Time Travel Lia

Time Travel Lia
Tidur Di Bangku


__ADS_3

"Kurangin berharap banyakin candaan, jangan terlalu serius kadang dunia suka bercanda."


Tuan putri memakan bubur putih yang Lia suap. Lia menyuapi kembali bubur putih kepada tuan putri, tuan putri memakan bubur yang Lia suapi. Lia kembali menyuapi tuan putri dengan sesendok bubur putih tuan putri menutup mulutnya.


"Tuan putri harus makan yang banyak biar cepat sembuh, jadi buka mulut tuan putri." Lia yang membujuk tuan putri untuk membuka mulutnya.


"Aku tidak mau." Tuan putri yang mengelengkan kepalanya.


"Kenapa tuan putri tidak mau makan lagi?" tanya Lia


" Aku sudah kenyang," jawab tuan putri.


"Tapi sayang kedua buburnya masih banyak tuan putri, sebaiknya tuan putri makan lagi," kata Lia.


"Kalau kamu mau makan saja," kata tuan putri.


Lia yang melihat ke arah kedua mangkok bubur tersebut. Lia ingin memakan kedua bubur yang berada di mangkok tersebut tetapi Lia merasa jijik dengan sisa (bekas) makanan dari orang lain. Sementara Lia merasa lapar juga jadi Lia merasa galau.


Lia yang sedang berpikir ingin memakan bubur tersebut atau tidak. Di satu sisi Lia merasa lapar karena belum makan sehingga dia ingin memakan kedua bubur yang berada di mangkok. Sedangkan di satu sisi lagi Lia merasa jijik karena memakan kedua bubur yang sudah sisa (bekas) makanan tuan putri.


Iya tidak iya tidak iya tidak


Tuan putri melihat ke arah Lia yang duduk di pinggir tempat tidur. Tuan putri melihat Lia yang tampak diam sedang memikirkan sesuatu.


"Hei kamu kenapa diam saja?" Tuan putri memegang bahu Lia.


"Eh itu tuan putri aku sedang memikirkan Siti kenapa dia belum datang juga membawa yang aku minta untuk obat tuan putri." Lia yang tersadar karena tuan putri menyentuh bahunya.


"Mungkin bahan yang kamu minta susah untuk di cari," kata tuan putri.


"Tidak tuan putri bahan yang aku minta mudah untuk di cari," kata Lia.


"Tunggu saja paling sebentar lagi Siti datang," kata tuan putri.


Tok....Tok...Tok


"Tuan putri ini hamba Siti, apakah hamba boleh masuk?" Siti yang sudah berdiri di depan pintu kamar tuan putri sambil membawa sebuah nampan yang ada secangkir.

__ADS_1


"Silahkan masuk Siti," kata tuan putri.


"Baiklah tuan putri hamba masuk." Siti membuka pintu kamar tuan putri lalu Siti berjalan masuk dengan membawa nampan yang ada secangkir.


"Akhirnya kamu datang juga, apa yang ada di cangkir tersebut?" Lia yang berdiri sambil membawa kedua mangkok tersebut.


"Ini aku bawakan apa yang kamu minta tadi untuk tuan putri," kata Siti.


"Bagaimana cara kamu mendapatkannya?" Lia meletakkan kedua mangkok tersebut ke atas meja.


"Aku menyuruh seorang prajurit untuk mengambilnya karena aku tidak bisa mengambilnya." Siti yang sudah berdiri di hadapan Lia.


"Baguslah, sini biar aku berikan ama tuan putri." Lia mengambil nampan tersebut dari tangan Siti.


Lia membawa nampan yang ada cangkir ke arah tuan putri. Lia yang sudah berdiri di samping tempat tidur tuan putri.


"Ini silahkan tuan putri minum." Lia yang memberikan cangkir tersebut kepada tuan putri.


"Apa itu yang ada di cangkir?" Tuan putri yang menujukan jarinya ke arah cangkir yang berada di tangan Lia.


