Time Travel Lia

Time Travel Lia
Menginap Di Tengah Hutan


__ADS_3

"Tak semua yang terasa pahit itu berakhir menyedihkan seperti secangkir kopi meskipun pahit namun ada kenikmatan di akhirnya."


Lia memberikan botol air minum yang berbentuk bambu kepada tuan putri. Tuan putri mengambil dari tangan Lia lalu meminumnya. Mereka duduk di bawah pohon sambil meluruskan kaki. Mereka yang lelah karena sudah berjalan kaki setengah harian.


Sedangkan tuan putri hanya duduk manis di tandu yang di bawa oleh prajurit istana. Para prajurit juga merasa lelah karena harus mengangkat tandu yang berisi tuan putri.


Mereka semua duduk di bawah pohon, Siti berjalan menghampiri seorang prajurit yang membawa perbekalan makan siang mereka. Prajurit tersebut memberikan perbekalan makan siang yang dia bawa dari istana sampai kehutan.


Siti menerima perbekalan dari tangan seorang prajurit tersebut. Siti membuka perbekalan makanan untuk mereka.


"Ini tolong kamu bagikan kepada para prajurit lainnya." Siti memberikan beberapa bungkus makanan yang di bungkus mengunakan daun pisang.


"Iya, terima kasih." Prajurit tersebut mengambil beberapa bungkus dari tangan Siti lalu dia membagikan beberapa bungkus makanan kepada para prajurit lainnya setiap prajurit mendapatkan 1 bungkus.


Siti membawa tiga bungkus makan ke arah Lia yang sedang duduk di samping tuan putri. Siti menghampiri tuan putri dan Lia lalu Siti memberikan makanan kepada tuan putri.


"Apa ini?" Tuan putri yang melihat ke arah tangan Siti.


"Ini makan untuk tuan putri," jawab Lia.


"Kamu tahu saja kalau aku sudah lapar." Tuan putri yang mengambil bungkus dari tangan Siti.


"Buat aku mana?" tanya Lia.


"Ini buat kamu." Siti memberikan bungkusan kepada Lia setelah itu Siti duduk di samping Lia.


Mereka bertiga mulai membuka ketiga bungkus makanannya. Seperti biasa Lia terlebih dahulu mencicipi makanan milik tuan putri. Makanan yang di buat untuk tuan putri memiliki menu yang berbeda dengan punya Lia dan Siti.


Makanan untuk tuan putri memiliki rasa yang lebih enak di bandingkan punya Lia. Lia mencicipi makanan untuk tuan putri.

__ADS_1


"Bagaimana menurut kamu?" tanya yuan putri.


"Aku rasa makanannya aman tuan putri." Lia yang sudah mencicipi makan milik tuan putri.


Tuan putri yang melihat ke arah makanan milik Lia dan Siti terlihat lebih mengoda sehingga tuan putri ingin mencicipinya. Tuan putri yang sudah merasa bosan dengan makan yang bisa dia makan.


"Aku mau makanan yang itu." Tuan putri yang menujukan jarinya ke arah makanan yang ada di hadapan Lia.


"Tapi tuan putri ini makanan untuk aku, rasa makanan ini tidak enak seperti makanan tuan putri." Lia yang menjelaskan kepada tuan putri bahwa makanan yang tuan putri inginkan itu punya Lia, dia juga memberitahukan kepada tuan putri bahwa makanan itu tidak enak rasa seperti makanan tuan putri.


"Pokoknya aku tidak mau tahu, aku mau makan itu dan ini perintah." Tuan putri yang berbicara dengan nada yang tegas kepada Lia.


"Baiklah tuan putri, tapi sebelum biar saya mencicipi makanan ini terlebih dahulu." Lia mencicipi makanan tersebut.


Tuan Putri lalu mengambil makanan tersebut dari tangan Lia. Tuan putri memakan makanan tersebut dengan lahap sementara Lia hanya melihat tuan putri makan.


"Kamu kenapa tidak makan?" Tuan putri yang melihat ke arah Lia yang tidak makan.


