Time Travel Lia

Time Travel Lia
Ayahnda Meninggal


__ADS_3

"Relakan apa yang sudah terjadi, yang salah segera di perbaiki. Tinggalkan hal yang tidak terlalu penting dan hiduplah dengan damai tanpa menguntungkan harapan di pundak orang lain."


Setelah selesai ayahnda membaca dua kalimat syahadat, tidak ada suara lagi dari mulut ayahnda.Seluruh badan ayahnda terasa di ingin ibu yang memegang badan ayahnda terasa dingin mulai mengkhawatirkan keadaan ayah.


"Ayahnda." Ibunda ratu yang melihat ke arah ayahnda yang terbaring di atas tempat tidur dengan mata yang masih terbuka.


Ayahnda tidak menjawab hanya diam seolah-olah jasad yang tanpa ada raganya. Tuan putri yang melihat ke arah ayahnda tidak menjawab saat ibu manggil ayahnda mulai merasa cemas. Pangeran Ke lima yang berdiri di depan tempat tidur ayahnda lalu dia berjalan menghampiri ayahnda.


"Ayahnda ayahnda ayahnda." Tuan putri yang memanggil ayahnda berkali-kali.


"Ayahnda kenapa tidak menjawab panggilan ibunda, tuan putri dan aku." Pangeran kelima sudah berada di samping tuan putri.


"Kenapa ayahnda tidak pernapas?" Tuan putri meletakan jarinya di lubang hidung ayahnda, tuan putri merasakan bawah ayahnda sudah tidak pernapas lagi.


"Tuan putri geser dulu biar aku periksa." Pangeran kelima menyuruh tuan putri untuk bergeser dari tempatnya sekarang.


"Baiklah pangeran kelima." Tuan putri bergeser dari tempatnya sehingga pangeran kelima bisa memeriksa ayahnda.


Pangeran kelima memeriksa nafas ayahnda ternyata ayahnda tidak bernafas lagi. Pangeran kelima memeriksa denyut nadi ayahnda ternyata tidak ada lagi denyut nadi ayahnda.


"Bagaimana keadaan ayahnda?" Ibunda yang terlihat sedih.


"Inalillahi wainnailaihi rojiun." Mata pangeran kelima berkaca-kaca saat mengatakan itu, lalu pangeran kelima mengunakan tangannya menutup mata ayahnda.


"Apa maksud ucapan pangeran kelima?"Air mata ibunda berjatuhan saat mendengarkan perkataan pangeran kelima.


" Ayahnda sudah meninggal dunia ibunda." Dengan berat hati Pangeran kelima mengatakan kepada ibunda bahwa ayahnda sudah meninggal dunia.


"Tidak, kamu pasti bohong, tidak mungkin ayahnda meninggal.Hiks hiks hiks." Ibu belum percaya bahwa ayahnda meninggal dunia, ibunda menangis tersedu-sedu.


"Ayahnda bangun, hiks hiks." Tuan putri menagis sambil mencoba membangunkan ayahnda.


"Hiks hiks hiks." Pangeran kelima juga ikut menagis tersedu-sedu.


Suara tangisan dari dalam kamar raja terdahulu membuat prajurit yang berjaga di depan pintu merasa khawatir. Para prajurit merasa penasaran mendengar tangis dari dalam kamar raja terdahulu.


Tap........... Tap


Tap........... Tap


Tap........... Tap

__ADS_1


Raja yang sudah tiba di depan pintu kamar raja terdahulu bersama beberapa pengawalnya.


"Ada apa ini?" Raja yang mendengar suara tangisan dari dalam kamar raja terdahulu.


"Kami tidak tahu Baginda raja." Para prajurit melihat raja yang telah berada di hadapan mereka, para prajurit menundukkan kepala nya saat berbicara dengan raja.


"Aku ingin masuk ke dalam kamar ayahnda," kata raja.


"Silakan raja." Prajurit yang berjaga di depan pintu kamar raja terdahulu membukakan pintu untuk raja.


"Baiklah aku masuk." Setelah pintu terbuka raja berjalan masuk kedalam kamar ayahnda. Raja sudah berada di dalam kamar ayahnda melihat ke arah tempat tidur.


Dia melihat ayahnda berbaring di atas tempat tidur lalu dia melihat pangeran kelima, tuan putri dan ibunda raja menagis tersedu-sedu. Raja yang melihat mereka menagis tersedu-sedu merasakan hal yang sama. Tiba-tiba saja air mata raja menetes membasahi wajahnya.