"Ini obat untuk tuan putri agar cepat sembuh, sebaiknya tuan putri minum sekarang," kata Lia.


"Apa tuan putri takut kalau itu racun?"tanya Siti.


"Baiklah aku akan meminumnya." Lia meminum sedikit air yang ada di cangkir tersebut.


Tuan putri dan Siti melihat ke arah Lia yang sudah meminum air yang ada di cangkir.


"Bagaimana rasanya?" tanya tuan putri.


"Tuan putri lihat aku baik-baik saja meminumnya, jadi sekarang tuan putri minum yang ada di cangkir ini agar tuan putri bisa lekas sembuh," kata Lia.


"Glug....glug, rasa seperti air kelapa muda." Tuan putri yang meminum air yang ada di cangkir tersebut.


"Itu emang air kelapa muda yang di campur madu tuan putri," kata Siti.


"Apa aku bisa sembuh hanya dengan meminum air kelapa muda di campur madu?" Tuan putri yang merasa ragu ama Lia, biasa tabit istana akan membuat ramuan yabg berasal dari tumbuhan yang berasal dari hutan yang kemudian di giling. Air dari tumbuhan tersebut yang akan di ambil lalu di suruh tuan putri meminumnya.

__ADS_1


"Insyaallah tuan putri akan sembuh, sebaiknya tuan putri beristirahat. Agar tuan putri cepat sembuh," kata Lia.


Malam Harinya.....


Lia memindahkan bangku ke samping tempat tidur putri. Lia duduk di bangku tersebut dia memegang kening tuan putri. Lia merasa demam tuan putri sudah turun Lia kembali mengompres tuan putri agar cepat sembuh.


Lia yang tertidur dengan posisi duduk di bangku. Tuan putri membuka matanya lalu melihat ke arah Lia yang sedang tertidur sambil duduk di kursi. Tuan putri merasa ingin buang air kecil.


"Lia bangun." Tuan putri memegang tangan Lia yang berada di atas tempat tidur.


Lia yang masih tertidur dengan nyenyak dia tidak mendengar tuan putri membangunkan dia. Tuan putri yang melihat dia bangun lalu mencubit lengan tangan Lia.


"Aduh sakit." Lia yang lengan tangan nya di cubit oleh tuan putri membuka matanya lalu Lia merasakan sakit pada lengan tangan nya.


"Akhirnya kamu bangun juga." Tuan putri yang melihat Lia bangun.


"Ada apa tuan putri membangunkan aku?" tanya Lia.


"Aku ingin buang air kecil bantu aku ke bilik (kamar mandi)."Tuan putri yang mengulurkan tangan kepada Lia.


"Baiklah tuan putri." Lia memegang tangan tuan putri, lalu Lia membantu tuan putri untuk turun dari tempat tidur.


Lia memegang lengan tuan putri di sebelah kanan sedang di sebelah kiri Lia memegang lilin. Mereka mengunakan lilin untuk menerangi jalan ke arah bilik (kamar mandi).


Mereka sudah sampai di depan pintu bilik (kamar mandi), Lia membuka pintu bilik (kamar mandi) lalu mereka berjalan masuk ke dalam bilik (kamar mandi). Sesampai di dalam bilik (kamar mandi) Lia meletakkan lilin di sudut bilik, dia berjalan kearah pintu bilik (kamar mandi).


"Kamu mau kemana?" tuan putri yang melihat ke arah Lia.


"Aku mau menunggu di luar." Lia yang berhenti berjalan lalu melihat ke arah tuan putri.


"Tidak kamu di sini saja, tunggu aku buang air kecil." Tuan putri yang membuka dalamnya lalu berjongkok.


"Sebaiknya aku tunggu di luar saja tuan putri." Lia yang merasa tidak nyaman melihat tuan putri buang air kecil.


"Ini perintah kamu tunggu aku di sini." Tuan putri yang buang air kecil.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


Hai Guys Mampir ke Novel baru Ry yang berjudul Perjuangan Ucup



__ADS_2