"Kamu bisa memakan makanan aku," jawab tuan putri.


"Apakah boleh seperti itu tuan putri?" tanya Lia.


"Boleh aku yang menyuruh kamu," jawab tuan putri.


"Baiklah kalau begitu aku akan memakan makanan tuan putri." Lia yang mengambil makanan tuan putri, lalu dia memakan makanan tuan putri yang terasa lebih enak di bandingkan makanan punya dia. Lia berharap agar tuan putri sering-sering melakukan hal seperti ini.


Setelah selesai makan mereka semua masih beristirahat dengan duduk di bawah pohon. Mereka merasa perutnya sudah kenyang dan tenaga mereka sudah terisi dengan penuh sehingga sudah memiliki tenaga untuk melanjutkan perjalanan.


Setelah merasa cukup istirahat mereka semua melanjutkan perjalanan menuju ke arah pondo po. Tuan putri masuk ke dalam tandu beberapa prajurit mengangkat tandu tersebut. Sedangkan Lia dan Siti berjalan di depan tandu tersebut.

__ADS_1


Mereka terus berjalan masuk ke dalam hutan mereka juga mendengar suara hewan-hewan yang berada di hutan. Mereka sudah berada di tengah hutan belantara, hutan yang di penuhi oleh berbagai pohon dan berbagai macam hewan.


Selama perjalanan tuan putri berserta rombongan terlihat hening tidak ada pembicaraan mereka terus saja berjalan. Lia yang merasa hutan yang sedang mereka tempuh itu begitu luas karena sudah memakan waktu yang hampir lama tapi mereka masih saja belum keluar dari hutan.


Lia melihat matahari sudah mulai turun maka hari pun sudah mulai petang tetap tuan putri berserta rombongan masih berada di tengah hutan. Lia yang mulai merasa was-was kalau mereka harus bermalam di tengah hutan.


Lia yang begitu penakut tidak bisa membayangkan bahwa malam ini dia akan tidur di tengah hutan, bahkan seumur hidup Lia tidak pernah tidur di luar rumah. Sekarang Lia harus mengalami hal yang tidak pernah dialami oleh dia selama seumur hidupnya.


Malam Hari.......


Tuan putri berserta rombongan masih berada di tengah hutan. Tuan putri berserta rombongan berhenti berhenti berjalan mereka memutuskan untuk bermalam di tengah hutan. Para prajurit mengumpulkan beberapa kayu untuk membuat tenda untuk tempat tidur tuan putri malam ini.


Para prajurit berhasil membuat tenda dari kain-kain panjang yang di ikat di sudut kayu sehingga bisa menjadi tempat untuk tuan putri tidur malam ini. Di bawah tenda tersebut beralaskan rumput-rumput lalu di atas rumput-rumput tersebut di letakan kain panjang.


Para prajurit membuat api unggun mengunakan kayu-kayu yang mereka kumpulkan dari hutan. Api unggun yang di buat oleh prajurit telah jadi sehingga mereka mendapatkan cahaya dari api unggun tersebut.


Lia yang duduk di sebelah Siti, Lia yang merasa ke takutan karena ini pertama kali Lia menginap di alam bebas seperti hutan. Lia juga merasa takut kalau tiba-tiba hewan buas menerkam dia saat tertidur pulas di hutan.


Selain itu terdapat banyak nyamuk sehingga dari tadi Lia memukul nyamuk yang menempel badan Lia.


"Kamu kenapa?" Siti yang melihat Lia sedang sibuk menepuk sesuatu.


"Banyak nyamuk di sini." Lia yang terus saja menepuk nyamuk yang menempel pada lengannya, belum lagi Lia yang mendengar suara nyamuk di telinga nya.


"Namun di hutan, bukan hanya nyamuk yang banyak tapi hewan buas juga banyak," kata Siti


...~ Bersambung ~...


Hai Guys jangan lupa mampir ya ke karya baru Ry Perjuangan Ucup

__ADS_1



__ADS_2