"Sebenarnya ini ada apa kenalan kalian menangis?" Raja berjalan ke arah tempat tidur ayahnda.


"Ayahnda." Mereka menoleh ke arah suara tersebut ternyata raja sedang berdiri sambil melihat ke arah mereka.


"Kenapa dengan ayahnda?" Raja yang sudah berdiri di samping tempat tidur ayahnda.


"Ayahnda sudah pergi," jawab ibunda.


"Ayahnda tidak pergi dia masih berbaring di atas tempat tidur," kata raja.


"Aku tidak mengerti dengan perkataan kamu, bicara yang jelas." Raja membentak pangeran kelima.


"Ayahnda sudah meninggal dunia raja," kata pangeran kelima.


"Apakah benar yang dia katakan?" Raja melirik ke arah tuan putri dan ibunda raja.


"Silahkan raja periksa sendiri," jawab pangeran kelima.


"Ibunda geser aku mau periksa ayahnda." Raja meminta ibunda untuk mengeserkan badannya agar Raja bisa memeriksa badan nya.


"Baiklah raja." Ibunda mengeserkan badannya agar raja bisa memeriksa badan ayahnda.


Setelah badan ibunda bergeser raja memeriksa nafas ayahnda ternyata ayahda sudah tidak bernafas lalu raja memeriksa nadi ayahnda ternyata nadi ayahnda sudah tidak berdenyut lagi.


"Bagaimana raja?" tanya ibunda.


"Ayahnda sudah meninggal, hiks hiks hiks." Raja menagis.

__ADS_1


Mendengar suara tangis yang pecah di dalam kamar, sehingga membuat prajurit yang berada di luar semakin penasaran. Seorang prajurit berjalan masuk ke dalam kamar Raja terdahulu. Seorang prajurit tersebut sudah berada di dalam kamar melihat ke arah tempat tidur.


"Maaf Baginda raja, apa yang terjadi? kenapa semua orang yang berada di dalam kamar menagis." Seorang prajurit menundukkan kepalanya.


"Ayahda sudah tidak ada." Raja yang berbicara kepada seorang prajurit tersebut.


"Apa?" Seorang prajurit tersebut terkejut mendengarkan yang raja katakan.


"Ayahda sudah meninggal dunia," kata pangeran kelima.


"Bagaimana bisa raja terdahulu meninggal dunia?" tanya seorang prajurit tersebut.


"Sebaiknya kamu keluar dari sini." Raja menyuruh prajurit tersebut untuk keluar dari kamar tersebut.


"Baiklah saya permisi dulu." Seorang prajurit tersebut berjalan meninggalkan kamar tersebut.


Suasana di kamar ayahda penuh tangis seluruh anggota keluarga kerajaan sudah berkumpul di dalam kamar ayahnda. Mereka masih menagis sambil meraung-raung atas kematian ayahnda. Ibunda yang terlalu sedih dan menagis dari tadi merasa kan kepalanya pusing saat berdiri.


Ibunda hampir terjatuh karena pingsan tetapi dengan sigap raja memegang badan ibunda raja.


"Ibunda." Mereka yang melihat ibunda pingsan merasa panik.


Raja menggendong badan ibunda, raja berjalan sambil menggendong ibunda. Tuan putri berjalan mengikuti raja yang menggendong ibunda. Raja membawa ibunda ke kamar yang berada di samping kamar ayahnda. Raja membaringkan ibunda di atas tempat tidur.


Setelah itu tuan putri mengoleskan minyak angin ke dekat hidung ibunda.


"Ibunda bangun." Tuan putri berbicara sambil menangis.


"Ibunda bangun." Raja mencoba membangun kan ibunda.


"Bagaimana ini Raja ibunda belum bangun?" tanya tuan putri.


"Sebentar lagi ibunda pasti bangun," jawab Raja.


"Bagaimana kalau ibunda juga sama seperti ayahnda?" Tuan putri yang takut ibunda juga meninggal dunia.


"Astagfirullah tuan putri tidak boleh berbicara seperti itu," kata Raja.


"Aku hanya takut ibunda juga meninggal aku selamanya, hiks hiks hiks." Tuan putri menangis.


"Sudah-sudah tuan putri jangan berpikiran seperti itu, aku yakin ibunda cuma pingsan saja sebentar lagi juga sadar." Raja memberitahu kepada tuan putri untuk tidak khawatir dengan ibunda.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2