Time Travel Lia

Time Travel Lia
Menyelamatkan Lia


__ADS_3

"Gak perlu cantik-cantik neng, kami para cowok hanya memandang kesetiaan bukan kecantikan."


Hehehe bagus deh kalau gitu Ry gak cantik tapi Insyallah Ry setia mah setiap tikungan ada.


Si wanita tersebut berjalan ke arah tubuh yang mengapung tersebut. Tubuh yang mengapung tersebut tersangkut oleh akar pohon yang ada di dekat sungai. Sehingga si wanita tersebut melepaskan tubuh dari akar yang tersangkut. Setelah itu si wanita membawa tubuh ke pinggir sungai.


Sesampai si wanita tersebut di pinggir sungai. Dia membaring tubuh tersebut di atas tanah yang ada di pinggir sungai. Dia melihat ke arah tubuh tersebut ternyata itu tubuh seorang wanita.


Dia memeriksa tubuh wanita tersebut, lalu teman-teman datang menghampirinya.


"Ternyata mayat seorang wanita," kata temannya.


"Dia belum meninggal masih bernafas," kata dia.


"Ah tidak mungkin," kata temannya.


"Kalau kamu gak percaya, periksa aja sendiri," kata dia.


"Iya benar ternyata dia masih hidup." Teman memeriksa hidungnya wanita itu.


"Tapi kondisi dia masih lemah, kita harus segera membawa wanita ini ke tabit," kata dia.


Di sebuah ruangan yang seorang wanita sedang berbaring di atas tempat tidur. Seorang tabit sedang memeriksa wanita tersebut.


"Bagaimana kondisi tabit?" tanya dia.


"Kondisi masih lemah, untung saja kamu cepat membawa dia kesini. Sehingga nyawanya bisa terselamatkan," kata tabit.


"Dimana kamu menemukan dia? dari pakaiannya sepertinya dia bukan penduduk sini," tanya tabit.


"Aku menemukan dia terapung dan tersangkut di akar pohon yang ada si sungai tabit," jawab dia.

__ADS_1


"Kenapa kamu menolong dia? bagaimana kalau dia orang jahat?" tanya tabit.


"Sesama manusia harus saling tolong menolong, aku percaya dia orang baik tabit." Dia melihat ke arah tabit.


"Bagaimana bisa kamu percaya kalau di orang baik?" tanya tabit.


"Saya melihat dari wajahnya dia wanita yang baik," jawab dia.


"Semoga saja kamu tidak salah menyelamatkan wanita itu. Aku berharap wanita yang kamu selamatkan ini bukan wanita jahat atau penjahat.


Esokan Harinya.........


Siang harinya wanita tersebut masih tidur berbaring di atas tempat tidur. Sinar matahari yang sudah terik memasuki ruangan tersebut. Sehingga wanita tersebut mulai membuka kedua matanya.


Wanita tersebut melihat ke sekeliling ruangan tersebut. Wanita itu merasa asing dengan ruangan tersebut. Tabit tersebut berjalan ke arah wanita tersebut dengan membawa sebuah gelas yang berisi air putih.


"Apa kamu sudah sadar?"Tabit duduk di pinggir tempat tidur.


"Ini kamu minum dulu." Tabit tersebut menyerahkan sebuah gelas ama si wanita tersebut lalu menyuruh meminumnya.


"Glug......glug." Si wanita tersebut meminum segelas air putih hanya dalam satu kali teguk.


"Nama kamu siapa?"Tabit yang melihat ke arah wanita tersebut.


"Aku ada dimana?" tanya si wanita tersebut.


"Kamu berada di rumah aku, lalu siapa nama kamu?" tanya tabit.


"Lia, apa bapak yang menyelamatkan aku?" tanya Lia.


"Bukan aku yang menyelamatkan kamu. Jangan panggil aku bapak, aku bukan bapak kamu," jawab tabit.

__ADS_1


"Lalu aku harus panggil apa?" tanya Lia.


"Tabit," jawab tabit.


"Jadi nama kamu tabit," kata Lia.


"Itu bukan nama, panggilan yang mereka gunakan untuk memanggil aku," kata tabit.


"Lalu siapa yang sudah menolong aku?"


"Natik kamu juga akan berkenalan ama dia," jawab tabit.


"Tabit yang menolong aku wanita atau laki-laki?" Lia yang penasaran ama orang yang telah menolong dia.


"Kalau wanita kenapa? kalau laki-laki kenapa?"tanya tabit.


"Sebenarnya laki-laki atau wanita yang telah menyelamatkan aku tidak jadi masalah tabit," jawab Lia.


Tap.......


Tap.......


Tap.......


Suara langkah kaki seorang yang sedang berjalan ke masuk ke dalam rumah tabit.


"Nah itu pasti dia, orang yang telah menyelamatkan kamu." Tabit yang mendengar langkah kaki seorang yang berjalan masuk rumahnya.


"Benarkah tabit?" Lia yang mata berbinar-binar ingin melihat siapakah orang yang telah menyelamatkan dia dari sungai.


Seorang tersebut berjalan ke arah kamar, lalu seorang tersebut sudah berada di depan pintu kamar.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2