Time Travel Lia

Time Travel Lia
Nah Itu Tahu


__ADS_3

"Cinta jadi luka, saat cuma di takdirkan bertemu tapi tidak untuk bersatu."


πŸ“ž"Seminggu lagi Yank," jawab Lia


πŸ“ž"Pihak kampus udah tahu Cin mau Kkn disana?" tanya Abi.


πŸ“ž"Belum, besok aku mau ke kampus ngasih tahu pihak kampus mau ngurus semuanya," jawab Lia.


πŸ“ž"Ya udah kalau gitu, Cinta bobok lagi udah malam nih," kata Abi.


πŸ“ž"Iya nih mau bobok, met malam Yank," kata Lia.


πŸ“ž"Met malam Cin, I ❀ U," kata Abi.


πŸ“ž"I ❀ U too." Lia mematikan panggilan telponnya.


Seminggu Kemudian.........


Pagi ini Lia bangun lebih awal, Lia membuka kopernya untuk memeriksa barang - barang yang di bawanya. Semua barang - barang yang di perlukan Lia sudah berada di dalam koper Lia.


Lia kembali menutup kopernya lalu Lia mengambil handuk yang di gantung belakang pintu kamar. Lia berjalan ke arah kamar mandi yang berada di dapur. Saat Lia berjalan mendekati kamar mama dan papa.


Ceklek.....Ceklek


Papa membuka pintu kamar lalu berjalan keluar pintu kamar.


"Pa mau kemana?" Lia yang sudah berdiri di hadapan papa. Lia yang melihat penampilan papa yang sudah terlihat rapi.


"Papa mau ke rumah pak Sutejo." Papa yang sudah berdiri di hadapan Lia.

__ADS_1


"Lah papa gak iku ngantri Mbak ke rumah nenek?" tanya papa.


"Maafin papa gak bisa ngantar mbak." Papa yang wajahnya terlihat sedih karena tidak bisa mengantarkan Lia ke rumah nenek.


"Papa kenapa gak bisa nganterin mbak?" tanya mama.


"Papa dan mama di suruh ke rumah pak Sutejo pagi ini," jawab papa.


"Emang ada acara apa?"tanya Lia.


"Acara syukuran karena dapat proyek baru," jawab papa.


"Selamat ya papa." Lia memeluk badan papanya.


"Terima kasih mbak, tapi maafin papa mama yang gak bisa antar mbak kesana." Papa membalas pelukan Lia.


"Boleh," jawab papa.


"Terus gimana ama Ry papa?" tanya Lia.


"Ry berangkat sekolah papa antar, kalau pulang Ry bisa nebeng ama teman - temannya atau Ry jalan kaki. Hitung - hitung Ry bisa olahraga," kata papa.


Waduh papa yang ada kaki Ry gempor kalau jalan kaki 6 km dari sekolah kerumah.


"Bagus deh kalau gitu papa," kata Lia.


"Ini yang jajan selama seminggu." Papa mengeluarkan uang dari saku dari celananya. Papa memberikan selembar uang berwarna merah ama Lia.


"Pa kalau segini kurang." Lia melihat ke arah uang selembar uang berwarna merah.

__ADS_1


"Ya udah papa tambahin lagi." Papa mengeluarkan uang dari dompetnya yang berada di belakang saku celananya.


Siang Harinya.........


Totok.....Totok


Lia dan Ry yang berada di dalam kamar mendengar suara pintu berbunyi.


"Sana lu buka pintu." Lia yang masih duduk di depan meja riasannya.


"Iya mbak, ntar tuh cermin pecah seribu melihat ke cantikan mbak." Ry yang berdiri dari tempat duduk lalu berlari ke arah pintu, Ry takut kalau Lia marah ama Ry.


"Assalamualaikum,"


"Walaikumsalam,"


Ceklek.... Ceklek


Ry membuka pintu rumah lalu melihat Abi yang sudah berdiri di depan pintu rumah. Abi memakai kemeja berwarna biru, Ry melihat kemeja yang di pakai Abi motif sama dengan gamis yang Lia pakai.


"Mbak Lia mana dek?" tanya Abi.


"Biasa abang, ayo silahkan masuk abang!" ajakan Ry.


"Masih dandan ya mbak Lianya." Abi yang berjalan masuk ke ruangan tamu.


"Nah itu abang tahu." Ry berjalan di belakang Abi.


...~ Bersambung~...

__ADS_1


__ADS_2