sisi Ry begitu penasaran ingin mengetahui suara tangis siapa, tetapi di sisi yang lain Ry juga merasa takut bagaimana kalau suara tangis tersebut berasal dari mahkluk kasat mata. Ry yang masih berpikir itu suara tangisan siapa?


...~ Bersambung~...


Hai Guys Mampir ke novel baru karya Ry


Perjuangan Ucup


__ADS_1


__ADS_2